Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba Serbi Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2018

Mengenal 'Iftar Party' di Jepang


Ramadhan di Tanah Air biasanya dipenuhi acara dan kegiatan sosial, seperti buka bersama, reuni angkatan, berburu takjil, serta mengisi sore hari dengan berbagai aktivitas mengasikkan atau istilahnya 'ngabuburit.' Ishikawa Muslim Society (IMS) - sebuah komunitas Muslim di Prefektur Ishikawa, Jepang - juga 'ngabuburit' dengan cara berbeda.
Mereka menyebutnya iftar party, atau pesta buka puasa yang kali ini mengundang seorang relawan Palestina. Istilah iftar party sudah familiar di kalangan komunitas Muslim di Jepang. Pada hakikatnya acara ini mengundang masyarakat nonMuslim untuk berbuka puasa bersama, sembari mengenalkan Islam sebagai agama yang cinta damai.
Acara yang digelar di Masjid Umar bin Al Khattab, Kanazawa ini menghadirkan Tomoki Piekenbrock (25 tahun). Dia seorang mahasiswa program pertukaran internasional (short term exchange program) di Universitas Kanazawa yang selama setahun pada 2014 pernah menjadi relawan di Palestina.

Rabu, 16 Mei 2018

Semarak Ramadhan di Boston



Penduduk beragama Islam yang tinggal di Boston, negara bagian Massachusetts, Amerika Serikat, menyambut bulan suci Ramadhan dengan semarak. Kisah ini dituturkan mahasiswi Indonesia yang sedang menuntut ilmu di University of Massachusetts- Boston, Haifa Inayah, kepada Republika.co.id.
Berpusat di Islamic Society of Boston Cultural Center (ISBCC), pen duduk Muslim yang berasal dari berbagai latar belakang itu me ngikuti beragam kegiatan Ramadhan yang digelar oleh para pengu rus masjid.
"Ramadhan ini benar-benar waktu yang sibuk. Di ISBCC sendiri, kami mengadakan buka puasa bersama di masjid setiap Jumat dan Sabtu, dan shalat Tarawih setiap malam, dan sambutan masyarakat benar-benar antusias. Tempat parkir selalu penuh," sebut Syekh Abdul- Malik Marchant, salah satu imam di ISBCC, 8 Juni lalu.

Selasa, 15 Mei 2018

Jelang Ramadhan, Warga UEA Rayakan Haq Al Laila

DUBAI -- MENJELANG BULAN SUCI RAMADHAN, WARGA UNI EMIRAT ARAB (UEA) MERAYAKAN HAQ AL LAILA. SETIAP TAHUNNYA, WARGA UEA MERAYAKAN MOMENTUM INI PADA 15 SYA'BAN, BULAN DALAM KALENDER LUNAR ISLAM SEBELUM RAMADHAN
Haq Al Laila adalah perayaan di negara-negara Teluk di mana anak-anak pergi dari pintu ke pintu dengan mengenakan pakaian tradisional dan bernyanyi demi kacang dan permen. Selama perayaan ini, pedagang souq (pasar tradisional) mengukur kacang-kacangan tidak dengan kilogram atau pound, melainkan dengan ma'an, ukuran Persia setara dengan sekitar 4 kg.
 
Amir dan pedagang asal Iran dari souq tua seperti halnya Abdullah Ali, pemilik Islamic Trading Est di Ras al Khaimah (kota di UEA), adalah penjaga tradisi tersebut. Ia memiliki dua gudang kecil untuk menyimpan permen yang akan dibagikan kepada anak-anak di seluruh negeri, saat bulan muncul pada 15 Sha'ban.
 
Di masa lalu, anak-anak berjalan melalui lorong di bawah cahaya bulan purnama. Kini, karena perkembangan permukiman yang tidak terkontrol, Haq Al Laila umumnya dirayakan di ruang kelas dan kantor pemerintah. Di semua lingkungan yang paling tradisional, anak-anak keluar dari rumah ke rumah.
 
Seorang pembeli untuk perayaan Haq Al Laila, Abdulla Al Zaabi (45), mengatakan satu hal yang belum berubah adalah orang-orang masih membeli hadiah perayaan dari pasar Iran. Al Zaabi pergi ke Souq dengan putrinya untuk membeli kacang dan permen untuk tetangganya. Ia sengaja berbelanja ke Souq karena ada beberapa barang yang tidak bisa ditemukan di tempat lain seperti Carrefour. Menurutnya, di masa lalu, anak-anak tidak mendapatkan apapun selain kacang. Jika beruntung, mereka bisa mendapatkan minuman dingin.
 

Tradisi Iktikaf di Prancis


Masyarakat Muslim di Prancis juga banyak menghabiskan waktu 10 hari terakhir mereka dengan beriktikaf untuk meraih malam penuh kemuliaan atau lailatul qadar. Banyak masjid membuat jadwal untuk membantu kumpulan jamaah berdoa dengan khusyuk sehingga terbebas dari godaan duniawi pada perburuan malam seribu bulan itu.
Sebuah masjid menyediakan tiga aula untuk dipakai iktikaf. ''Kami merayakan 10 hari terakhir Ramadhan dengan berbagai aktivitas, salah satunya adalah iktikaf,'' kata Hassen Chalghoumi, imam Masjid Drancy, masjid yang terletak di luar Paris.
Iktikaf adalah ibadah sunah dengan cara berdiam diri di masjid. Kegiatan ini selalu dilakukan Nabi Muhammad SAW pada 10 hari terakhir Ramadhan. Kegiatan iktikaf di antaranya adalah berdoa, membaca Alquran, dan berzikir.

Kamis, 03 Mei 2018

10 Serba Serbi Ramadhan di Seluruh Dunia


Umat islam tentunya sangat mengenal bulan ini dan menganggapnya sebagai bulan yang istimewa dan berbeda dengan bulan lainnya. Keistimewaan ramadhan ini tentunya dirasakan oleh seluruh umat islam di dunia. untuk mengetahui apa saja hal-hal yang terjadi di bulan ramadhan dan membuatnya berbeda dengan bulan lainnya. Berikut adalah serba serbi ramadhan :
1. Bulan puasa ramadhan
Bulan ramadhan juga disebut sebagai bulan puasa karena dibulan ini umat islam melaksanakan ibadah puasa. Puasa ramadhan (baca juga puasa ramadhan dan fadhilahnya) tidak seperti puasa lain yang sunnah,  puasa ramadhan wajib hukumnya bagi umat islam yang sudah memenuhi syarat wajib puasa diantaranya islam, baligh, berakal sehat dan mumayyiz.
Dalam melaksanakan puasa ramadhan umat islam juga harus memenuhi syarat sah puasa dan rukun puasa ramadhan yang mengaharuskan menahan diri dari makan, minum dan hal-hal lain lain yang dapat membatalkan puasa. meskipun demikian ada beberapa perkara yang memperbolehkan seseorang meninggalkan ibadah puasa namun ia wajib mengganti atau mengqadha puasa tersebut dikemudian hari setelah bulan ramadhan (baca niat puasa ganti ramadhan) . Kewajiban berpuasa itu sendiri terdapat dalam Alqur’an surat Albaqarah ayat 183 yang berbunyi
ÙŠَاأَÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ Ø¡َامَÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Senin, 19 Juni 2017

Ini Makna di Balik Nuzulul Quran

Oleh: Hidayat Nur Wahid

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Setiap Muslim wajib beriman kepada kitab-kitab Allah. Dan di antara kitab-kitab Allah yang mulia itu, hanya Alquranlah yang masih terpelihara keaslian dan kemurniannya, sesuai dengan janji Allah SWT (QS al-Hijr: 9).

Manusia hidup di muka bumi ba gaikan seorang musafir yang se dang mengembara, begitulah gambaran yang diberikan Nabi Muhammad SAW. Sebagai musafir, maka diperlukanlah sebuah guide book sebagai panduan agar manusia tidak tersesat dan bisa sampai di tempat tujuan akhir dengan selamat. Allah SWT telah memberikan sebuah kitab sebagai buku panduan perjalanan yang diturunkan melalui Malaikat Jibril AS kepada Nabi Muhammad SAW sebagai Amiirussafar dari dunia menuju akhirat, yaitu Alquranul Karim.

Sebagai buku panduan, maka orang yang menggunakannya harus lah memanfaatkannya dengan penuh keyakinan tanpa ada keraguan. Oleh karena itu, Allah SWT menegaskan, "Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan di dalamnya, petunjuk bagi orang yang bertakwa." (QS al-Baqarah: 2).

Minggu, 28 Mei 2017

Fakta Unik Ramadhan Di Berbagai Negara

Bagi kita yang menjalankan ibadah puasa di Indonesia, tentunya pasti tau hal-hal apa saja yang akan kita temui di bulan puasa ini. Makanan apa yang menjadi favorit kita saat berbuka puasa, hal apa saja yang kita lakukan saat menunggu waktu berbuka tiba, atau mungkin tempat-tempat favorit saat momen berbuka buasa bersama keluarga atau kerabat.

Tapi, apakah Anda tahu hal-hal dan fakta unik apa saja yang ada di beberapa negara saat bulan Ramadhan tiba? Daripada Anda menebak-nebak sendiri, berikut fakta-fakta unik Ramadhan dari berbagai negara.

  1. Amerika
Fakta unik pertama datang dari negara Amerika. Puasa di Amerika bisa sampai 15 jam sehari, dan bisa lebih. Menu berbukanya? Tentu bukan dengan lontong ataupun es buah. Ya. Muslim di Amerika biasanya tetap melahap hotdog dan burger saat berbuka puasa. Di sana, juga biasanya tidak terdengar suara adzan, tidak ada kentungan, bedug ataupun tanda imsak.

  1. Rusia
Yang kedua yaitu negara Rusia. Puasa di negari beruang putih ini berlangsung sekitar 17 jam sehari. Saat Ramadhan, hampir di seluruh masjid-masjid di sana, menggelar bazar dadakan. Mereka biasanya menjual buku-buku Islami, souvenir, minyak wangi, dan kopiah. Berbuka puasa di Masjid Yarman, salah utara Moskow sangat menyenangkan. Umat Islam hampir selalu berkumpul di setiap waktu shalat.