Selasa, 21 Maret 2023

Isi Surat Suleiman I Ini Buktikan Tunduknya Prancis kepada Kesultanan Ottoman Islam


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Terbukanya aliansi Prancis-Utsmaniyah menandakan babak baru dalam sejarah konfrontasi antara Barat dan Timur, khususnya sejak akhir Abad Pertengahan.
Pada mulanya, Prancis menjalin hubungan diplomatik dengan Kesultanan Mamluk yang berpusat di Mesir. Mamluk memberikan konsesi kepada Prancis untuk berdagang di pelabuhan-pelabuhan Mesir.
Sesudah Mesir dikuasai Turki Utsmaniyah, perjanjian itu sempat ter jeda. Prancis pun larut dalam per saingan dengan Wangsa Habsburg, terutama dalam merebut wilayah Eropa Selatan. Pada Januari 1515, Francis I naik takhta memimpin negeri itu.
Dua tahun kemudian, Paus Leo X mendekati raja muda yang berusia 21 tahun itu dan menawarkan kepadanya untuk memimpin aliansi militer melawan Sultan Selim I.
Francis I menyambut dengan antusias tawaran itu. Namun, konsentrasinya terpecah untuk misi militer negerinya di kancah Perang Italia yang sudah berlangsung sejak 1494. Perang itu mempertemukan antara Pran cis dan Wangsa Habsburg.

Sabtu, 18 Maret 2023

4 Hal yang Dirindukan Saat Ramadan Jauh dari Kampung Halaman

Bulan Ramadan yang mulia telah datang, perasaan bahagia dan haru menyerang hati bagi umat muslim. Terlebih bagi para perantau yang menjalani hari-hari di bulan Ramadan jauh dari kampung halaman. Membutuhkan perjuangan untuk jalani hari tanpa kerabat dekat dan masakan ibu. 

Yang dinamakan perjuangan di bulan Ramadan adalah perjuangan menahan rindu yang ada di dada untuk merasakan suasana Ramadan di kampung halaman. Dan pada dasarnya, rindu tersebut ada bermacam-macam. Mulai rindu akan meriahnya keceriaan anak-anak kampung yang sedang membangunkan warga untuk makan sahur, rindu berbuka puasa dengan masakan ibu atau orang tercinta di rumah, hingga rindu suara azan Magrib dari masjid terdekat di sekitar rumah.

Berdasarkan pengalaman pribadi, juga sharing dengan kawan serta saudara yang juga jauh dari kampung halaman, setidaknya empat hal ini adalah hal utama yang sering kali dirindukan dari kampung halaman saat Ramadan.

 

1. Menu Buka dan Sahur Buatan Ibu

Buat Anda yang masih menuntut ilmu dan bekerja, sementara kamu masih single atau belum berumah tangga, satu hal yang sering kali akan Anda rindukan dari kampung halaman adalah menu buka puasa dan sahur yang dibuat oleh ibu. Saking rindunya, rasanya seperti tak ada menu buka puasa dan menu sahur yang lebih nikmat serta lezat dari masakan ibu di kampung halaman di tempat kamu saat ini berada.

2. Keceriaan Anak di Kampung Halaman

Saat meenanti waktu buka di setiap daerah atau tempat, untuk menanti waktu berbuka pastinya anak-anak selalu punya acara dan aktivitas tersendiri yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Ada daerah di mana sebelum waktu buka anak-anak senang bermain kartu, bermain karet gelang, atau sekadar bermain petak umpet dengan senyum yang tulus dan bahagia. Sementara di daerah lain, kemungkinan besar anak-anak akan sibuk menyalakan petasan atau sekedar bersepeda bersama keliling kompleks.

Meski aktivitas dari anak-anak ini terbilang sangat biasa dan tak ada yang istimewa, sadar atau tidak saat Anda berada jauh dari kampung halaman, Anda akan merindukan keceriaan mereka. Apalagi, jika saat jauh dari kampung halaman tersebut anda begitu sibuk dengan aktivitas di kampus, juga di tempat kerja, dan jarang sekali melihat keceriaan yang tulus dari anak-anak di sekitar Anda. 

4.Suasana Rumah

Menjalankan ibadah puasa di rumah bersama orangtua dan keluarga besar tercinta tentu sangat menyenangkan dan memiliki rasa tersendiri. Namun,, rasa ini tentu akan hilang saat menjalankan ibadah puasa di tempat yang jauh dari rumah, jauh dari orang tua, dan jauh dari keluarga tercinta.

Rasa yang berbeda ini bahkan akan semakin bikin baper jika Anda menyadari bahwa Ramadan ini Anda tak lagi bisa makan apa saja yang dimasak ibu. Melainkan, di tempat yang jauh dari rumah ini, Anda dituntut untuk berpikir dan mencari sendiri menu apa untuk buka dan sahur hari ini. Sadar atau tidak, kamu pasti akan merindukan suasana rumah, meski itu adalah hal-hal yang sangat kecil dan sederhana sekalipun.

5. Meriahnya Suasana Kampung Halaman

Besar di kampung halaman yang mayoritas adalah muslim dan begitu antusias menyambut Ramadan tentu merupakan suatu hal yang sangat mengesankan dan tak bisa dilupakan begitu saja. Suara anak-anak yang fasih membaca Alquran, bersemangat tadarus di masjid terdekat saat Subuh, selepas tarawih juga sebelum berbuka, berangkat bersama para tetangga untuk pergi ke masjid untuk menunaikan salat tarawih, juga meriahnya suara anak-anak muda yang keliling kampung membangunkan sahur. Tidak jarang hal ini akan membuatmu begitu rindu dengan kampung halaman.  

Itulah beberapa hal yang seringkali membuat seseorang merindukan kampung halaman saat Ramadan, sementara ia berada jauh di tanah rantau. Meski rasa rindu itu menggebu-gebu dan sering kali membuat pilu, untuk mengurangi rindu tersebut dan jadikan Ramadan semakin berkah, usahakan agar tetap sabar, tenang dan perbanyak melakukan ibadah di bulan Ramadan. Usahakan pula untuk berkumpul dan bercengkerama bersama sahabat baru di tempat baru, temukan saudara baru di tempat baru dan lakukan berbagai kegiatan positif yang juga akan membuatmu merasa nyaman dan bangga telah berada di tempat baru.

Kalau memang tak bisa lagi menahan rindu akan kampung halaman, hubungi orang rumah via telepon juga internet. Rencanakan pula untuk mudik ke kampung halaman dengan baik dan bijak agar Ramadan kali ini semakin mengesankan. Bagi anda yang sedang menjalankan ibadah puasa, selamat menjalankan ibadah puasa. Di manapun dan bersama siapa pun Anda saat ini.

Pentingnya Niat Puasa Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat tiba bulan suci Ramadhan, seluruh umat muslim yang baligh dan berakal diwajibkan untuk berpuasa dan memperbanyak amal salih. Karena pada bulan ini, pintu rahmat dan ampunan Allah dibuka seluas-luasnya kepada para hamba-Nya yang beriman.

Ulama sepakat dalam menjalankan ibadah puasa, niat menjadi syarat sahnya puasa. Artinya, sebelum kita melakukan puasa sejak pagi hingga petang, niat tidak boleh lupa. Karena jika melupakan niat puasa maka puasa kita menjadi tidak sah.

“Sebelum mulai berpuasa umat Islam harus mengucapkan niat puasa terlebih dahulu. Karena sebagaimana ibadah-ibadah lainnya puasa tidak akan sah apabila dilakukan tanpa niat terlebih dahulu,” kata Abu Malik Kamal dalam bukunya Fiqih Sunnah Wanita, Sabtu (18/3/2023).

Menurut mayoritas ulama, niat puasa wajib seperti halnya puasa Ramadhan maka niat harus dilakukan pada malam hari sebelum fajar terbit. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Hafshah bahwa Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa tidak berniat puasa sebelum fajar terbit, puasanya tidak sah,” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i dan Ibnu Hibban)


Kamis, 02 Maret 2023

Meneladani Umar bin Abdul Aziz yang Menolak Hak Gaji Khalifah

 


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Umar bin Abdul Aziz merupakan salah satu khalifah (khalifah ke-8) pada masa Dinasti Umayyah. Dia memegang pucuk pimpinan kekhalifahan dari tahun 717 M hingga 720 M, atau dari tahun 99 H sampai 101 H. Meski hanya sekitar dua-tiga tahun menjabat, banyak keteladanan yang patut dipetik dari sosoknya.

Salah satunya ketika pengangkatan dirinya sebagai khalifah. Umar sendiri adalah putra dari Abdul Aziz bin Marwan, gubernur Mesir di masa Dinasti Umayyah dari 685 M sampai 705 M.

Dalam buku Mengenal Pola Kepemimpinan Umat dari Karakteristik Perihidup Khalifah Rasulullah (terjemahan Khulafaurrasul) karya Khalid Muhammad Khalid terbitan Diponegoro Bandung 1999, dikisahkan bagaimana penghasilan Umar sebelum dan sesudah diangkat menjadi khalifah.