FORKARISMA
( Forum Komunikasi Remaja Islam Masjid Al-Barkah )
Minggu, 01 Februari 2026
Bulan Ramadhan: Sejarah, Makna, dan Amalan-Amalan yang Perlu Diketahui
Sejarah Bulan Ramadhan
Sejak kecil, mungkin banyak yang bertanya, mengapa umat Islam berpuasa di bulan Ramadhan? Sejarahnya berawal dari zaman Nabi Muhammad SAW. Sebelum kewajiban puasa Ramadhan ditetapkan, umat Islam menjalankan puasa pada Hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram.
Ini mengikuti tradisi kaum Yahudi yang berpuasa sebagai bentuk syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dari kejaran Firaun.
Minggu, 18 Januari 2026
Golongan yang Dijauhkan dari Telaga Rasulullah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Telaga al-Kautsar adalah sebuah karunia besar yang Allah berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Di Telaga Rasulullah SAW itu, umat Islam kelak pada hari kiamat akan berjumpa dengan beliau. Mereka pun akan menikmati air yang penuh berkah itu.
Nabi SAW bersabda, "Telagaku seluas perjalanan selama satu bulan dan panjang tepi-tepinya sama dengannya. Air telaga itu lebih putih daripada susu, wanginya lebih harum daripada minyak misk, cangkirnya sejumlah bintang-bintang yang ada di langit. Maka barang siapa yang telah meminum air telaga tersebut, niscaya dia tidak akan merasakan haus selama-lamanya"
Bagaimanapun, tidak semua umat akan menerima berkah dan kehormatan untuk meminum air dari Telaga Nabi. Lantas, siapa saja yang justru dijauhkan dari kesempatan yang luar biasa besar itu?
Nabi SAW bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh ummul mukminin 'Aisyah RA.
وعن عائشة رضي الله عنها قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول وهو بين ظهراني أصحابه: (إني على الحوض، أنتظر من يرد علي منكم، فوالله ليقتطعن دوني رجال، فلأقولن: أي رب! مني ومن أمتي، فيقول: إنك لا تدري ما عملوا بعدك
“Aku lebih dahulu dibanding kalian (sampai) di Telaga. Ditunjukkan kepadaku (tentang Telaga) beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan minuman untuk mereka dari telaga, mereka dijauhkan dariku. Aku pun bertanya kepada Tuhanku (mengapa mereka dijauhkan dari Telaga), 'Ini (mereka) adalah umatku.' Kemudian, Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bidah yang mereka buat sesudahmu'" (HR Muslim).
Selasa, 16 Desember 2025
3 Hal yang Dibenci Allah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Allah SWT menyuruh manusia agar mereka beriman dan bertakwa kepada-Nya. Umumnya, para ulama mendefinisikan takwa sebagai berikut. Menjaga diri dari perbuatan maksiat, meninggalkan dosa syirik, perbuatan keji, dan dosa-dosa besar. Dalam pengertian lain, takwa ialah melaksanakan segala perintah Allah serta menjauhi segala larangan-Nya.
Berkaitan dengan itu, ada sejumlah perkara yang disukai oleh Allah. Dan, ada pula hal-hal yang dibenci-Nya. Dari Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah meridhai kalian dalam tiga perkara dan benci kepada kalian dalam tiga perkara
Allah meridhai kalian jika kalian (pertama) beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. (Kedua) jika kalian berpegang teguh kepada agama-Nya dan tidak berpecah belah. (Ketiga) jika kalian saling menasihati kepada orang yang diserahkan kepadanya urusanmu.”
Kabar angin













