Rabu, 23 Maret 2022

4 Hal yang Harus dipersiapkan sebelum Ramadhan

 


Waktu terus berjalan, tak terasa tinggal menghitung hari untuk seluruh umat muslim memasuki Bulan Ramadhan 1443 H. Bagaimanapun keadaan kita, siap ataupun tidak siap Bulan Ramadhan akan datang, dan tentu beruntunglah orang yang sudah mempersiapkan diri menyambut Bulan Ramadhan. Adapun persiapan – persiapan yang dimaksud seperti :


1. Persiapan Ruhiyah (Keimanan)
Rasulllah SAW mengajarkan kepada kita tentang sebuah do’a menjelang Ramadhan :
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah berkahilah kami di Bulan Rajab  dan Sya’ban dan sampaikan usia kami di Bulan Ramadhan”.
Persiapan secara keimanan ini berupa pengendalian diri, menjaga hati agar ikhlas, bersih dari penyakit hati seperti iri, dengki, ria, dendam dan juga permusuhan. Melakukan silaturahmi baik secara langsung ataupun dengan alat komunikasi dan saling memaafkan sebelun Bulan Ramadhan.


2. Persiapan Jasadiyah (Fisik)
Ramadhan merupakan bulan yang ketika kita melakukan kebaikan maka kita akan mendapatkan pahala yang berlipat, ibadah sunnah akan mendapatkan pahala wajib, dan pahala ibadah wajib berlipat-lipat, sangat disayangkan apabila kita tidak bisa memanfaatkan Bulan Ramadhan sebaik mungkin karna kondisi fisik kita. Persiapan jasadiyah/ fisik ini seperti berolah raga teratur, banyak minum air putih dan makan vitamin. Apalagi sekarang sedang maraknya pandemi virus korona, alangkah baiknya kita sering cuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan lebih baik tinggal dirumah ketika tidak ada keperluan yang mendesak.


3. Persiapan Tsaqafiyah/Fikriyah (Keilmuan)
Rasulullah SAW, bersabda :
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)
Memahami tata cara ibadah yang benar akan membawa kita untuk meraih pahala, karena apabila suatu aktifitas kita tidak ditunjang dengan pengetahuan yang baik maka kita juga tidak akan mendapat hasil yang baik. Untuk itu perlulah kita persiapan ilmu seperti ilmu piqih, mempelajari sunnah Nabi Muhammad SAW, mengikuti majelis ilmu dan ibadah lain terkait di Bulan Ramadhan.


4. Persiapan Maaliyah (Harta)
Persiapan harta yang dimaksud seperti persiapan untuk bisa bersedekah, infaq dan zakat.
Semakin banyak kita memberi makan semakin banyak pula ganjaran pahala yang kita terima di Bulan Ramadhan.


Semoga ibadah puasa Ramadhan tahun ini lebih baik dengan persiapan yang lebih matang.

RESEP SHOLAT KHUSYU'

 RESEP SHOLAT KHUSYU'


1. Fokuskan pandangan

Pandangan yang tidak fokus alias menerawang akan menjadi jalan bagi khayalan-khayalan untuk masuk menyusup.

Maka pertama-tama, arahkan pandangan mata ke satu titik di tempat sujud.

Kalo sajadah yang di gunakan bercorak rame, cukup fokus ke tempat yang kosong.

2. Tadabburi bacaan sholat

Hayati dan renungkan setiap kata yang di baca sendiri atau yang di dengar dari imam.

3. Ingatlah kematian

Sholatlah sebagimana sholat terakhir orang yang hendak berpisah dari dunia.

Karena boleh jadi ini adalah sholat terakhir yang bisa di tegakkan, tidak ada yang tau kapan maut datang menjemput.

4. Ingatlah bahwa pahala sholat tergantung pada Khusyu'nya.

Nabi mengabarkan bahwa banyak orang yang sholat namun tidak mendapatkan pahala yang Full.

Ada yang cuma sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, dst.

Semua tergantung pada kualitas sholatnya.

Ibnu abbas mengatakan, bahwa bagian seseorang dari pahala sholat yang ia kerjakan, adalah sebanyak yang ia pahami dari sholatnya.

Maka untuk khusyu' di butuhkan koneksi dan sinergi antara semua anggota badan.

Mata yang fokus, telinga yang mendengar seksama, lisan yang memanjatkan bacaan-bacaan dengan syahdu. hati dan pikiran yang memahami makna sholat yang sedang di kerjakan, dan selalu takut akan mati yang buruk, juga anggota tubuh lain dalam menunaikan gerakan-gerakan sholat dengan Thuma'ninah.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang khusyu'.

Amin..

Minggu, 13 Maret 2022

LOGIKA UAS Kemana Kita Berpihak….?

 LOGIKA UAS

Kemana Kita Berpihak….? 

Ustadz ABDUL SOMAD (UAS), 

bertanya kepada jama'ahnya,

UAS 😗 :

"Andai kita hidup pd zaman Fira'un,

kira-kira kita jadi pengikut siapa, 

Fir'aun atau Nabi Musa?"

Jama'ah: "Musaaaaa."

 (Jawab jama'ah kompak).

UAS 😗 _"Yakiiin?"_

Jama'ah 😗 _"Yakiiiiiin....."_

UAS 😗 

Tapi yang membangun kota Mesir, Fir'aun.

Yang bangun infrastruktur juga dia.

Yang bangun piramida, Fir'aun. 

Yang paling kaya, Fir'aun.

Yang punya bala tentara banyak 

dan kuat, Fir'aun.

Yang punya banyak pengikut, Fir'aun.

Yang bisa memberi perlindungan 

dan jaminan,

Fir'aun.

Yang Berkuasa, Fir'aun.

Yang bisa menyediakan 

makanan dan minuman, 

Fir'aun.

Yang bisa adakan hiburan, Fir'aun. 

Yang bisa buat pusat perbelanjaan, Fir'aun.

Bahkan jika teknologi nya sudah ada,

mungkin *Kartu Mesir Sehat* 

dan *Kartu Mesir Pintar* juga dibuatnya."

Sementara Nabi Musa......

siapa dia?

Hanya seorang penggembala kambing. 

Bicara saja tidak fasih alias cadel 

(akibat pernah memakan bara api diwaktu bayi). 

Hanya memiliki sebatang tongkat butut.

Masih yakin mau ikut Nabi Musa........?

Tanya *UAS* sekali lagi.

Jamaah terdiam... Saling toleh satu sama lain.

UAS 😗 

"Kerjaan Nabi Musa hanya 

sebagai penjaga kambing, 

tiba-tiba mau mengajak kita menyeberangi lautan,

tanpa memakai sampan, tanpa perahu, tanpa kapal.

Apakah yakin kita mau ikut Nabi Musa?"

Tak satupun jama'ah berani menjawab.

Semua tertunduk, diam seribu bahasa.

UAS 😗 

Betapa sesungguhnya manusia 

zaman Firaun dan zaman sekarang, 

tidak ada bedanya. 

Di Zaman sekarang ini, mayoritas 

tergila gila* pada harta, wanita, pangkat, jabatan, pujian, rayuan. Cinta materi. Al Wahn

(cinta keduniawian)

Sungguh, Fir'aun itu akan tetap ada 

hingga akhir zaman. 

Hanya saja berubah wajah dan bentuknya. 

Juga namanya.

Namun secara hakikat dia akan terus ada. 

Sebab sejarah akan berulang, 

dan kita harus tetap yakin seyakinnya biidznillah

Fir'aun dikalahkan oleh Musa,

karena Kuasa ALLAH AZZA WA JALLA.

Siapapun yang akan jadi pemimpin

itu sudah menjadi takdir. Sudah tertulis 

di Lauhul Mahfudz, tetapi ALLAH SWT akan mencatat dimana *KITA BERPIHAK*

Belajarlah dari CICAK dan Burung Pipit.

Dahulu saat Nabi Ibrahim Alaihi Salam dibakar oleh Raja Namrud, 

datanglah burung pipit yang 

bolak balik mengambil air 

dan meneteskan air itu di atas api 

yang membakar Nabi Ibrahim.

Cicak yang melihatnya tertawa. "Hai pipit, bodoh amat yang kau lakukan itu. 

Paruhmu yang kecil hanya bisa menghasilkan

beberapa tetes air saja, 

mana mungkin bisa memadamkan api itu..?

Burung pipit pun menjawab:

"Wahai cicak, memang tak mungkinlah 

aku bisa memadamkan api yang besar itu, 

tapi aku tak mau jika ALLAH SWT

melihat Aku diam saja

saat sesuatu yang ALLAH cintai dizholimi 

Allah tak akan melihat 

apakah aku berhasil memadamkan 

api itu atau tidak.

Tetapi Allah akan melihat 

di mana aku berpihak.

Cicak terus tertawa, dan sambil

menjulurkan lidahnya ia berusaha 

meniup api yang membakar 

Nabi Ibrahim Alaihi Salam 

agar cepat membesar.

Memang tiupan cicak tak 

ada artinya tak menambah 

besar api yang membakar 

Nabi Ibrahim, 

tetapi Allah melihat dimana Cicak berpihak.

Hikayat ini terjadi sekarang. 

dan akan terus berulang. 

Saat Al-Qur'an dinistakan, 

suara Azan dipermasalahkan,

bendera tauhid dibakar dan 

pembela Agama dikriminalisasi.

Aku bertanya padamu sahabat: 

Dimanakah kau berpihak......?????

Memang, pilihanmu tak akan mengubah sedikitpun takdir Allah. 

Tapi Allah akan mencatat dimana kau berpihak.

Berada di barisan mana dirimu, 

Siapa dan apa yang kamu dukung.

Ingat-ingat... pilihanmu akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Untuk kita Renungkan 

Semoga Kita semua selalu dalam Lindungan ALLAH SWT Aamiin...yaa Mujibassailiin...🤲

......

*Termasuk orang yg mau share atau tidak setiap postingan yg berisi syiar Islam*

Rabu, 02 Maret 2022

Infaq Pembangunan jembatan menuju Masjid Al Barkah


Silahkan yang ingin beramal Jariah, kami Panitia Pembangunan Jembatan menuju Masjid Al Barkah Sudimara menerima Donasi