- Sifat tulus atau ketulusan : sifat ini menyebabkan orang lain nyaman dengan Anda, tidak ada kebohongan atau pura-pura dengan berbagai alasan yang mengada-ada.
- Kerendahan hati : siapapun akan menyukai orang yang tidak sombong, bagai padi semakin merunduk semakin berisi.
- Kesetiaan : memiliki komitmen dan tidak melanggar janjinya adalah sesuatu yang langka dan diidam-idamkan setiap orang.
- Bersikap positif : selalu melihat sisi positif dari suatu kejadian. Lebih suka membicarakan kebaikan orang lain daripada keburukan orang lain.
- Ceria : siapapun akan senang jika berhubungan dengan orang berkepribadian ceria karena ia akan selalu menghidupkan suasana Anda.
- Bertanggung jawab : orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan segala sesuatu dengan sungguh-sungguh. Sehingga ia akan berusaha meminimalisir kesalahan. Bila terjadi kesalahan pun ia akan bersedia menanggungnya.
- Percaya diri : berarti ia bisa menghargai dirinya dengan baik, begitu pula menghargai diri orang lain karena ia mengetahui apa yang baik dan buruk terhadap dirinya dan orang lain.
- Kebesaran jiwa : mampu memaafkan orang lain dan bisa tegar ketika menghadapi masalah.
- Easy going : tidak suka membesar-besarkan masalah kecil malah berusaha mengecilkan setiap masalah.
- Memiliki empaty : sifat yang mengagumkan, ia mampu menjadi pendengar yang baik. Ketika terjadi konflik ia akan menempatkan diri sebagai penengah.
Selasa, 27 Juli 2021
10 Kwalitas pribadi yang disukai
Rabu, 21 Juli 2021
8 HAL YANG AKAN HILANG & TAK BERGUNA
Senin, 21 Juni 2021
2 SUMBER MAKSIAT
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kamis, 03 Juni 2021
OMONG KOSONG
🌴🌴🌴
Betapa seringnya angan-angan indah terlintas dipikiran kita
Kadang terbetik di hati ingin berbuat kebaikan
Ingin membantu orang… Ingin beramal
Ingin berdakwah
Ingin beribadah
Ingin ini dan itu
Kita berkoar-koar bagaikan ayam yang hendak bertelur
(tapi kalau ayam ada telornya, he he he)
🌴🌴🌴
Namun pada akhirnya kebanyakan apa yang kita katakan hilang begitu saja
Bak menulis di atas air
Atau melangkah di padang pasir yang kering… hilang bekasnya diterpa angin
🌴🌴🌴
Ada seseorang yang pernah berpesan:
لتكن خطاك في دروب الخير ،، على رمل ندي لايسمع لها وقع،،ولكن آثارها بينة
“Hendaklah langkah-langkahmu di jalan kebaikan itu, seperti melangkah di pasir yang basah
Tidak terdengan suaranya
Namun bekasnya tampak dengan jelas”.
Iya… biar orang tidak melihat kita
Tapi mereka melihat bekas langkah kita
🌴🌴🌴
Mungkin kiranya nasehat ini bermanfaat buat yang menulis dan yang membaca
Ditulis oleh Ustadz DR. Syafiq Riza Basalamah MA حفظه الله
======🌴🌴🌴🌴🌴======
Senin, 29 Oktober 2018
Yu nembang LÉANG-LÉANG
Senin, 08 Oktober 2018
*HASIL SURVEY Ustadz KOMARUDIN*
Senin, 20 Agustus 2018
*Oase Shubuh:*
Ada yang aneh dari sudut pandang Aisyah r.a. terhadap suaminya, Rasulullah. Ia terheran ketika mendapati Rasul yang begitu menikmati shalat sunnah hingga kakinya bengkak. Apa beliau tidak merasakan sakit itu?
Jumat, 03 Agustus 2018
*IMAM MALIK* *Vs* *IMAM SYAFI'I*
Kamis, 05 Juli 2018
*SEBUAH ANEKDOT YG SANGAT MENYEDIHKAN*
*DULU AKU INI SIAPA & SEKARANG MAU KEMANA ?*
Jumat, 29 Juni 2018
🌀 *~ALLAH MEMANGGIL KITA HANYA 3X SAJA SEUMUR HIDUP..✍🏼*
Rabu, 30 Mei 2018
Bukti Ketika Allah SWT Mencintai Hambanya
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ. (رواه البخاري)
"Sesungguhnya apabila Allah azza wa jalla mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil malaikat Jibril dan berkata:
“Wahai Jibril, aku mencintai orang ini maka cintailah dia!” Maka Jibrilpun mencintainya, lalu Jibril mengumumkannya kepada seluruh penduduk langit dan berkata: “Wahai penduduk langit, sesungguhnya Allah mencintai orang ini, maka cintailah dia oleh kalian semua, maka seluruh penduduk langit pun mencintainya. Kemudian orang itu pun dicintai oleh segenap makhluk Allah di muka bumi”.
(Hadith Riwayat Al-Bukhari)
Tentu kita semua berharap agar dicintai Allah. Akan tetapi bagaimanakah caranya agar kita hendak meraih cinta Allah...?
Di dalam Madaarij As-Saalikin, Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah menyebutkan 10 sebab yang dapat mendatangkan kecintaan Allah.
Pertama:
قراءةُ القرآن بالتدبر والتفهّم لمعانيه وما أُريدَ به
Membaca Al-Quran dengan penuh tadabbur serta berusaha memahami makna-maknanya dan maksud yang terkandung di dalamnya.
Kedua:
التقرب إلى الله بالنوافل بعد الفرائض
Mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan-amalan sunnah sesudah amalan-amalan wajib.
Ketiga:
دوام ذكره على كل حال باللسان والقلب والعمل والحال فنصيبه من المحبة على قدر نصيبه من هذاالذكر.
Senantiasa berzikir mengingat Allah dalam setiap masa, baik dengan lisan, hati, perbuatan mahupun keadaan. Kerana kadar kecintaan tergantung pada seberapa besar kadar zikir tersebut.
Keempat:
إيثارُ محابّه على محابّك عند غلَبَات الهوى، والتسَنُّمُ إلى محابّه وإن صَعُبَ المرتقى.
Mengutamakan segala yang dicintai Allah daripada apa yang engkau cintai ketika hawa nafsu berkuasa. Selalu berusaha mencintai segala yang dicintai-Nya meski harus melalui berbagai rintangan
Kelima:
مطالعة القلب لأسمائه وصفاته
Hati senantiasa menelaah dan merenungi nama-nama Allah dan sifat-sifat-Nya.
Keenam:
مشاهدة برِّه وإحسانه وآلائه ونعمه الباطنة
Mengakui berbagai kebaikan dan nikmat-Nya, baik yang bersifat lahir mahupun batin.
Ketujuh:
انكسار القلب بكليته بين يدي الله تعالى
Tunduknya hati dengan segenap jiwa di hadapan Allah ta'ala.
Kelapan:
الخلوة به وقت النزول الإلهي لمناجاته وتلاوة كلامه، والوقوف بالقلب والتأدب بأدب العبودية بين يديه، ثم ختم ذلك بالاستغفار والتوبة.
Menyendiri bersama-Nya saat Dia turun (pada sepertiga malam terakhir) dengan bermunajat kepada-Nya, membaca kitab-Nya, menghadirkan hati dan bersikap dengan adab penghambaan dihadapan-Nya. Kemudian menutup bacaannya tersebut dengan istighfar dan taubat.
Kesembilan:
مجالسة المحبين الصادقين، والتقاط أطايب ثمرات كلامهم كما ينتقى أطايب الثمر، ولا تتكلَّم إلا إذا ترجَّحتْ مصلحة الكلام، وعلمتَ أنَّ فيه مزيدًا لحالك ومنفعةً لغيرك.
Senantiasa duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dengan jujur. Memetik buah yang baik dari ucapan mereka. Dan tidak berbicara kecuali tampak jelas adanya maslahat dalam pembicaraan tersebut, serta mengetahui bahawa dalam pembicaraan tersebut ada manfaat bagi dirimu dan orang lain.
Kesepuluh:
مباعدةُ كلِّ سببٍ يحولُ بينَ القلب وبينَ اللهِ عزَّ وجلَّ.
Menjauhi semua sebab yang menjadi penghalang antara hati dengan Allah.
(Madarij As-Salikin)
Disamping itu, berdoalah kepada Allah dengan doa nabiyullah Daud AS yang berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِيْ يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أََحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِيْ وَمِنَ الْمَاءِ الْبَارِدِ
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu. Dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat menghantarku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin (di padang yang tandus)”.
Bila Rasulullah SAW mengingat Nabi Daud AS beliau menggelarinya sebaik-baik manusia dalam beribadah kepada Allah.
(Hadith Riwayat At-Tirmidzi)
Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai dan dicintai Allah azza wa jalla.
Justeru, berusahalah untuk menyintai dan dicintai...
Senin, 30 April 2018
📕 HADITS -HADITS DHA'IF DAN PALSU SEPUTAR NISHFU SYA'BAN
Hadīts yang diriwayatkan oleh Ibnu Mājah dari 'Ali bin Abi Thalib radhiyallāhu 'anhu: berkata:
"Diriwayatkan (kata "diriwayatkan" di sini menunjukkan kelemahan)"
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا
Jika pada pertengahan bulan Sya'ban maka malamnya beribadahlah, siangnya berpuasalah. Sesungguhnya Allāh turun ke langit dunia di malam nisfu Sya'ban sampai terbenam matahari.
Kemudian Allāh berfirman:
فَيَقُولُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ
↝Adakah yang minta ampun kepada-Ku, Aku langsung ampuni dia.
↝Adakah yang meminta rizki kepada-Ku, Aku berikan rizki kepada dia.
↝Adakah seseorang yang terkena penyakit kemudian dia minta sehat kepada-Ku, Aku akan sehatkan dia.
Adakah....adakah....adakah...
Sampai waktu subuh."
Hadīts ini maudhu' (palsu), kenapa?
Karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Abū Bakar bin Abdillāh.
⇛Imām Ahmad mengatakan, Abū Bakar bin Abdillāh sering memalsukan hadīts. Imām Bukhāri dan Imām Ahmad mengatakan seperti itu.
⇛Imām Nasāi mengatakan matruk, perawi ini ditinggalkan oleh ahli hadīts karena sangat suka memalsukan hadīts. Jadi hadītsnya palsu.
⇛Imām Ibnu Hibban mengatakan bahwa dia adalah seorang perawi yang sering meriwayatkan hadīts-hadīts palsu.
➡ Hadits kedua :
Kemudian hadīts yang lain yang sering dipakai dan terdapat dalam kitāb Kanzul Ummal:
"Barang siapa yang menghidupkan malam Idul 'Ad-ha, Idul Fithr dan malam nisfu Sya'ban maka hatinya tidak akan mati ketika hari-hari semua hati mati."
⇛ Derajat hadīts ini adalah hadīts yang mudhtharib (hadīts yang lemah sekali) karena di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Marwan bin Salim.
⇛Imām Ahmad mengatakan, Marwan bin Salim ini "laisa bi tsiqah" (Orang yang tidak bisa dipercaya).
Ustadz, Imām Ahmad kok berani sekali ngata-ngatain orang?
"Bukan ngata-ngatain, tetapi ingin menjelaskan kelemahan hadīts."
⇛Imam Ad Daruquthni mengatakan, matrukul, orang ini ditinggalkan hadītsnya.
⇛Yahya ibnu Said Al Qaththan, seorang ulama hadīts , mengatakan: laisa bi syai', perawi ini tidak ada harganya.
➡ Hadits Ketiga :
Ada lagi hadīts yang ke-3 yang berkenaan dengan mengkhususkan amalan pada malam nisfu Sya'ban.
Ingat, di awal pertemuan tadi kita jelaskan bahwa memang malam nisfu Sya'ban malam yang utama, apa keutamaannya?
⇛Keutamaannya yaitu Allāh akan mengampuni seluruh makhluk kecuali yang berbuat syirik, yang bertengkar dan yang hasad.
Diriwayatkan dari Mu'ādz bin Jabbal radhiyallāhu 'anhu, Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda:
"Barang siapa yang menghidupkan 5 malam, maka wajib baginya mendapatkan surga, yaitu malam hari tarwiyyah (tanggal 7 malam 8 dari bulan Dzulhijjah) malam hari arafah (malam ke 9 bulan Dzulhijjah), malam hari Idul Adh-ha, malam hari Idul Fithr dan malam nisfu Sya'ban."
⇛Hadīts ini adalah hadīts yang di dalamnya ada perawi yang matruk sehingga bisa dikategorikan hadīts yang maudhu atau lemah sekali.
Di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Abdurrahman bin Zaid Al Ammi, kata Yahya bin Said Al Qaththan: kadzab, tukang dusta.
Dan kalau ada didalam hadīts ada seorang perawi yang kadzab, itu pasti hadīts palsu.
⇛Dan Imām Nasāi mengatakan matruk, hadīts ini adalah lemah sekali .
Kemudian juga di dalamnya ada seorang perawi yang bernama Suwaib ibn Said, dia dhaif, seorang perawi yang lemah.
Jadi cacat hadīts ini banyak sekali.
📝 Oleh Ustadz Ahmad Zainuddin
style="display:inline-block;width:300px;height:250px"
data-ad-client="ca-pub-3876420734938061"
data-ad-slot="4732006294">
Sabtu, 28 April 2018
Membawa Handphone Kedalam Masjid / di Depan Ka'bah.
Syeikh Nuruddin Albanjari dalam sebuah ceramahnya pernah memberi pertanyaan kepada para jamaahnya.
"Kenapa tidak ada seorang pun pemain sepak bola yang membawa handphone mereka masuk lapangan ketika bertanding?"
Jamaah terdiam, tidak ada satu pun yang menjawab.
Kemudian Syeikh melanjutkan.
"Sebab tidak ada kepentingan. Mereka hanya perlu fokus pada permainan mereka."
Jadi kenapa kita perlu membawa handphone ketika masuk ke rumah ALLAH atau Masjid?
Apakah lapangan bola itu lebih mulia daripada masjid? Atau apakah bermain bola itu perlu lebih fokus atau khusyuk daripada shalat ?
Mulai sekarang!, belajarlah!. Belajarlah untuk tidak menyibukkan diri dengan handphone, netbook, dan laptop dalam rumah ALLAH (Masjid) karena tidak ada urusan yang lebih penting daripada urusan kita dengan ALLAH.
"Jaga adab kita dengan ALLAH."
Syeikh Abdurrahman Assudais, Imam Mesjidil Haram, di suatu masa ketika mengimamkan shalat di depan Ka`bah, beliau mendengar suara alunan musik dari salah satu handphone milik seorang jemaah yang turut sholat dibelakangnya.
Setelah selesai shalat beliau bangkit sambil menangis, ia berkata kepada jamaah shalat,
"Saya belum pernah mendengar musik di rumah saya, tetapi hari ini saya mendengar musik di rumah ALLAH".
Mari kita hormati dengan ketaqwaan yg amat sangat pada ALLAH SWT, utamanya pada saat kita berada di dalam masjid ..
Stop atau matikan HP & sejenisnya di masjid.
Wassalam.
Selasa, 27 Februari 2018
*MENYINDIR DIRI SENDIRI*
Sabtu, 24 Februari 2018
*SESUATU YG KAU KHAWATIRKAN, INI SOLUSINYA :*
(QS. 3 : 8)
(QS. 3 : 53)
Dasar Hukum dan Hikmah serta Manfaat Ukhuwah Islamiyah
Selasa, 13 Februari 2018
KISAH WANITA FILIPINA YANG SHOLIHAH...
Tak lama setelah dalam proses pencarian, ia menemukan alamat tsb dan mendapati rumahnya yg sangat sederhana.
Ust. Abu Abdillah Diar
____
-APA ITU "SAKIT"??-
Mereka yang menderitanya akan lebih sering menyebut Asma Allah dibandingkan ketika dalam sehatnya.
Dosa2 akan mudah teringat, jika datang sakit.
Sehingga lisan terbimbing untuk memohon ampun.
Sakit itu "Tauhid".
Bukankah saat sedang hebat rasa sakit, kalimat thoyyibah yang akan terus digetar?
Sakit itu "Muhasabah".
Kita lg sakit akan punya lebih banyak waktu untuk merenungi diri dalam sepi, menghitung2 bekal kembali.
Sakit itu "Jihad".
Kita ketika sakit tak boleh menyerah kalah, diwajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhan.
Bahkan sakit itu "Ilmu".
Bukankah ketika sakit, kita akan memeriksa, berkonsultasi & pada akhirnya merawat diri untuk berikutnya. Ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu "Nasihat".
Yang sakit mengingatkan si sehat untuk jaga diri. Yang sehat menghibur yang sakit agar mau bersabar.
Allah cinta dan sayang keduanya.
Sakit itu "Silaturrahim".
Saat dijenguk, bukankah keluarga yang jarang bertemu akhirnya datang membesuk, penuh senyum dan rindu mesra ?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah.
Sakit itu "Penggugur Dosa".
Barang haram tercelup di tubuh dilarutkan di dunia,
Anggota badan yang sakit dinyerikan dan dicuci-Nya.
Sakit itu "Mustajab Do'a". Imam As-Suyuthi keliling kota mencari orang sakit lalu minta dido'akan oleh yg sakit.
Sakit itu salah satu keadaan yg "Menyulitkan Syaitan".
Diajak maksiat tak mampu - tak mau. Dosa.. Lalu malah disesali.. Kemudian diampuni.
Sakit itu membuat "Sedikit tertawa dan banyak menangis".
Satu sikap ke-Insyaf-an yg disukai Nabi & para makhluk langit.
Sakit meningkatkan kualitas "Ibadah".
Rukuk - Sujud lebih khusyuk,
Tasbih - Istighfar lebih sering,
Bermunajat - Do'a jadi lebih lama.
Sakit itu memperbaiki "Akhlak".
Kesombongan terkikis, sifat tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut & Tawadhu'.
Dan pada akhirnya "SAKIT" membawa kita untuk selalu ingat "KEMATIAN"
Barakallah....




