Minggu, 05 Agustus 2012

Akhirnya Aku Sadar => Semua kembali pada Perbuatan masing-masing (Kisah yang amat sangat menyentuh)


Bismillaah . . .

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik.

Aku selalu mendengar do’a ibuku saat aku pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang.

Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”

Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…
Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.

Tahap Pertama Pembangunan Masjid dan Madin Al-barkah





Tempo Dulu











Masjid Al-barkah & Madin Al-barkah Ramadhan 1433 H
























Rabu, 01 Agustus 2012

Aurat

Menutup aurat, jangan pada saat sholat saja dengan mengenakan mukena, setelah sholat mukena dilipat.

dan kembali membuka auratnya.

memangnya, Allah dan RasulNya, menyuruh kita menutup aurat hanya pada saat sholat saja ?

Kalian mengenal Allah subhanahu wa ta'ala, tetapi tidak memenuhi hak-Nya.

Jika jiwamu condong kepada menerima syariat Allah yg satu lalu menolak syariat yg lainnya. Khawatirlah dgn ucapanmu yg enggan menutup aurat dgn benar, dengan mengatakan,“Yang penting aku shalat, puasa, & berzakat..”

Kalian membaca Al-Quran tapi tidak mengamalkan isi-Nya.

"Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari jilbabnya, fisiknya! "

trus ngapain salonan tiap minggu? make-upan? itu kan fisik? Dan Islam meyakini bahwa iman itu bukan hanya perkara hati, namun juga ditunjukkan dalam fisik atau amalan lahiriyah. Hati pun cerminan dari lahiriyah. Jika lahiriyah rusak, maka demikianlah hatinya

Kalian mengaku ingin masuk surga, tetapi tidak mau beramal
untuk [meraih]-nya.

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.
(A’idh Al-Qorni)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Setiap umatku masuk surga selain yang enggan,” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, lantas siapa yang enggan?” Nabi menjawab: “Siapa yang taat kepadaku masuk surga dan siapa yang membangkang aku berarti ia enggan.” HR. Bukhari 6737