Jumat, 20 Mei 2011

sebuah catatan di FB forkarisma (“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka)

“Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)

oleh aa garnena

Kisah Seekor Ulat dengan Nabi Daud as

Dalam sebuah kitab Imam Al-Ghazali menceritakan pada suatu ketika tatkala Nabi Daud a.s. sedang duduk dalam suraunya sambil membaca kitab az-Zabur, dengan tiba-tiba dia terpandang seekor ulat merah pada debu.

Lalu Nabi Daud a.s. berkata pada dirinya, “Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?”

Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata begitu, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu berkata-kata. Lalu ulat merah itu pun mula berkata-kata kepada Nabi Daud a.s. “Wahai Nabi Allah! Allah S.W.T telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca ‘Subhanallahu walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar’ setiap hari sebanyak 1000 kali dan pada malamnya Allah mengilhamkan kepadaku supaya membaca ‘Allahumma solli ala Muhammadin annabiyyil ummiyyi wa ala alihi wa sohbihi wa sallim’ setiap malam sebanyak 1000 kali.

Setelah ulat merah itu berkata demikian, maka dia pun bertanya kepada Nabi Daud a.s. “Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku agar aku dapat faedah darimu?”

Akhirnya Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat tersebut, dan dia sangat takut kepada Allah S.W.T. maka Nabi Daud a.s. pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.

Begitulah sikap para Nabi a.s. apabila mereka menyedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah S.W.T.

Kisah-kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang sama-sama kita tumpangi ini.

Senin, 09 Mei 2011

Sebuah Do'a sang Hamba

Alloh Maha Menatap,Alloh Maha Menyaksikan setiap kejadian manusia, termasuk segala kesulitan yg dihadapi. dan dia selalu berkenan membantu siapa saja yg minta bantuanNya "Ya Alloh, Engkau pasti melihat saya dlam kesusahan, Engkau jg melihat sy tidak mampu mengatasi kesusahan. saya hadir ke hadapanMu ya Alloh, memohon bantuanMu dan saya yakin Engkau tidak bakal tinggal diam melihat hambaMu yg sdang kesusahan "Amin...

Sabtu, 07 Mei 2011

" Kumpulan Catatan FB Forkarisma "(Barangsiapa yang taat kepadaku, berarti dia taat kepada Allah)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
مَنْ أَطَاعَنِيْ فَقَدْ أَطَاعَ اللهَ وَمَنْ عَصَانِيْ فَقَدْ عَصَى اللهُ. (رواه البخاري ومسلم)
Barangsiapa yang taat kepadaku, berarti dia taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, berarti dia ber-maksiat kepada Allah (HR. Bukhari Muslim)

Memegang Teguh Syariat Islam seperti halnya memegang bara ditangan, semakin di pegang maka akan semakin panas,,maka beruntunglah bagi siapa yang bisa tetap berada dalam kondisi itu,,,

"Dari Ibnu Abbas , bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa mendengar panggilan adzan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, ter-kecuali karena udzur (yang dibenarkan dalam agama)'." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya, hadits shahih)

Istighfar Nabi SAW dalam sehari semalam lebih dari 70 kali
Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman dia berkata; Abu Hurairah berkata; saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR.Bukhari:5832).

 

Minggu, 01 Mei 2011

Kutipan_Div. Dakwah Forkarisma

Jika engkau merasa bahwa segala yang di sekitarmu gelap dan pekat, tidakkah dirimu curiga bahwa engkaulah yang dikirim oleh Allah untuk menjadi cahaya bagi mereka. berhentilah mengeluhkan kegelapan itu, sebab sinarmulah yang sedang mereka nantikan, berkilaulah sahabat. karena kitalah umat terbaik yang Allah janjikan...



أَلَيْسَ اللَّهُ بِكافٍ عَبْدَهُ وَ يُخَوِّفُونَكَ بِالَّذينَ مِنْ دُونِهِ وَ مَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَما لَهُ مِنْ هادٍ
Bukankah Allahcukup untuk melindungi hamba- hamba-Nya. Dan mereka menaku-nakuti kamu dengan ( sembahan- sembahan ) yang selain Allah. Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun memberi petunjuk baginya.(Az-Zumar,36)

(( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ))
“Siapa saja yang menunjukkan jalan kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya". (HR. Muslim ).

“Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat-Ku).” (QS. Al Baqarah: 152).