Selasa, 14 Desember 2010

Tahun Baru Hijriyah


Hujan rintik-rintik sejak sore. Lalu selepas maghrib, hujan pun makin menderas. Malam ini adalah malam pertama di tahun yang baru, tahun 1434 H. Tahun baru Hijriyah memang berbeda dengan tahun baru Masehi yang terhitung pas tengah malam, yakni jam 00.00. Maka, setahu saya kalau tahun baru Hijriyah dimulai sejak awal malam alias maghrib.
Penyambutan pun tak segegap gempita menyambut tahun baru Masehi. Tahun baru hijriyah biasanya disambut dengan pengajian-pengajian di mushola dan masjid-masjid. Bisa juga dimeriahkan dengan aneka lomba pemahaman keislaman dan seni Islam. Meski begitu, terkadang pula diselipkan lomba-lomba yang membuat masyarakat terhibur ceria. Seperti panjat pinang, balap karung dan yang lainnya.
Teringat waktu kecil dan remaja, di kampung saya kadang pula menyambut tahun baru Hijriyah dengan meriah. Aneka lomba tersaji dan diikuti anak-anak kecil dan remaja. Ibu-ibu dan Bapak-bapak adalah suporternya, ramai sekali. Malamnya biasanya diadakan pengajian, kadang sengaja mendatangkan penceramah kondang dari daerah yang jauh. Ah, indah rasannya.
Saat-saat ini, bisa jadi berbeda ragam acaranya, karena mengingat pengorganisasian di remaja masjid dan DKM dah semakin baik. Ketika saya berkunjung ke sebuah percetakan. Di sana saya melihat ada beberapa pengerjaan spanduk acara menyambut tahun baru Hijriyah. Wow, acaranya banyak dan meriah. Tapi tampak acara tersebut dikemas dengan baik biar khidmatnya di dapat.
Bukan pesta pora untuk menyambutknya, tapi muhasabah indah tentang evaluasi setahun yang lalu, untuk perbaikan di tahun depan.

Selamat Tahun Baru 1434 H

Rabu, 01 Desember 2010

Ketua terbaru

Oh iya temen2 sehubungan telah berakhirnya masa kepemimpinan Sdr. Husni Qudratillah maka di bulan Ramadhan tahun 1430 H lalu Forum Komunikasi Remaja Islam Masjid Al-barkah (Forkarisma) telah meresafle beberapa pengurusnya, dan memutuskan Sdr. Imam Dwi Lutfi menjadi ketua terbaru angkatan ke-10

Syair Kehidupan

Kadang kala kita dihadapkan pada banyak pilihan hidup karena hidup adalah sebuah pilihan setidaknya kalimat itulah yang pernah disampaikan oleh guruku di kala aku masih belia. Seperti pertanyaan anakku saat mata indahnya mulai sedikit meredup karena menahan kantuk, waktu itu menunjukkan pukul 9 malam, seperti biasa aku menemaninya menghantarkan menuju lelap tidurnya, katanya ” Ayah, disekolah tadi ibu guru bilang, Aku dan teman-teman diminta untuk bisa menunjukkan kejujuran dan berani berbicara benar, menepati janji dan melakukan apa yang dijanjikan, dan terus menerus menyatukan kata dengan perbuatan. Ayah…. memangnya kenapa kita harus bersikap seperti ibu guru bilang ?” tanya anakku sambil mulai membetulkan guling kesukaannya.

Para Pengurus dan Anggota Forkarisma