Kamis, 01 November 2012

-KENAPA TIDAK mau BERJILBAB -


*. Takut Susah Mendapat Pekerjaan.*
Heeeeee? Memangnya ketika kita berdoa untuk meminta rezeki (pekerjaan) itu mintanya sama siapa, ya? Kan sama Allah. Kok maunya aja minta-minta, tapi giliran disuruh sama Yan
g Disembah kok nggak mau nurut.. Gimana mau dikasih? Yang kasih kerjaan itu Allah atau Departemen/Perusahaan? Kalau Allah gak izinkan, sekuat apapun usahanya juga gak bakal tembus.. Tapi kalau Allah sudah berkehendak, kun-fa-yakun! Wah, ibarat daunpun bisa jadi emas..

*. Jilbab Budaya Arab.*
Ada juga yang bilang begitu. Bukan budaya di Indonesia. Loh, bukankah Islam itu rahmatan lil’alamin? Nggak ada hubungan sama Arab atau negara manapun, asal dia muslimah, wajib ya wajib aja.. Hayo, mau bantah apa lagi..

*. Nanti Saja Kalau Sudah Tua, Sudah Hajjah.. *
Hahaha.. Itu mah aku bangetd, dulu ;P Yaa.. itulaah.. Siapa yang tau umur manusia? Siapa yang menyangka ajal akan menjemput ketika sedang sarapan pagi di restoran mewah di hotel bintang lima? Jangan-jangan sebelum tobat sudah dipanggil YME.. Oh, nooo.. Jadi? Pakai sekarang! Nggak usah nunggu ‘hidayah’.. Hidayah bisa dicari.. Seppp?

*. Cukup dengan Pakaian yang Terhormat*
Seperti yang diceritakan Quraish Shihab di Metrotv , ada perbedaan pendapat di antara ulama sendiri. Ada yang mengatakan bahwa jilbab itu tidak wajib, yang penting adalah pakaian yang terhormat. Namun dalam pemikiran aku pribadi, kalau boleh bertanya pada ulama tersebut; jika memang boleh hanya dengan pakaian terhormat, tanpa jilbab; bagaimana dengan surah Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31, yang menurut aku jelas menyebutkan tentang perintah agar mengulurkan jilbab menutupi tubuh dan menutupkan kain kudung ke dada? Bagaimana dengan kisah wanita kaum Anshar yang langsung merobek kain wol mereka untuk menutupi kepala begitu mendengar turunnya ayat tentang perintah berjilbab? Mereka nggak pakai mikir dan debat lagi, langsung aja menutup rambut kepala mereka. Kira-kira bagaimana interpretasi ayat-ayat tersebut sehingga bisa dimaknai menjadi cukup dengan pakaian terhormat saja, ya??? Sayang aku nggak ada di sana buat nanyain itu. Lagipula definisi pakaian terhormat akan sangat berbeda satu dan lain budaya, negara, ras, suku, dll. Bagaimana dengan suku yang wanitanya berpakaian hanya menutup kelaminnya saja, sementara bagian lain tidak tertutup sehelai benang-pun? Tentu menurut mereka pakaian itu sudah terhormat bagi wanita. Jadi.. Silakan menyimpulkan dengan keyakinan masing-masing

*. Yang Penting Hatinya Dikerudungi*
Rasanya sering aku denger alasan ini.. Cuma kalo dipikir-pikir.. Perempuan yang cantik, rajin sholat, puasa, zakat, sodakoh, udah haji, sering umroh, selalu berbuat baik, bagus ilmu agamanya, dll.. Tapi bajunya terbuka? Shortpants and tanktop? Bikini at the beach? Backless at the party? Kayaknya gak match deh.. Karena kalo dia baca Qur’an juga, pasti tau ada perintah Allah untuk menutup aurat.. Pasti tau juga hadis Nabi tentang perempuan yang berpakaian tapi telanjang tidak akan mencium baunya surga.. Jadi, buat apa hati dikerudungi kalau auratnya terbuka? Jika dia sholat, pasti tiap sholat pakai mukena yang menutup seluruh tubuh. Tapi lepas sholat, lepas juga penutup auratnya. Apa dikira Allah hanya melihat ketika sholat saja? Apa setelah sholat Allah melepas pandangan-Nya dari kita? Padahal muslim/muslimah yang baik harus senantiasa merasa seperti selalu melihat dan dilihat Allah, dengan demikian dirinya selalu berada koridor yang benar. Hati yang dikerudungi siapa yang tahu? Hati kan nggak kelihatan. Perintah yang jelas adalah menutup aurat yang nampak, yang dilihat orang lain selain muhrim. Ibadah-ibadah seperti sholat, puasa, dll, hanya Tuhan dan dia yang tahu. Apa yang membedakan perempuan muslimah dan yang bukan, kalau bukan jilbab? Jadi.. Rasanya belum sempurna seorang muslimah kalau belum berjilbab Kira-kira begitu menurut saya.. Idem dengan PPT 3 episode Aya ‘mengingatkan’ kak Mira agar berjilbab.. Episode yang jempolan banget.. Hidayah itu bisa datang lewat jalan apa aja.. Bisa lewat sinteron, bacaan, bacaan, atau nasihat orang lain.. Kalau hati sudah membenarkan tapi nggak dilaksanakan juga, hilanglah hidayah itu.. Jika dengan cara yang halus kita masih menolak, apa harus denngan cara yang keras dan kasar kita baru setuju? Demikian kata bang Asrul menasehati istrinya..

Sumber : Hamba Allah.
Foto: -KENAPA TIDAK mau BERJILBAB - *. Takut Susah Mendapat Pekerjaan.* Heeeeee? Memangnya ketika kita berdoa untuk meminta rezeki (pekerjaan) itu mintanya sama siapa, ya? Kan sama Allah. Kok maunya aja minta-minta, tapi giliran disuruh sama Yang Disembah kok nggak mau nurut.. Gimana mau dikasih? Yang kasih kerjaan itu Allah atau Departemen/Perusahaan? Kalau Allah gak izinkan, sekuat apapun usahanya juga gak bakal tembus.. Tapi kalau Allah sudah berkehendak, kun-fa-yakun! Wah, ibarat daunpun bisa jadi emas.. *. Jilbab Budaya Arab.* Ada juga yang bilang begitu. Bukan budaya di Indonesia. Loh, bukankah Islam itu rahmatan lil’alamin? Nggak ada hubungan sama Arab atau negara manapun, asal dia muslimah, wajib ya wajib aja.. Hayo, mau bantah apa lagi.. *. Nanti Saja Kalau Sudah Tua, Sudah Hajjah.. * Hahaha.. Itu mah aku bangetd, dulu ;P Yaa.. itulaah.. Siapa yang tau umur manusia? Siapa yang menyangka ajal akan menjemput ketika sedang sarapan pagi di restoran mewah di hotel bintang lima? Jangan-jangan sebelum tobat sudah dipanggil YME.. Oh, nooo.. Jadi? Pakai sekarang! Nggak usah nunggu ‘hidayah’.. Hidayah bisa dicari.. Seppp? *. Cukup dengan Pakaian yang Terhormat* Seperti yang diceritakan Quraish Shihab di Metrotv , ada perbedaan pendapat di antara ulama sendiri. Ada yang mengatakan bahwa jilbab itu tidak wajib, yang penting adalah pakaian yang terhormat. Namun dalam pemikiran aku pribadi, kalau boleh bertanya pada ulama tersebut; jika memang boleh hanya dengan pakaian terhormat, tanpa jilbab; bagaimana dengan surah Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31, yang menurut aku jelas menyebutkan tentang perintah agar mengulurkan jilbab menutupi tubuh dan menutupkan kain kudung ke dada? Bagaimana dengan kisah wanita kaum Anshar yang langsung merobek kain wol mereka untuk menutupi kepala begitu mendengar turunnya ayat tentang perintah berjilbab? Mereka nggak pakai mikir dan debat lagi, langsung aja menutup rambut kepala mereka. Kira-kira bagaimana interpretasi ayat-ayat tersebut sehingga bisa dimaknai menjadi cukup dengan pakaian terhormat saja, ya??? Sayang aku nggak ada di sana buat nanyain itu. Lagipula definisi pakaian terhormat akan sangat berbeda satu dan lain budaya, negara, ras, suku, dll. Bagaimana dengan suku yang wanitanya berpakaian hanya menutup kelaminnya saja, sementara bagian lain tidak tertutup sehelai benang-pun? Tentu menurut mereka pakaian itu sudah terhormat bagi wanita. Jadi.. Silakan menyimpulkan dengan keyakinan masing-masing *. Yang Penting Hatinya Dikerudungi* Rasanya sering aku denger alasan ini.. Cuma kalo dipikir-pikir.. Perempuan yang cantik, rajin sholat, puasa, zakat, sodakoh, udah haji, sering umroh, selalu berbuat baik, bagus ilmu agamanya, dll.. Tapi bajunya terbuka? Shortpants and tanktop? Bikini at the beach? Backless at the party? Kayaknya gak match deh.. Karena kalo dia baca Qur’an juga, pasti tau ada perintah Allah untuk menutup aurat.. Pasti tau juga hadis Nabi tentang perempuan yang berpakaian tapi telanjang tidak akan mencium baunya surga.. Jadi, buat apa hati dikerudungi kalau auratnya terbuka? Jika dia sholat, pasti tiap sholat pakai mukena yang menutup seluruh tubuh. Tapi lepas sholat, lepas juga penutup auratnya. Apa dikira Allah hanya melihat ketika sholat saja? Apa setelah sholat Allah melepas pandangan-Nya dari kita? Padahal muslim/muslimah yang baik harus senantiasa merasa seperti selalu melihat dan dilihat Allah, dengan demikian dirinya selalu berada koridor yang benar. Hati yang dikerudungi siapa yang tahu? Hati kan nggak kelihatan. Perintah yang jelas adalah menutup aurat yang nampak, yang dilihat orang lain selain muhrim. Ibadah-ibadah seperti sholat, puasa, dll, hanya Tuhan dan dia yang tahu. Apa yang membedakan perempuan muslimah dan yang bukan, kalau bukan jilbab? Jadi.. Rasanya belum sempurna seorang muslimah kalau belum berjilbab Kira-kira begitu menurut saya.. Idem dengan PPT 3 episode Aya ‘mengingatkan’ kak Mira agar berjilbab.. Episode yang jempolan banget.. Hidayah itu bisa datang lewat jalan apa aja.. Bisa lewat sinteron, bacaan, bacaan, atau nasihat orang lain.. Kalau hati sudah membenarkan tapi nggak dilaksanakan juga, hilanglah hidayah itu.. Jika dengan cara yang halus kita masih menolak, apa harus denngan cara yang keras dan kasar kita baru setuju? Demikian kata bang Asrul menasehati istrinya.. Sumber : Hamba Allah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar