Rabu, 18 Oktober 2017

Simpenan-Simpenan itu akan ada hisabnya di hari kemudian

Kemarin Habis dengar ceramah pak ustad..
Katanya simpenan-simpenan itu akan ada hisabnya di hari kemudian...😱

Astaghfirullah....
*Waduuh..!!!*
*Tepok jidaat...!!!*🤦‍♀

Misalnya simpanan Mukena yg gak ke pakai,..baju2, celana, yg beli banyak terus gak ke pakai..
Simpenan yang lain....Ho hooooo....
Ada blus cantik yang saya Jahit tapi tak pernah dipakai....
ada rok selusin gak ke pakai..,
ada puluhan jilbab entah kapan di pakai....😵,
Ada banyak pasmina yang hanya sesekali dipakai...

Ada kaos kaki satu lusin persediaan kalau susah nyari kaos kaki....
Ada sepatu sampe selusin
Ada sendal selemari,
ada tas segudang...😤😰

Ada perabot yang tersimpan apik dikardusnya, masih segelan, tak pernah dipakai dan tak ada rencana dipakai....
ada gamis2 1 lemari
ada baju pesta yg entah kapan dipakai....!!!

Ada....Tupperware 2 etalase gak ke pakai..😱
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
(Masih panjang listnya)

*Yang kita pakai dan kita sedehkahkan itulah yang bermanfaat..!!!*
yg simpanan atau koleksi2 yg gak kepakai kelak akan di Hisab..😥
dan akan menyusahkan diri kita sendiri..!!!

*karena semua yg di beli berawal dari Nafsu..!!!*
Nafsu ingin mempunyai ini..itu..,
liat punya orang...🤔
Pengen beli juga...
*walau gak berguna bagi diri kita...,😪*

Duuh...ternyata saya masih termasuk golongan orang yang menumpuk2 barang...😪
Dan semua itu ada hisabnya 
( perhitungannya ) kelak di akhirat....😰

Astaghfirullah..😥
Astaghfirullah..😰

*Rasulullah bersabda* : 
"Wahai segenap wanita, bersedekahlah, 
dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."

Perlu diingatkan...!
bahwa sedekah menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api.

*QS.At- Taubah 35* ðŸ“–
~(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahanam,
~Lalu dengan itu disetrika dahu, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka,
“inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri..,
~Maka rasakanlah 
(akibat dari) apa yang kamu simpan itu.

*QS.Al-baqarah195* ðŸ“–
~Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah,
~dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,
~Karna sesungguh nya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Senin, 02 Oktober 2017

Jejak Dagang Rasulullah SAW


REPUBLIKA.CO.ID, -- Sang uswatun khasanah, Rasulullah SAW, merupakan seorang pedagang ulung. Hidup di tengah keluarga pedagang membuatnya terlibat dalam perdagangan sejak usia belia. 


Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfurry dalam Sirah Nabawiyyah menyebutkan, saat itu usia Nabi SAW baru bekisar 12 tahun. Dia turut serta dalam perjalanan dagang pamannya, Abu Thalib. 



Inilah perjalanan dagang pertama Muhammad SAW. Pada perjalanan inilah terjadi sebuah pertemuan nabi dengan rahib Nasrani yang mengenalinya sebagai bakal utusan Allah yang terakhir.



Bisnis dagang Rasulullah SAW secara mandiri baru dimulai ketika dia mencapai usia remaja. Rasulullah SAW berdagang bersama As-Saib bin Abus-Saib yang merupakan rekanan terbaik, tidak pernah saling curang dan saling berselisih. 



Dakwah Sunan Bonang

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Dakwah harus disebarkan melalui hikmah dan pelajaran yang baik Legenda Wali Songo memberi banyak hikmah kepada Muslim Indonesia. Apa yang dilakukan para wali pun menjadi cerminan, betapa Muslim Tanah Air mengambil jalan wasathiyah. Moderat dan pertengahan.
Tengoklah kisah Sunan Bonang. Putra keempat Sunan Ampel ini sempat menimba ilmu kepada Syekh Maulana Ishak. Upaya dia untuk belajar agama dilakukan saat berangkat haji ke Tanah Suci bersama Sunan Giri.
Dalam buku Atlas Wali Songo karya Agus Sunyoto, dakwah Sunan Bonang sempat menggunakan pendekatan lewat jalan kekerasan. Dalam Babad Daha-Kediri, dikisahkan bagaimana Sunan Bonang menghancurkan arca-arca yang dipuja masyarakat Kediri.


Keistimewaan Umat Nabi Muhammad

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Oleh: Abdul Syukur
Imam al-Tabari ketika menafsirkan kalimat Akhadza al-Alwah dalam surah al-A'raf ayat 150 mengutip perkataan Qatadah yang menyebutkan: Musa berkata, Tuhan, dalam Alwah saya menemukan keterangan tentang umat terbaik yang diutus untuk segenap manusia. Mereka menyuruh pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, jadikan mereka sebagai umatku!


Allah menjawab, Mereka umat Ahmad (Nabi Muhammad). Musa berkata, Tuhan, saya menemukan keterangan dalam Alwah tentang umat terakhir (dalam penciptaan), tapi paling awal masuk surga. Tuhan, jadikan mereka sebagai umatku! Allah berfirman, Mereka umat Ahmad.