1
|
Jagalah
selalu kesadaran diri bahwasanya harta kekayaan yang kita miliki adalah
titipan Allah Swt. Jangan biarkan perhatian kita terhadap harta kekayaan itu
menyibukkan hati dan pikiran kita sehingga tak ada lagi tempat untuk
mengingat Allah di dalam hati. Bersikaplah zuhud, hanya meletakkan harta
dunia di tangan, tidak meletakkannya di dalam hati.
|
2
|
Tidak
hanyut dalam memburu harta duniawi hingga mengakibatkan kita lupa dan lalai
pada kewajiban beribadah kepada Allah Swt. Jangan sampai kita menjadi lalai
dalam ibadah karena alasan sibuk mengelola bisnis perusahaan.
|
3
|
Tidak
menumpuk-numpuk harta duniawi. Jadikanlah harta kekayaan dunia sebagai jalan
dan bukan tujuan. Jangan berikan kesempatan kepada syetan untuk menang dalam
berusaha merayu dan membujuk kita untuk terus memburu, menimbun dan menumpuk
harta tanpa menginfakkannya di jalan Allah Swt.
|
4
|
Latihlah
terus diri kita agar gemar berinfak, bersedekah di jalan Allah Swt. Jangan
menunggu bergelimang harta untuk melakukan sedekah atau berinfak. Ini adalah
salah satu bentuk sikap bersyukur atas karunia harta duniawi.
|
Kamis, 26 Juli 2012
Menyikapi harta kekayaan
(RAMADHAN) JIWA YANG TEGAR
(RAMADHAN)
JIWA YANG TEGAR - Allah SWT Berfirman artinya: Iblis berkata, Ya Tuhanku, oleh
sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka
memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan
mereka semuanya (Q.S. al-Hijr [15]: 39) Setan merekayasa sehingga pikiran kita
penuh khayalan dan angan-angan kosong. Dalam keadaan apapun setan akan
membuyarkan konsentrasi.
Pribadi yang sejati ada pada jiwa manusia. Bukan pada fisiknya yang kenyang
makan dan minum melemahkan jiwa itu sendiri, alias terlena seperti judul lagu
dangdut.
Rabu, 25 Juli 2012
9 Kebiasaan-kebiasaan yang dapat melejitkan potensi kita dalam membangun masa depan yang gemilang
|
1
|
Kebiasaan
Shalat:. Shalat wajib kita laksanakan dengan berjama’ah
pada waktunya, shalat rawatib kita laksanakan. mengikuti
shalat-shalat wajib kita, shalat dhuha kita laksanakan setiap pagi, dan
shalat tahajud kita laksanakan setiap sepertiga malam terakhir.
|
|
2
|
Kebiasaan
berpuasa. Di samping puasa Ramadhan, kita laksanakan puasa-puasa sunnah. Mari
kita pilih, puasa hari putih, senin-kamis, atau seperti puasanya Nabi Daud.
|
|
3
|
Kebiasaan
ber ZIS (Zakat Infak Shadaqah). Setiap mendapatkan penghasilan, kita sisihkan
terlebih dahulu sekurang-kurangnya 2,5% untuk ZIS
|
|
4
|
Kebiasaan
Melaksanakan Adab Islam. Kita Laksanakan setiap aktifitas kita dengan adab
Islami
|
|
5
|
Kebiasaan
Membaca Al Qur’an. Sebulan kita khatamkan 30 juz, dan rata-rata 1 juz perhari
|
|
6
|
Kebiasaan
Membaca.Sehari kita alokasikan lebih dari 1 jam untuk membaca
|
|
7
|
Kebiasaan
Menghadiri Pengajian.
|
|
8
|
Kebiasaan
Tertib Berorganisasi. Berorganisasi untuk jihad fi sabilillah dengan harta
dan jiwa, sehingga kita kita laksanakan dengan sungguh-sungguh.
|
|
9
|
Kebiasaan
Berpikiran Positif dan murah senyum.
|
Diambil
dari Pidato Iftitah: STRATEGI TABLIGH 2010-2015 oleh dr. H Agus Sukaca, M.Kes.
10 Tahun Aku Membenci Suamiku
Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar
bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang
kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan
hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku
sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun
membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa
melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul
keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan
siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka,
suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal
sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah
benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung
padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia
lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah
membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
3 Perkataan Jibril yang diaminkan Rosulluloh
Assalaamu
alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Rasulullah naik mimbar lalu bersabda,
‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata demikian,
wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kpdku:
‘Allah melaknat seorg hamba yg melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’,
maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorg
hamba yg mengetahui kedua org tuanya masih hidup, namun tdk membuatnya masuk
Jannah (krn tdk berbakti kpd org tuanya)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian
Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorg hamba yg tdk bershalawat ketika
disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” (HR. Ibnu Khuzaimah & Imam
Ahmad). "Ya Allah bimbinglah hamba agar puasa hamba meraih ridhoMu, Ya Allah
berilah hamba kesempatan berbuat terbaik u kedua ortu hamba hingga ortu hamba
ridho, Ya Allah ingatkan hamba u selalu bersholawat kpd Nabi Muhammad hingga
kelak di akhirat Engkau pertemukan dg beliau...aamiin".
Langganan:
Postingan (Atom)