Kamis, 26 Juli 2012

Menyikapi harta kekayaan


1
Jagalah selalu kesadaran diri bahwasanya harta kekayaan yang kita miliki adalah titipan Allah Swt. Jangan biarkan perhatian kita terhadap harta kekayaan itu menyibukkan hati dan pikiran kita sehingga tak ada lagi tempat untuk mengingat Allah di dalam hati. Bersikaplah zuhud, hanya meletakkan harta dunia di tangan, tidak meletakkannya di dalam hati.

2
Tidak hanyut dalam memburu harta duniawi hingga mengakibatkan kita lupa dan lalai pada kewajiban beribadah kepada Allah Swt. Jangan sampai kita menjadi lalai dalam ibadah karena alasan sibuk mengelola bisnis perusahaan.

3
Tidak menumpuk-numpuk harta duniawi. Jadikanlah harta kekayaan dunia sebagai jalan dan bukan tujuan. Jangan berikan kesempatan kepada syetan untuk menang dalam berusaha merayu dan membujuk kita untuk terus memburu, menimbun dan menumpuk harta tanpa menginfakkannya di jalan Allah Swt.

4
Latihlah terus diri kita agar gemar berinfak, bersedekah di jalan Allah Swt. Jangan menunggu bergelimang harta untuk melakukan sedekah atau berinfak. Ini adalah salah satu bentuk sikap bersyukur atas karunia harta duniawi.

~Kutipan Buku Cintai Allah Sepenuh Hati

(RAMADHAN) JIWA YANG TEGAR

‎(RAMADHAN) JIWA YANG TEGAR - Allah SWT Berfirman artinya: Iblis berkata, Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya (Q.S. al-Hijr [15]: 39) Setan merekayasa sehingga pikiran kita penuh khayalan dan angan-angan kosong. Dalam keadaan apapun setan akan membuyarkan konsentrasi.

Pribadi yang sejati ada pada jiwa manusia. Bukan pada fisiknya yang kenyang makan dan minum melemahkan jiwa itu sendiri, alias terlena seperti judul lagu dangdut.

Rabu, 25 Juli 2012

9 Kebiasaan-kebiasaan yang dapat melejitkan potensi kita dalam membangun masa depan yang gemilang


1
Kebiasaan Shalat:. Shalat wajib kita laksanakan dengan berjama’ah pada    waktunya, shalat rawatib kita laksanakan. mengikuti shalat-shalat wajib kita, shalat dhuha kita laksanakan setiap pagi, dan shalat tahajud kita laksanakan setiap sepertiga malam terakhir.

2
Kebiasaan berpuasa. Di samping puasa Ramadhan, kita laksanakan puasa-puasa sunnah. Mari kita pilih, puasa hari putih, senin-kamis, atau seperti puasanya Nabi Daud.

3
Kebiasaan ber ZIS (Zakat Infak Shadaqah). Setiap mendapatkan penghasilan, kita sisihkan terlebih dahulu sekurang-kurangnya 2,5% untuk ZIS

4
Kebiasaan Melaksanakan Adab Islam. Kita Laksanakan setiap aktifitas kita dengan adab Islami

5
Kebiasaan Membaca Al Qur’an. Sebulan kita khatamkan 30 juz, dan rata-rata 1 juz perhari

6
Kebiasaan Membaca.Sehari kita alokasikan lebih dari 1 jam untuk membaca

7
Kebiasaan Menghadiri Pengajian.

8
Kebiasaan Tertib Berorganisasi. Berorganisasi untuk jihad fi sabilillah dengan harta dan jiwa, sehingga kita kita laksanakan dengan sungguh-sungguh.

9
Kebiasaan Berpikiran Positif dan murah senyum.

Diambil dari Pidato Iftitah: STRATEGI TABLIGH 2010-2015 oleh dr. H Agus Sukaca, M.Kes.

10 Tahun Aku Membenci Suamiku


Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

3 Perkataan Jibril yang diaminkan Rosulluloh

Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Rasulullah naik mimbar lalu bersabda, ‘Amin, Amin, Amin’. Para sahabat bertanya, “Kenapa engkau berkata demikian, wahai Rasulullah?” Kemudian beliau bersabda, “Baru saja Jibril berkata kpdku: ‘Allah melaknat seorg hamba yg melewati Ramadhan tanpa mendapatkan ampunan’, maka kukatakan, ‘Amin’, kemudian Jibril berkata lagi, ‘Allah melaknat seorg hamba yg mengetahui kedua org tuanya masih hidup, namun tdk membuatnya masuk Jannah (krn tdk berbakti kpd org tuanya)’, maka aku berkata: ‘Amin’. Kemudian Jibril berkata lagi. ‘Allah melaknat seorg hamba yg tdk bershalawat ketika disebut namamu’, maka kukatakan, ‘Amin”.” (HR. Ibnu Khuzaimah & Imam Ahmad). "Ya Allah bimbinglah hamba agar puasa hamba meraih ridhoMu, Ya Allah berilah hamba kesempatan berbuat terbaik u kedua ortu hamba hingga ortu hamba ridho, Ya Allah ingatkan hamba u selalu bersholawat kpd Nabi Muhammad hingga kelak di akhirat Engkau pertemukan dg beliau...aamiin".