Ramadhan, memang bulan paling mulia, paling agung, sehingga semua manusia ingin menyambutnya dengan cara-cara yang dianggap paling cocok dengan rasa dan selera. Ada yang menyambutnya dengan pawai kemuliaan, resepsi, taptu dan lain sebagainya, seperti yang telah saudara sebutkan itu.
Bahkan, beberapa hari sebelum Ramadhan datang ada orang-orang yang sudah menunggu munculnya bulan mulia ini di tepi laut, tepi sungai atau danau, kayaknya bulan Ramadhan akan keluar dari dalam air. Sebagiannya wajar-wajarlah, tapi ada juga yang sampai ke tingkat melanggar ketentuan syariat, seperti camping di tepi pantai, campur-baur laki-perempuan yang bukan mahram. Na’udzu billah.
Saudara, beberapa hari sebelum berakhirnya bulan Syakban tahun kedua Hijrah Nabi ke Madinah, turunlah ayat Alquran yang mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, yaitu: “Wahai orang orang yang beriman diwajibkan ke atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat umat sebelum kamu, agar kamu dapat menjadi orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
