Senin, 27 Januari 2020

Proses Pengecatan di luar dan di dalam Masjid telah selesai










Menyambut Bulan Mulia, Ramadhan Mubarak, Almd Proses Pengecatan di luar dan di dalam Masjid telah selesai....makin kinclong pokoknamah....., selanjutnya penggarapan kanopi teras.

......makin indah, makin betah makin semangat ka masjid nage...
......Marhaban Ya Ramadhan.......

Pengajian Rutin Ibu2 Majlis Talim & Tadarus Masjid Al-Barkah (MATTBA) Setiap Hari Ahad Sore Ba'da Ashar smpe Magrib







UJUB TANPA KITA SADARI

Ujub Ialah Perasaan Kagum Atas Diri Sendiri. Merasa Diri Hebat, Bangga Diri, Terpesona Dengan Kehebatan Diri.

Ujub Lain, Riya' Lain

Kadangkala Riya Dapat Dihindari. Tapi Ujub Masih Ada.

Contoh :

Kita Sholat Tahajjud Diam², Tdk Ada Yang Tau Dan Kita Tidak Cerita Pada Orang,  Dengan Harapan Tidak Riya', Sebab Hanya Karena ALLAH SWT. Tetapi Dlm Hati Berkata-kata,

"Hebat Aku Ini, Bangun Setiap Malam Tak Pernah Gagal Sholat Tahajjud, Orang Lain Tidur Pulas."

Itulah Ujub, Walaupun Org Lain Tidak Tahu Dan Tidak Riya'.

Penyakit Ujub Adalah : Penyakit Hati Yang Paling Tersembunyi.

Perasaan Ujub Bisa Dtg Pd Setiap Saat.

"Org Yang Rajin Ibadah Merasa Kagum Dengan Ibadahnya".

"Orang Yang Berilmu, Kagum Dengan Ilmunya".

"Orang Yang Cantik, Kagum Dengan Kecantikannya".

"Orang Yang Dermawan, Kagum Dengan Kebaikannya".

"Orang Yang Berdakwah, Kagum Dengan Dakwahnya".

Sufyan At-Tsauri Mengatakan :

Minggu, 26 Januari 2020

KEJAMNYA WAKTU SUBUH

Saudaraku..._*
_Saya yakin di antara kita sdh mengetahui keistimewaan waktu Subuh. Hari ini ada baiknya kita melihat waktu Subuh dgn kacamata yg lain, yaitu dari bahaya waktu Subuh bila kita tidak dapat memanfaatkannya._

_Allah bersumpah dalam Al Fajr : “Demi fajar (waktu subuh)”._

_Kemudian dalam Al Falaq, Allah mengingatkan:

*_“Katakanlah! Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai waktu subuh”._*

_Ada apa di balik waktu Subuh?_

_Mengapa Allah bersumpah demi waktu Subuh?_

_Mengapa harus berlindung kpd yang menguasai waktu Subuh?_

_Apakah waktu Subuh sangat berbahaya?_

_Ya, ternyata waktu Subuh benar-benar sangat berbahaya!_

*_Waktu Subuh lebih kejam dari sekawanan perampok bersenjata api._*

*_Waktu Subuh lebih menyengsarakan dari derita kemiskinan._*

MEMANG SUDAH SAATNYA


● Kalau badanku sudah banyak merasakan serba gak enak, memang sudah saatnya.
● Kalau sedikit-sedikit sakit, memang sudah saatnya.
● Kalau rambutku sudah mulai memutih, memang itu sudah saatnya.
● Kalau gigiku sudah mulai tanggal satu demi satu, memang sudah saatnya.
● Kalau aku sudah mulai pelupa, memang sudah saatnya.
● Kalau sudah mulai banyak capai dan lelah, memang sudah saatnya.
● Kalau aku sering uring-uringan, memang sudah saatnya.
● Kalau aku sudah mulai gampang melankolis, memang sudah saatnya.
————————————————
*Memang Sudah Saatnya*
————————————————
aku lebih mengurangi kehidupan Duniawi dan saatnya mempersiapkan “keberangkatan” (mudik)  menuju *"Kampung Halaman"* yang merupakan *Kehidupan Abadi*.

» Takkan mungkin lagi aku *Menumpuk Harta*, tapi aku harus *Menumpuk Pahala*.
» Takkan mungkin lagi aku *Mengumbar Syahwat*, tapi aku harus *Mengumbar Hasrat Akhirat*.

Sebayaku sudah banyak yang *"Mendahului ku"* untuk menghadap-Nya.
※ Bulan lalu si Fulan,
※ Pekan lalu si Fulana,
※ Sekian hari yang lalu si Fulani,
※ *Wallahu A'lam giliranku masih jauh atau sudah dekat ???*, tapi itu PASTI....
Pada hari apa ; jam berapa ; dan dimana. Tidak satu orang pun yang tahu....

Seandainya saja aku bisa bertanya kepada mereka *"yang sudah disana"* tentang kehidupan di alam sana, mungkin mereka bisa bercerita suka dukanya, sehingga aku bisa mempersiapkan hal-hal terbaik sebagai bekal.

Tanda-tanda itu sudah ada, entah kapan pasti datang. Aku takkan mampu minta penundaan saat Malaikat yang diperintah menghampiriku dan mengabarkan tentang kepulanganku.
Saat hal itu datang, takkan mungkin lagi aku berpamitan pada  anak-anakku, saudara2ku., kerabat dan sahabat.
Mereka yang jauh hanya berucap *Innaa lillaahi Wa innaa ilaihi Rooji’uun* tanpa mungkin bisa memandang wajahku yang terbujur apalagi menghantarkanku ke kubur.

Kesedihan hanya beberapa hari, selebihnya tinggal kenangan.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*"SUDAH SAATNYA KITA MERENUNGKAN HAL ITU"*.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kalimat itu sungguh membuat kita semua merenung: *"Giliran kita Kapan?"*....😩😢

> Dimana kita nanti bertemu Izrail???
> Dalam keadaan bagaimana???
. Berdzikir kah...
. Bernyanyi kah...
. Sholat kah...
Wallahu A'lam.
Yang jelas kita semua bakal menghadapinya...

   *Surah Ali Imran (3): 185*
    —————————————
         *كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت*
*"Tiap-tiap yang Bernyawa Pasti Akan Merasakan Mati".*