Minggu, 03 November 2019

Kabar dr Kampung Halaman (Pembuatan Jalan Sudimara - Sindanghayu
















Kabar dr Kampung Halaman :

Saat ini sedang dilakukan pelebaran dan perbaikan jalan Sudimara-Sindanghayu melewati Masjid Al-Barkah, Insya a kedepaan Sudimara-Sindanghayu bisa 5 Menit (    Oktober 2019)

Kedermawanan Yang Tertukar

Seorang wanita bertanya pada penjual telur yg sudah tua, "Berapa harga telurnya?"
Penjual telur menjawab, "Satu butir harganya Rp 2.500, Nyonya."
Wanita itu berkata, "Saya mau mengambil 6 butir tapi dengan harga Rp 12.500 atau kalau ngga ya udah, ngga jadi beli."
Penjual telur menjawab, "Baiklah, mungkin ini awal yg baik karena dari tadi tak ada satupun telur yg berhasil saya jual."

Wanita itu mengambil telur2 tersebut dan berjalan dengan perasaan senang bahwa dia sudah menang. Kemudian dia masuk ke dalam mobil mewahnya dan pergi ke restoran bersama temannya. Di sana, dia bersama temannya memesan apapun yg mereka sukai. Mereka makan sedikit dan menyisakan banyak dari apa yg sudah mereka pesan. Kemudian wanita tersebut membayar tagihannya. Tagihannya sebanyak Rp 450.000. Dia memberikan uang Rp 500.000 dan berkata bahwa kembaliannya untuk sang pemilik restoran saja.
Kejadian seperti ini mungkin terlihat normal bagi pemilik restoran, tapi sangat menyakitkan bagi penjual telur yg sudah tua.
Intinya adalah: "Mengapa kita selalu menunjukkan bahwa kita punya kuasa ketika kita membeli dari orang2 yg membutuhkan? Dan kenapa juga kita jadi dermawan kepada orang2 yg bahkan tidak membutuhkan kedermawanan kita?"
Suatu ketika saya pernah membaca:
"Ayahku biasa membeli barang2 remeh-temeh dari orang miskin dengan harga tinggi, walaupun dia tidak membutuhkan barang2 tersebut. Kadang2 dia bahkan membayar lebih untuk itu. Aku tertarik pada hal ini dan lantas bertanya mengapa dia melakukannya? Kemudian ayahku menjawab, 'Anakku, ini adalah sedekah yg terbungkus dengan harga diri.'"

KALIMAT YG PANTAS UNTUK JADI PERENUNGAN:
"SEDEKAH YANG TERBUNGKUS DENGAN HARGA DIRI."

Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun

Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun
====
(Oleh Ust Budi Ashari, Lc)

Hatim Al Ashom, ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.
Hatim suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu.
Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.
Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al-Quran. Dia menenangkan semua:
_*"Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"*_
Hatim pun pergi...
Hari itu berlalu, malam datang menjelang...
Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian ayah mereka.
Putri hapal Al-Quran itu kembali meyakinkan mereka:
_*"Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"*_
Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka.
Terlihat para penunggang kuda.
Mereka bertanya: Adakah air di rumah kalian?
Penghuni rumah menjawab: Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air.
Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka...
Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: Rumah siapa ini?
Penghuni rumah menjawab: Hatim al Ashom...
Penunggang kuda terkejut: Hatim ulama besar muslimin...
Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya:
_*"Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan."*_
Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang.
Mereka kemudian pergi...
Tahukah anda, siapa pemimpin penunggang kuda itu?
Ternyata dia adalah Abu Ja'far Al Manshur, amirul mukminin.
Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al-Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya.
Dia memberikan pelajaran aqidah yang sangat mahal sambil menangis:
*JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ!*
Terimakasih nak, kau telah menyengat kami yang dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.
Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq
Hingga lupa jaminan Nya:
dan di LANGIT lah RIZKI kalian...
Bukan di pekerjaan...
Bukan di bank...
Bukan di kebun...
Bukan di toko...
Tapi DI LANGIT!
Hingga kami lupa tugas besar akhirat
اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا
"Ya Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami..."

Kunci Kesuksesan Hidup Seseorang ada pada 6

*Kunci Kesuksesan Hidup Seseorang ada pada 6*S
1. SD
2. SMP
3. SMA
4. S1
5. S2
6. S3

1. SD
*S* holat *D* huha jangan di tinggalkan. Krn kunci sucses hidup ada dlm sholat tsb

2. SMP
*S* holat *M* alam *P* ertahankan
Ahli Surga itu , adalah orang yg selalu sholat malam

3. SMA
*S* uka *M* embaca/menghafal *A* yat ayat Al Qur'an

4. S1
*S* edekah / *I* nfak hrs kita keluarkan setiap saat

5. S2
*S* elalu *S* ilahturahmi kpd saudara dan kerabat

6. S3
*S* elalu *S* holat *S* ubuh Berjamaah .

Semoga bermanfaat...
*MAHALNYA NERAKA, MURAHNYA*
*SURGA*

_Neraka mahal, Surga murah._
_Loket ke Neraka penuh sesak, banyak manusia antri._
° _Rebut-rebutan, cakar-cakaran..._
° _Takut nggak kebagian kursi..._
° _Tiket ke Neraka mahal..._

_Harus merogoh kantong berjuta-juta, untuk dapat Ikut berjalan kesana._
🔸 _Maksiat itu Mahal..._
🔸 _Judi itu Mahal..._
🔸 _Zina itu Mahal..._
🔸 _Korupsi itu Mahal..._
🔸 _Dusta itu Mahal..._

🔺 _Tetapi tetap saja orang-orang_
_berbondong menuju Neraka..._
.
🔹 _Jalan ke Syurga sunyi sepiii..._

 _Jalannya lebar, mulus dan bersih._
 _Tiketnya murah, tak perlu keluar_
_uang banyak._

 _Loketnya bersih, ada AC, pelayan-_
_nya ramah._

 _Tapi mengapa amat sedikit yang_
_antri di Loket ini ??_

🔸 _Puasa itu Murah..._
🔸 _Sholat itu Murah..._
🔸 _Sedekah itu Murah..._
🔸 _Senyum itu Murah..._
🔸 _Jujur itu Murah..._

🔹 _Ternyata nafsu telah memutar_
_balik semua Tatapan._

 _Yang Buruk terlihat indah, yang_
_baik terlihat sukar._

 _Ditempat ini aku baru sadar, bahwa jalan ke Surga sepi dan Jalan ke Neraka ramai._
_*Semoga menjadi renungan kita*_
_*bersama*_

_Betapa sering terlupanya kita, selalu menuruti hawa nafsu, meninggalkan air kesejukan surga dan lebih tertarik kepada panasnya neraka yang hanya membuat kita semakin haus dahaga, Naudzubillah._
_*Yaa Allah*, ampunilah dosaku, dosa ibu - bapaku, keluargaku, saudaraku dan jangan Engkau cabut nyawa kami saat tubuh kami tak pantas berada di Surga-Mu. Aamiin..._
_Saudara dan sahabatku, sekarang anda memiliki dua pilihan :_
1⃣ _Membiarkan sedikit pengetahuan_
_ini hanya dibaca disini, atau_

2⃣ _Membagikan/pengetahuan ini_
_kesemua teman._

_*Aamiin YRA*_
_Apabila dipandang bermanfaat dan anda berkenan, silah kan di share kepada Saudara, sahabat dan handai taulan untuk semangkin menambah wawasan dan pengetahuan._
_*SEMOGA BERMANFAAT*_

*MENAFKAHI*

*ORANG TUA*
(sudut renungan)

Orang tua tidak takut miskin memberi nafkah pada anaknya saat membesarkan mereka._
_Tapi banyak anak sering takut kekurangan saat menanggung orang tuanya dimasa tuanya._
😢
_Lihat diri kita saat ini,_
_Sehebat apapun,_
_Suksespun setinggi langit,_
_tapi tanpa doa restu orang tua yang membesarkan kita_
_maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan & kebahagiaan dalam hidup._
😢
_Uang bisa dicari,_
_ilmu bisa digali_
_jabatan bisa kita raih_
_tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali._
😰
_Satu ibu,_
_bisa merawat tujuh anaknya_
_tapi tujuh orang anak belum tentu bisa membahagiakan_
_satu orang ibu._
😰
_Satu ayah,_
_bisa menghidupi 7 anaknya_
_tapi tujuh orang anak belum tentu dapat menghidupi_
_satu orang ayah._
😰
_Sesekali tengoklah orang tuamu,_
_tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur_
_lihat kerutan di wajahnya,_
_lihat rambutnya yang kini mulai memutih,_
_lihat badannya,_
_yang dulu tegap kini mulai membungkuk,_
_semua telah berubah termakan waktu tapi tidak dengan kasih sayangnya...😰_

_Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini?_
_Sudahkah kita membuatnya bangga hari ini?_
_Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini?_
😰
_Tidak akan ada jasa yang mampu kita balas,_
_Tidak akan ada kebaikan yang mampu kita balas,_
_semua begitu banyak, begitu tulus._
😰
_Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kita atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan._
😢
_Perlakukanlah orang tuamu dengan penuh hormat maka rezekimu akan semakin diberkati.._
😰😢😭😭😭😭😢😰