Selasa, 27 November 2018

Suasana Sejuk selalu menyelimuti Masjid tercinta Masjid Al-Barkah...makin Indah pokoknya....Santri Madin Al-Barkah nya juga makin buaanyaaak.....





*TIGA HAL, YANG MENYEDIHKAN dan MEMILUKAN*

1) . Seorang *LELAKI* Yang Tidak Pernah Masuk *MASJID*
Kecuali *JENAZAHNYA*.

2). Seorang *WANITA* Yang Tidak Pernah Menutupi *AURATNYA*
Kecuali Ketika Dia *DIKAFANKAN.*

3). *SESEORANG* yang tidak pernah mau *BERSEDEKAH*
Kecuali Ketika *KELUARGANYA BERSEDEKAH* atas *NAMANYA* Ketika Dia Sudah di *ALAM KUBUR.*
Itupun jika *KELUARGANYA PEDULI.*

*IA SELALU TERLAMBAT, BAGAI...... SEBUAH PENYESALAN* '
Tetapi Dia Begitu CEPAT dan SIGAP, Memburu Perkara *DUNIA*.
Firman ALLAH Ta'ala :
*بل تؤثرون الحياة الدنيا*
“Sedangkan kamu lebih mengutamakan kehidupan dunia...” 
(QS AL-A'LA : 16 )

Demikianlah, Sikap KEBANYAKAN Manusia :
1). *KITA* Biasanya Masuk Ke Tempat Kerja, Segera Sebelum *WAKTUNYA*.
2). *KITA* Biasanya tiba di lapangan terbang, cepat sebelum *WAKTUNYA.*
3. *KITA* Biasanya datang (menunggu giliran) di rumah sakit buru-Buru sebelum *WAKTUNYA*.
4). *KITA* Biasanya berada di dalam stasiun kereta api, 2 atau 3 jam *SEBELUM WAKTU BERANGKAT*.
*AKAN TETAPI* Tatkala *KITA* Mendengar Suara *ADZAN* *KITA* Seringkali Bersantai, *TANPA* Merasa *BERSALAH APA-APA*.
Kalau Di Masa Lalu, Kita Diajarkan 
*WAKTU* Adalah *UANG*, 
Mulai Saat Ini, Kita Belajar 
*WAKTU* Adalah *IBADAH*".

*WAKTU Adalah NAFAS* Yang Setelah Terlewat, Tidak Akan Bisa Kembali..!
*WAKTU Adalah IBADAH* Karena Setiap Detik Harus Bernilai Ibadah. Apa Pun Aktivitasnya.
*MANUSIA* Sesungguhnya Hanya *PENGENDARA* Di Atas Punggung Usianya.
*DIGULUNG* Hari Demi Hari, Bulan Dan Tahun, Tanpa Terasa.
*NAFAS KITA* Terus Berjalan, Seiring Jalannya Waktu, Setia Menuntun Kita Ke *Pintu Kematian.*
Sesungguhnya *DUNIA*-Lah Yang Makin Kita *JAUHI* ...Dan
*LIANG KUBUR*-Lah Yang Makin Mendekat

Umur Kita Yang Tersisa Di *Hari Ini*, Sungguh Tidak Ternilai Harganya,
Sebab *Esok Hari*, Belum Tentu Jadi Bagian Dari Diri Kita.
Karena Itu, *JANGAN BIARKAN* HARI INI Berlalu Tanpa *KEBAIKAN* Yang Bisa Kita *LAKUKAN,*
JANGAN Tertipu Dengan *USIA MUDA*, Karena *SYARAT* Untuk MATI, Tidaklah Harus *TUA*.
*JANGAN* Terperdaya Dengan Badan *SEHAT*, Karena *SYARAT MATI* Tidak Pula Harus *SAKIT*....
*SEMAKIN JAUH* Kita Meninggalkan Hari *Kelahiran*.. Semakin Dekat Kita Menuju Hari *Kematian*...
*KEMATIAN ITU PASTI*...
Tetapi Mati Yang Baik atau Buruk, adalah *PILIHAN*.

Mari... Jadikan HARI INI *LEBIH BAIK* Dari *HARI KEMARIN*.dan HARI *ESOK*, Harus Lebih *Baik* Dari *Hari Ini*
*Semoga Bermanfaat*

*AKIBAT SHALAT DHUHA*

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.
Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.
*Pertama*
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. *“Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”* (HR. Turmudzi)

*Kedua*
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. *“Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.”* (HR. Hakim).

*Ketiga*

*Kenapa (mesti) menghafal Al Quran?, karena....*

😭😭😭😭


✋🏻كلّ الناس سواسية
Semua manusia sama

✋🏻 فى مقامٍ واحد يوم القيامة
 Derajatnya sama di hari Kiamat

👌🏻إلا حافظ القرآن
👌 Kecuali hafidz Alquran

👌🏻مع الملائكة..!
👌 Bersama para malaikat..!

👌🏻مع السفرة، الكرام، البررة 
👌 Bersama para malaikat yang mulia dan baik

✋🏻كل النّاس يفرّون 
 Semua manusia berlari..

✋🏻من بعضهم يوم القيامة!
 Satu sama lain di hari Kiamat!

👌🏻إلا حافظ القرآن 
👌 Kecuali hafidz Alquran

👌🏻يبحث عن والديه ؛
👌 Ia mencari kedua orang tuanya

👌🏻ليلبسهم تاج الوقار 👑
👌 Untuk dikenakan mahkota kehormatan 👑

✋🏻تعبك مع القرآن في حفظه وتجويده حتى وإن لم تظهر آثاره عند معلمك ومعلمتك
 Lelahmu bersama Alquran saat menghafalnya , memperbaiki bacaan untuknya, walaupun tidak ada

*APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUANYA*

Sebagus atau semahal apapun sekolah anak-anak kita, sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, anak yang berakhlaqul karimah.
Saya berkata ini karena sudah hampir 15 tahun mengelola lembaga pendidikan, berinteraksi dengan banyak stakeholder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan...
Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.
Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita "berakhlaq baik" sedangkan di rumah orang tuanya :
● sering bertengkar
● sering marah-marah
● sering berkata kasar
● cuek pada anak2nya.