Tampilkan postingan dengan label *_CIRI-CIRI ORANG BAIK_*. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label *_CIRI-CIRI ORANG BAIK_*. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2021

KENAPA SEBELUM MAKAN *NABI SELALU MAKAN GARAM



KENAPA SEBELUM MAKAN *NABI SELALU MAKAN GARAM*...??? 

*INI CARA RASUL MENGKONSUMSI GARAM* 

Nabi Muhammad Sholallohi 'alaihi wassallam bersabda : *"Sebaik-baik lauk adalah garam"*

 _(Al-Baihaqi)._                     

*SEBAIK BAIK LAUK ADALAH GARAM*.               

Sangat bertentangan dengan dunia medis saat ini *yang mengatakan bahwa makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi*, *dehidrasi,* *keropos tulang* dan *penyakit empedu*, namun hal itu tidak akan terjadi *jika Anda mengetahui cara mengkonsumsi garam dengan baik* dan *secara benar* ; Sesuai Sunnah Rasul.

Begini Cara Mengkonsumsi Garam *Agar Terhindar Dari Penyakit*_( Ala Rasul SAW )._

Jadi sesuai dengan hadist diatas yang menyatakan *Garam bukanlah penyebab penyakit,* 

tapi malah *obat yang paling mujarab seandainya digunakan dengan cara yang betul*.

Kuncinya adalah* GARAM TIDAK BOLEH DIMASAK !!!.*                  

ingat tidak boleh dimasak !!!

Baca Juga: Cara Sunnah Minum Air

*Kesalahan kita* _( kebanyakan orang Indonesia )_ ialah *kita memasak garam* yaitu *memasukkan garam kedalam masakan ketika* masakan sedang MENDIDIH / PANAS. 

*Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/ toksik*… Jika garam dimasak dengan cara di atas, *garam akan menyebabkannya ber-asid* dan *membahayakan kesehatan* serta *mengundang berbagai penyakit,* selain itu *kandungan yodium pada garam juga akan hilang* dengan percuma. *Ingat yodium sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita*.

Begini Cara yang betul penggunaan garam *agar garam benar-benar menjadi obat bagi Anda*, bukan jadi Penyakit.

*Masaklah makanan yang ingin dimasak* sehingga selesai. 

*Contohnya* : *sayur* masukkan garam dalam masakan *apabila makanan* dan *airnya sudah berangsur dingin*,atau dalam keadaan dingin.

*Ingat makanan yang dimasak harus tanpa garam* ingat tanpa garam !!!.

*Selagi makan,* sediakan semangkuk garam *dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan* sesuai selera masing- masing.

*Garam adalah mineral bagi tubuh,* “Banyak amalan yang dilakukan oleh para _Salafus soleh_ ialah dengan *mengambil garam sebelum memulai makan”*.

Garam digunakan *sebagai pembuka makan* dengan mengambilnya *dengan ujung jari* dan dimasukkan ke mulut.

*INGAT GARAM ADALAH MINERAL* !!!         

*Kelebihannya* atau *manfaatnya* mengkonsumsi garam antara lain ialah :

*Mengobati lebih dari 70 penyakit,* antara lain *Darah tinggi, Diabetes,* *Tulang keropos, Gondokan,* *Pusing sakit kepala* dll serta tidak akan *mengalami keadaan mati mendadak*.

Silakan sebarkan, 

sekiranya anda ingin *orang-orang yang anda cintai menjadi sehat*.

Berbagai penyakit *yang disinyalir timbul akibat garam* seperti *gejala jantung* dan *tekanan darah tinggi* adalah *akibat dari penggunaan garam yang salah*.

Karena *kalau memasak jangan dikasih garam...* Ingat garam jangan dimasak.

*Insyaallah penyakit darah tinggi, jantung bisa dihindari* dengan cara makan yang baik.

Jadi kesimpulannya *yang benar garam itu adanya dimeja makan*

MARILAH BERUBAH AGAR SEHAT SEMUA.

*ORANG ASING LEBIH AWAL MENGGUNAKAN GARAM SELALU DI MEJA*    

*CARA MUDAH, MURAH* DAN *CEPAT MENGATASI ASAM LAMBUNG*

Mengenai asam lambung yang tinggi

Nabi Muhammad Saw. Bersabda

*“Jilatlah garam sebelum* dan *sesudah makan* !!! Andai *orang-orang tahu manfaat garam*, niscaya mereka akan lebih memilihnya *ketimbang penawar racun*. Barangsiapa *menjilat garam sebelum makan*, maka *Allah akan melindunginya dari 70 jenis penyakit* yang hanya diketahui Allah” Kitab : *Al-atsar Al-Wadh’iyyah fi Al-Kitab wa Al-Sunnah’ karya*: *_Syekh Abdurrasul Al-‘Unuz_*

*Mengobati asam lambung itu sebenarnya sangat mudah, murah* dan *cepat*. Begini caranya.

1. *Ambil sedikit garam* _( seujung sendok teh )._

2. *Tekan dengan jari telunjuk*.

3. *Jilat lalu telan.*

4. *Kemudian minum sedikit.*

5. *Sembuh.* Atas izin Allah SWT.

Lakukan *setiap sebelum makan* dan *setelah makan*

Mengapa garam ???

1. Asam lambung itu *HCl*

Bersifat asam.

2. NaCl + H2O --> NaOH + HCl

NaCl = Garam.

H2O. = Air.

NaOH. = Natrium Hidroksida.

HCl. = Asam Chlorida.

3. NaOH itu sifatnya basa.

4. *Terjadi reaksi didalam lambung* asam *bertemu* basa *menjadi netral.*

5. Sembuh atas izin Allah SWT.

Ayo bantu share...✋👍

DO'A PAGI



 *DO'A PAGI*

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا حَلاَلاً طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا.
_“Yaa Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal yang baik, dan amal yang diterima"._
*Yaa اَللّهُ ..*
*Yaa Rabbanaa*..
Berkahilah umur kami...
Berilah kesehatan pada kami...
Angkatlah penyakit dan Sembuhkanlah, bila ada keluarga kami yang sedang sakit saat ini.....
Murahkanlah rejeki kami...
Berkahilah kami taufik dan hidayahMu..
امين يا رب العالمين
*Dzikir pagi

*اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ، وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.*
*أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ*
*اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآ إِلٰهَ إِِلآّ أَنْتَ ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَ أَبُوْءُ بذنبِي ، فَاغْفِرْلِيْ ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلآّ أَنْتَ*
*“Ya Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan yang kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah.


Sesungguhnya tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”*
Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin, juga saudara kita yg terkena musibah semoga diberi ketabahan dan kemudahan ...
*Aamiin Yaa Robbal 'Aalamiin...
🤲🏻
*

Senin, 08 Februari 2021

WASIAT UNTUK KITA SEMUA



Wasiat untuk kita semua

.                TERUSLAH   

                BERSAHABAT

              SAMPAI ALLAH  

                    BERKATA

                 WAKTUNYA

                     PULANG

Ketika ada kesempatan....., 

Pergilah bersama teman-teman.

Berkumpul- kumpul, bukan sekadar makan, minum dan bersenang, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat. Maka dari itu, bangunkanlah PERSAUDARAAN.

Mungkin lain waktu kita tidak akan bertemu lagi.

Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan.

Umur itu seperti es batu, dipakai atau tidak, akan tetap mencair dan berakhir.

Begitu juga dengan umur kita. 

Digunakan atau tidak digunakan, umur kita akan tetap berkurang,  dan akhirnya kembali ke hadirat ILAHI.

Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal.. 

Jalani hidup ini dengan ceria,  sabar dan santai.

Jangan suka mau menang sendiri,  sementara orang lain selalu salah.

Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat.

Satu keburukan teman, bukan berarti hilang sembilan kebaikannya.

Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman- teman dan saudara-saudara kita.

Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita di akhirat kelak. 

Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati.

Terimalah kekurangan dan kelebihan dari sahabat.

Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya.

Nikmati semua waktu, senda dan tawa. Hargai semua perbedaan. 

Percayakan kemampuan teman kita.

Jaga perasaannya, tutupi aibnya. 

Bantu ketika dia jatuh, sediakan bahu ketika dia menangis.

Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses. 

Sebut namanya dalam doa kita.

Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus. 

Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah, Allah juga akan selalu bersamamu.

Teruslah  bersahabat sampai Allah berkata waktunya pulang..

Semoga bermanfaat 🙏🙏🙏

Minggu, 07 Februari 2021

DO'A PAGI-PETANG



 DO'A PAGI-PETANG

(Kesehatan & Keselamatan)


Bismillaahirrahmaanirrahiim

"Allaahumma 'aafinii fii badanii..

Allaahumma 'aafinii fii sam'ii..

Allaahumma 'aafinii fii bashorii..

Laa ilaaha illaa anta..."


"Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri..

Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qobrii..

Laa ilaaha illaa anta..."


Ya Allaah, selamatkanlah tubuhku ini (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan)..

Ya Allaah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan)..

Ya Allaah, selamatkanlah penglihatanku..

Tiada illah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau...


Ya Allaah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran..

Ya Allaah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur..

Tiada illah kecuali Engkau...aamiin 🤲🏻🕋


Hasan: HR.Bukhari, Abu Dawud,dan Ahmad dari Abu Bakrah r.a.

Lihat kitab Shahih al-Adabil Mufrad (no.542).

Minggu, 31 Januari 2021

Dulu.....dulu......dulu..... dulu....

 Dulu.....dulu......dulu..... dulu....

1. Dulu IMAN yang harus kuat, sekarang IMUN yang jadi Fokus. ( Dunia sedang waspada )
2. Dulu kalau orang Bersin bilang Alhamdulillah, Umur panjang. Sekarang orang bersin....., dianggap sedang Sakit dan membawa Malapetaka ( Dunia sedang terguncang ).
3. Dulu Bersatu kita Teguh. Sekarang berkumpul kita Runtuh. ( Dunia sudah lain )
4. Dulu ada Tamu, senang karena dianggap bawa Berkah. Sekarang ada tamu dianggap bawa Penyakit. ( Dunia Sudah Payah )
5. Dulu kalau ketemu Jabat tangan. Sekarang ketemu angkat kaki ( cepat pergi ). ( Dunia sedang sakit )
6. Dulu Parfum yang kita bawa di tas, sekarang Hand sanitizer spray yang dibawa ( Dunia sedang dilanda ketakutan )
7. Dulu Senyum yang dibagikan, sekarang Masker yang dibagikan.( Dunia dilanda kesulitan )
8. Dulu kata *"NEGATIF"* tidak Bagus, sekarang kata *"POSITIF"* tidak bagus.
( Dunia sedang Galau )
9. Dulu pulang membesuk Orang Tua membawa Kebahagiaan. Sekarang membesuk orang tua disangka membawa Penderitaan.
( Dunia Sudah Aneh )
10. Dulu cuci Tangan untuk Makan, sekarang di mana-mana di suruh cuci tangan tetapi tidak dikasih makan....

( Dunia sudah terbalik )
*DUNIA SUDAH BERUBAH....!*
Benar juga, tiada yang Abadi dalam hidup ini,
والأخرة خير وابقى

*B͟A͟T͟A͟L͟ M͟I͟S͟K͟I͟N͟ L͟A͟G͟I͟*



_(s͟u͟n͟g͟g͟u͟h͟ s͟e͟d͟e͟k͟a͟h͟ i͟t͟u͟ s͟a͟n͟g͟a͟t͟ a͟m͟p͟u͟h͟)_

D͟i͟ z͟a͟m͟a͟n͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ A͟S͟, a͟d͟a͟ s͟e͟p͟a͟s͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ i͟s͟t͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ h͟i͟d͟u͟p͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ n͟a͟m͟u͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟a͟p͟i͟n͟y͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟s͟a͟b͟a͟r͟a͟n͟.
S͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟t͟i͟k͟a͟, t͟a͟t͟k͟a͟l͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ b͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟r͟a͟h͟a͟t͟, s͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟n͟y͟a͟:
_"W͟a͟h͟a͟i͟ s͟u͟a͟m͟i͟k͟u͟, b͟u͟k͟a͟n͟k͟a͟h͟ M͟u͟s͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ N͟a͟b͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ b͟e͟r͟b͟i͟c͟a͟r͟a͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ T͟u͟h͟a͟n͟n͟y͟a͟ (A͟l͟l͟a͟h͟)..?"_
L͟a͟l͟u͟ s͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟ :
_"Y͟a͟, b͟e͟n͟a͟r͟."_
S͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ l͟a͟g͟i͟:
_"K͟e͟n͟a͟p͟a͟ k͟i͟t͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟g͟i͟ s͟a͟j͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟-n͟y͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟k͟a͟n͟ k͟o͟n͟d͟i͟s͟i͟ k͟i͟t͟a͟ y͟a͟n͟g͟ p͟e͟n͟u͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟n͟y͟a͟ a͟g͟a͟r͟ i͟a͟ b͟e͟r͟b͟i͟c͟a͟r͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ R͟a͟b͟b͟-n͟y͟a͟, a͟g͟a͟r͟ D͟i͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟n͟u͟g͟e͟r͟a͟h͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟i͟t͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ ?"_
A͟k͟h͟i͟r͟n͟y͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟d͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟n͟y͟a͟ i͟t͟u͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ A͟S͟.
L͟a͟l͟u͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ b͟e͟r͟m͟u͟n͟a͟j͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟a͟p͟ A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟.
A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ p͟u͟n͟ b͟e͟r͟f͟i͟r͟m͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ M͟u͟s͟a͟:
_*"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, k͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟l͟a͟h͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, a͟k͟u͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ a͟k͟u͟ b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟, d͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟, a͟k͟a͟n͟ a͟k͟u͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟."*_
L͟a͟l͟u͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ m͟e͟n͟y͟a͟m͟p͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟s͟a͟n͟y͟a͟ A͟l͟l͟a͟h͟ t͟e͟l͟a͟h͟ M͟e͟n͟g͟a͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟m͟o͟h͟o͟n͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟ l͟a͟m͟a͟n͟y͟a͟.
M͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ k͟a͟b͟a͟r͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟u͟h͟ k͟e͟b͟a͟h͟a͟g͟i͟a͟a͟n͟ d͟a͟n͟ k͟e͟g͟e͟m͟b͟i͟r͟a͟a͟n͟.
B͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ h͟a͟r͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ d͟a͟t͟a͟n͟g͟l͟a͟h͟ r͟i͟z͟q͟i͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟i͟m͟p͟a͟h͟ d͟a͟r͟i͟ j͟a͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟a͟k͟ d͟i͟k͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ d͟a͟r͟i͟m͟a͟n͟a͟ a͟r͟a͟h͟n͟y͟a͟.
D͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟p͟u͟n͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟k͟a͟y͟a͟ p͟a͟d͟a͟ s͟a͟a͟t͟ i͟t͟u͟.
K͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ p͟u͟n͟ b͟e͟r͟u͟b͟a͟h͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟l͟i͟m͟p͟a͟h͟.
L͟a͟l͟u͟ s͟a͟n͟g͟ i͟s͟t͟r͟i͟ b͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟n͟y͟a͟:
_"W͟a͟h͟a͟i͟ s͟u͟a͟m͟i͟k͟u͟, s͟e͟l͟a͟m͟a͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ i͟n͟i͟ k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟ m͟a͟k͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟a͟n͟t͟u͟n͟i͟ a͟n͟a͟k͟-a͟n͟a͟k͟ y͟a͟t͟i͟m͟ m͟u͟m͟p͟u͟n͟g͟ k͟i͟t͟a͟ m͟a͟s͟i͟h͟ p͟u͟n͟y͟a͟ k͟e͟s͟e͟m͟p͟a͟t͟a͟n͟, k͟a͟r͟e͟n͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟."_
S͟a͟n͟g͟ s͟u͟a͟m͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟: _"B͟a͟i͟k͟l͟a͟h͟, k͟i͟t͟a͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ h͟a͟r͟t͟a͟ i͟n͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟."_
K͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟, d͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟a͟n͟g͟u͟n͟ t͟e͟m͟p͟a͟t͟-t͟e͟m͟p͟a͟t͟ s͟i͟n͟g͟g͟a͟h͟ p͟a͟r͟a͟ M͟u͟s͟a͟f͟i͟r͟, s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟k͟a͟n͟ m͟a͟k͟a͟n͟ g͟r͟a͟t͟i͟s͟ b͟a͟g͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟u͟t͟u͟h͟k͟a͟n͟.
S͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟ b͟e͟r͟l͟a͟l͟u͟, m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟a͟s͟i͟h͟ t͟e͟t͟a͟p͟ s͟i͟b͟u͟k͟ m͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟k͟a͟n͟ m͟a͟k͟a͟n͟a͟n͟ s͟a͟m͟p͟a͟i͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ l͟u͟p͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟s͟a͟n͟y͟a͟ s͟u͟d͟a͟h͟ s͟e͟t͟a͟h͟u͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ k͟a͟y͟a͟ d͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ l͟u͟p͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ m͟i͟s͟k͟i͟n͟.
N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ p͟u͟n͟ h͟e͟r͟a͟n͟ m͟e͟l͟i͟h͟a͟t͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟t͟a͟p͟ k͟a͟y͟a͟.
K͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟ k͟p͟d͟ A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ :
_"Y͟a͟ R͟a͟b͟b͟, b͟u͟k͟a͟n͟k͟a͟h͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ b͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ s͟a͟t͟u͟ t͟a͟h͟u͟n͟ s͟a͟j͟a͟, k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ i͟t͟u͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ p͟a͟d͟a͟ k͟e͟m͟i͟s͟k͟i͟n͟a͟n͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ s͟e͟m͟u͟l͟a͟?"_
A͟l͟l͟a͟h͟ S͟W͟T͟ p͟u͟n͟ b͟e͟r͟f͟i͟r͟m͟a͟n͟:
_*"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, A͟k͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟b͟u͟k͟a͟ s͟a͟t͟u͟ p͟i͟n͟t͟u͟ r͟i͟z͟q͟i͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟, t͟e͟t͟a͟p͟i͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ m͟e͟m͟b͟u͟k͟a͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ p͟i͟n͟t͟u͟ r͟i͟z͟k͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ h͟a͟m͟b͟a͟-h͟a͟m͟b͟a͟ K͟u͟."*_
_*"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, m͟a͟k͟a͟ A͟k͟u͟ t͟i͟t͟i͟p͟k͟a͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ l͟a͟m͟a͟ k͟e͟k͟a͟y͟a͟a͟n͟ i͟t͟u͟ p͟a͟d͟a͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟."*_
_*"W͟a͟h͟a͟i͟ M͟u͟s͟a͟, A͟k͟u͟ s͟a͟n͟g͟a͟t͟ m͟a͟l͟u͟ j͟i͟k͟a͟l͟a͟u͟ a͟d͟a͟ h͟a͟m͟b͟a͟-K͟u͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ m͟u͟l͟i͟a͟ d͟a͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ p͟e͟m͟u͟r͟a͟h͟ d͟a͟r͟i͟p͟a͟d͟a͟ A͟k͟u͟."*_
N͟a͟b͟i͟ M͟u͟s͟a͟ m͟e͟n͟j͟a͟w͟a͟b͟:
سبحانك اللهم ماأعظم شأنك وأرفع مكانك
_"M͟a͟h͟a͟ S͟u͟c͟i͟ E͟n͟g͟k͟a͟u͟ Y͟a͟ A͟l͟l͟a͟h͟, b͟e͟t͟a͟p͟a͟ M͟a͟h͟a͟ M͟u͟l͟i͟a͟ u͟r͟u͟s͟a͟n͟-M͟u͟ d͟a͟n͟ M͟a͟h͟a͟ T͟i͟n͟g͟g͟i͟ k͟e͟d͟u͟d͟u͟k͟a͟n͟-M͟u͟."_
*J͟a͟n͟g͟a͟n͟ t͟a͟n͟y͟a͟k͟a͟n͟ n͟i͟k͟m͟a͟t͟ m͟a͟n͟a͟ l͟a͟g͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟l͟u͟m͟ k͟i͟t͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟k͟a͟n͟*,
*t͟a͟p͟i͟ t͟a͟n͟y͟a͟l͟a͟h͟, n͟i͟k͟m͟a͟t͟ m͟a͟n͟a͟ l͟a͟g͟i͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟l͟u͟m͟ k͟i͟t͟a͟ s͟y͟u͟k͟u͟r͟i͟ d͟a͟n͟ b͟e͟l͟u͟m͟ k͟i͟t͟a͟ s͟e͟d͟e͟k͟a͟h͟k͟a͟n͟.*
*K͟i͟t͟a͟ s͟e͟r͟i͟n͟g͟ l͟u͟p͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟ n͟i͟k͟m͟a͟t͟ d͟a͟n͟ a͟n͟u͟g͟e͟r͟a͟h͟ A͟l͟l͟a͟h͟ i͟t͟u͟ h͟a͟n͟y͟a͟l͟a͟h͟ t͟i͟t͟i͟p͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟a͟m͟b͟i͟l͟ o͟l͟e͟h͟-N͟y͟a͟ k͟a͟p͟a͟n͟ s͟a͟j͟a͟ D͟i͟a͟ m͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟a͟m͟b͟i͟l͟n͟y͟a͟...*
_S͟e͟m͟o͟g͟a͟ B͟e͟r͟m͟a͟n͟f͟a͟a͟t͟_

Kamis, 14 Januari 2021

Ayat Pembuka Al-Quran yg Misterius Menurut Barat


 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Di kalangan peneliti Barat, keberadaan ayat-ayat fawatih al-suwar (pembuka-pembuka surat) atau awail al-suwar (permulaan surat) atau al-huruf al-muqatta' (huruf-huruf terpotong atau terpisah) ini disebut dengan nama 'huruf-huruf misterius'. 

Kemisteriusannya terlihat dari makna ayatnya yang tidak mudah untuk diterjemahkan atau ditafsirkan. Karena itu, keberadaan ayat-ayat pembuka surat itu merupakan pembeda dan keistimewaan Alquran dengan kitab suci lainnya. 

Imam al-Suyuti, pengarang kitab Al-Itqan fi 'Ulum al-Qur'an, menyatakan, "Menurut Ibnu Abbas RA, huruf-huruf pembuka surat itu merupakan singkatan dari nama-nama Allah SWT (asma' al-husna)." 

Misalnya, Alif lam mim adalah singkatan dari Allah Lathif Majid. Kemudian, Alif lam mim ra adalah singkatan dari Ana Allahu A'lam wa Ara. Lalu, Alif lam mim shad adalah Allah, al-Rahman, al-Shamad. 

Sedangkan, Ha mim singkatan dari Al-Rahman. Alif lam ra adalah Al-Rahman Al-Rahim, Ha mim ain sin qaf adalah Al-Rahman Al-Alim, Al-Quddus Al-Qahir. Tha sin mim adalah Dzuu Al-Thawl dan Kaf ha ya ain shad adalah Kafi, Hadi, Amin, Aziz, Shadiq. Adapun huruf nun adalah Nur, huruf qaf berarti Qadir atau Qahir, dan shad adalah shadaqallah. Sedangkan, Yaa sin dimaknai dengan Ya Sayyid al-Mursalin.

Beberapa pendapat lain menyatakan, keberadaan huruf-huruf tersebut merujuk pada nama-nama nabi (misalnya, Thaha, Haa mim, dan Yaa sin), nama gunung (Kaf ha ya ain sin qaf). 

Selain itu, ada pula yang berpendapat, keberadaan huruf-huruf pembuka ini sebagai media untuk membangkitkan perhatian Nabi kepada wahyu Ilahi yang akan disampaikan Jibril untuk membuat orang-orang terpesona yang mendengarnya serta menjadi pemisah antara yang satu dan yang lain.

Namun, dari semua pendapat yang beredar, penafsiran yang paling dianggap mewakili dan sedikitnya bisa diterima kalangan umat Islam, dalam beberapa terjemahan Alquran, diartikan bahwa huruf-huruf tersebut masuk dalam kategori ayat-ayat mutasyabihat yang memiliki makna "hanya Allah yang tahu". 

Minggu, 03 Januari 2021

SUAMI, PINTU SURGA DI RUMAHMU



🍃🍂
_*SUAMI, PINTU SURGA DI RUMAHMU*_
🍂🍃
👩🏻‍🌾🍂
Isteri, memiliki pintu surga di rumahnya. Pintu itu bisa mengantar dia ke surga atau melemparkannya ke neraka. Pintu itu hanya satu, SUAMI.
👩🏻‍🌾🍃
*Isteri yang TAAT kepada suaminya*, kelak memiliki kedudukan seperti lelaki yang mati syahid dalam peperangan di jalan Allaah.
👩🏻‍🌾🍂
Setiap isteri melayani suaminya, maka perbuatannya akan meninggikan derajatnya di sisi Allah.
👩🏻‍🌾🍃
*Amal ibadah yang paling utama bagi seorang isteri* adalah melayani suami dan anak-anaknya.
👩🏻‍🌾🍂
Lebih utama dari ibadah sunnah apa pun. Sebab itu amat rugi sekali wanita yang sibuk dengan zikir, tetapi suaminya terlantar tak dipikir.
👩🏻‍🌾🍃
Sibuk dengan al-Quran tapi suaminya tak pernah disediakan makan.
👩🏻‍🌾🍂
Sibuk dengan majlis maulid, tapi dengan suaminya selalu perang mulut.
👩🏻‍🌾🍃
Berdebat, bicara kasar, menipu, berbohong, menyakitinya, memandangnya dengan pandangan rendah, meninggikan suara
👩🏻‍🌾🍂
*Wahai para isteri …..*
Tiada guna sholatmu
Tiada guna majlis yang kau hadiri
Tiada guna puasamu
Tiada guna dzikirmu
Tiada guna hajimu
Tiada guna bacaan al-Quranmu
Tiada guna sedekahmu
👩🏻‍🌾🍃
Sebelum kau meminta maaf kepada suamimu.
👩🏻‍🌾🍂
Jangan sakiti dia, walaupun terkadang dia memiliki kelemahan di sana-sini.
👩🏻‍🌾🍃
Nabi telah menjelaskan, wanita yang menjadikan wajah suaminya berubah, maka tak akan diterima sholatnya walau sejengkal.
👩🏻‍🌾🍂
Dalam riwayat, _wanita yang tidak mau melayani suaminya di malam hari, dilaknat malaikat hingga pagi hari._
👩🏻‍🌾🍃
*Jadilah istri yang baik*, Jika memang yang kau tuju surga, Itulah jalannya.
👩🏻‍🌾🍂
*Carilah ridho suamimu*, Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari perbuatan yang bisa mendatangkan murka-Nya. Baik yang kita sadari atau tidak kita sadari.
👩🏻‍🌾🍃
_“Maka lihatlah kedudukanmu di sisinya. Sesungguhnya suamimu adalah surga dan nerakamu.” (HR. Ahmad).

Kita tertidur di satu dunia, dan terbangun di dunia lain.



Kita tertidur di satu dunia, dan terbangun di dunia lain.

Tiba - tiba Disneyland tidak indah lagi.
Paris tidak lagi romantis,
New York tidak lagi kota idaman
Tembok Cina bukan sesuatu banget.
dan.... Mekah kosong.
Pelukan & ciuman tiba - tiba menjadi alat penyebar penyakit.
Tidak mengunjungi orangtua merupakan cara baru untuk memperlihatkan hormat dan cinta kasih.
Tiba - tiba kita menyadari bahwa kekuasaan, kecantikan dan uang tidak berharga, dan kita tidak bisa mendapatkan oksigen meski kita berjuang mendapatkannya.
Dunia dan bumi meneruskan hidupnya yang indah dan menempatkan manusia didalam kandang. Dunia mengirimkan pesan!!!!
Semesta alam tidak memerlukan kita. Udara, bumi, air dan langit tanpa kita akan baik - baik saja dan bertambah indah.
Ketika semua peringatan telah berlalu, ingatlah bahwa anda Tamu di Bumi ini dan Bukan Penguasa.
Mari kita berdoa bahwa umat manusia terselamatkan dan belajar dari semua ini.
Jangan sombong...
Jangan takabur...
Jangan merasa paling benar...
Kita hanyalah debu di kakiNya......

8 Orang Kelompok Manusia

 



Telah berkata IMAM GHAZALI Rahimahullah di dalam kitab Tanbihul Ghafilin tentang:

Siapa saja yang sering duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Allah akan memberinya 8 perkara:
1.من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها.
1. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahkan cinta kepada dunia & semangat untuk mendapatkan dunia.
2. ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى
2. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahkan perasaan syukur & ridha atas pemberian Allah.
3. ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب
3. Barangsiapa yang duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahkan perasaan sombong & kerasnya hati.
4. ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوه
4. Barangsiapa yang duduk dengan perempuan, Allah akan menambahkan kebodohan & syahwat.
5. ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح
5. Barangsiapa yang duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahkan lalai & gurau senda.
6.ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها،والتسويف في التوبة
6. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahkan berani berbuat dosa & kemaksiatan serta mendorongkan diri untuk berbuat maksiat kemudian menunda-nunda akan taubat.
7.ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات
7. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang shaleh, Allah akan menambahkan perasaan cinta kepada amalan-amalan ketaatan.
8. ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع
8. Barangsiapa yang duduk dengan para ulama, Allah akan menambahkan ilmu & perasaan tidak cintakan dunia.
Coba kita renungkan, dengan siapa kita bersahabat?
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ