AZAB KUBUR
Rangkuman Kajian Islamadina
Ahad 16 Agustus 2020/ 26 Dzulhijjah 1441H.

Bismillahirrahmanirrahim




Karena hati telah membatu.
Semisal adalah melaksanakan ibadah untuk tujuan dunia dan bukan untuk urusan akhirat. Karena lemahnya pemahaman pada urusan akhirat.
Ia bodoh dan jahil pada urusan akhirat sehingga ia akan hina kelak di akhirat. Walaupun mungkin ia pintar dalam urusan dunia.
Kehinaan kita tidak hanya karena berlaku maksiat tapi juga karena malas dan bodoh belajar urusan akhirat, ilmu agama, ilmu AlQuran dan sunnah sesuai pemahaman salaf.
Pencari ilmu (agama), punya kedudukan yang tinggi di akhirat. Dan niat mencari ilmu untuk kemuliaan akhirat sangat sangat besar pahalanya dan InsyaaAllah mendapat kebahagian di alam barzah dan akhirat.



Tangisan karena teringat orang yang kita kasihi, keluarga, orang tua. Dan ini Dibolehkan, selama tidak menggugat takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena niyahah. Tangisan tidak ridho karena keluarganya meninggal. Ia menggugat takdir Allah Tabaraka Wata’ala.
Atau tangisan pesanan/ wasiat dari siMayyit. Atau juga tangisan keluarga dan anak kita karena kita tidak pernah mengajarkan pentingnya soal menangis soal air mata disaat kematian.


Padahal jelas Azab kubur ada, sebagaimana penjelasa. pada dalil berikut:

“Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,
kepada Fir'aun dan para pemuka kaumnya, tetapi mereka angkuh dan mereka memang kaum yang sombong”

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki”
Sehingga yang demikian membuat kita meyakini bahwa azab dan nikmat kubur ada.
Dan Azab dan Nikmat kubur, ibarat “terminal“ menunggu sebelum menuju tujuan akhir.
Hukuman atas nikmat yang akhir, bukan di alam kubur. Tapi kelak di akhirat. Namun terminal awal.
Namun apa yang akan kita alami di kubur merupakan cerminan atas apa yang akan kita alami kelak. Jika kita selamat di alam barzah ini maka urusan kita menjadi lebih mudah. Dan sebaliknya.

Apakah azab dan nikmat kubur itu akan selama2 nya sampai hari kebangkitan?
Tergantung pada dosa pencetus azab atau nikmat.
Ada yang menerima azab sementara. Semisal orang yang berdosa karena tidak pernah membersihkan diri setelah kencing. Ia akan mengalami azab selama ia tidak membersihkan diri.
Pun demikian juga ada orang orang yang menerima azab kubur selamanya sampai hari kebangkitan. Yaitu orang kafir dan orang munafik dan Pelaku kesyirikan.
Dan walau demikian Orang kafir pun pasti ditanya di kubur. Walau mereka akan abadi menerima azab kubur. Sebagaimana dalil berikut:

“ Maka, pasti akan Kami tanyakan kepada umat yang telah mendapat seruan (dari rasul-rasul) dan Kami akan tanyai (pula) para rasul”.
Untuk memberi pelajaran dan peringatan kepada orang kafir.


Maka, jangan pernah mencela aib yang telah meninggal dunia. Karena ia telah menanggung dosanya di alam barzah.



Para ulama menjawab: iya. Beberapa saja. Untuk menambah keiman kita dari yang sudah kita dapat dari AlQuran dan sunnah.
Beberapa orang diperlihatkan oleh Allah Tabaraka Wata’ala kepada beberapa orang.
Hanya manusia dan jin yang Allah Tabaraka Wata’ala halangi melihat jejak azab dan nikmat kubur.



- Munafik Amali:
Semisal muslim yg suka Berbohong. Tidak amanah. Bermusuhan melampui batas.
- Munafik I’tiqodi:
Yaitu Orang islam yang tidak suka syariat islam. Tidak suka Rasulullah Shallallahu alaihi Wa Sallam. Tidak suka kaum muslim menang.
Munafik jenis ini dapat menyebabkan orang keluar dari islam. Ia akan kekal selamanya di neraka.



Jawab: iya. Kecuali orang orang kafir dan munafik

Jawab: Harus memiliki azam atau niatan yang kuat, terus melakukan sholat Taubat di saat melakukan dosa, banyak banyak melakukan sedekah, terus mendekat kepada majelis majelis ilmu dan masjid, serta banyak berdekatan dengan orang orang yang Soleh

Jawab: Iya dapat mendengarnya karena kalimat tersebut diteguhka dan diberikan kemudahan dari rahmat yang diberikan oleh Allah dan bukan semata dari fisik calon mayyit

Jawab: Yang demikian merupakan Bisikan setan anggaran jalan dakwah semakin terhambat.
Karena para ulama mengatakan bilamana menunggu diri diri menjadi sempurna dahulu sebelum meluaskan jalan dakwah maka tidak akan ada manusia di bumi yang akan meluaskan jalan dakwah. Karena tidak ada manusia yang sempurna.
Melaksanakan dakwah dengan Teguh dan niatan yang sungguh sungguh semata demi Allah serta terus menguatkan diri untuk banyak banyak belajar.

Jawab: Bilamana tidak ada sesuatu alasan yang kuat dan darurat maka jangan dilakukan.

Bagaimana sikap wanita terhadap nasehat yang demikian karena wanita tidak boleh ke masjid?
Jawab: Wanita dapat melaksanakannya di rumah dan sholat di awal waktu. Bilamana terpotong masa haid maka saat selesai masa haid akan disambung kembali hitungan sebelumnya.

Jawab: yang demikian merupakan tanggung jawab dan tugas muslim di sekitarnya Untuk memastikan agar beliau dapat dimakamkan secara Islam. Dan dimakamkan di area bersama orang orang Islam.
Karena yang demikian merupakan hak si mayit untuk diperlakukan jenazahnya secara Islam. Dan kewajiban sesama muslim untuk memenuhi hak nya.

Jawab:


Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

“Jika ada kesalahan dalam materi maka hal itu berasal dari perangkum dan bukan dari materi kajian atau ustadz pemberi materi”
