Tampilkan postingan dengan label Kisah dalam kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dalam kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 November 2022

STOP DENGAN AIR WUDHU



Assalamu 'Alaikum
KISAH NYATA ADA SEORANG MILYADER SAUDI-ARABIA TURUNAN YAMAN SAKIT GEJALA STROKE, PUSING TERUS MENERUS TAK BERKESUDAHAN, DOKTER SAUDI ANGKAT TANGAN SUDAH MENYERAH, DISARANKAN PERGI KE DOKTER SWISS, SETELAH DIPERIKSA, DOKTER SWISS BEKATA SAMBIL TERTAWA KECIL, ANDA KAN ORANG ARAB, TENTU BERAGAMA ISLAM, OBATNYA ADA DIKITAB ANDA, BENGONG SERIBU BAHASA DENGAN MEMANDANG SANG DOKTER PENUH KEHERANAN RASANYA INGIN CEPAT2 TAU APA YG AKAN DIUCAPKAN PROFESSOR DOKTER BARUSAN, KATANYA:_
*HIRUPLAH AIR DIHIDUNG SETIAP BERSUCI WUDHU' SAMPAI TERASA DI UBUN2*.
_*MASYA ALLAH INI TUNTUNAN WUDHU' DALAM HADITS BAB BERSUCI, PASIEN TSB TERDIAM MALU BENAR2, DALAM BENAK PIKIRAN ORANG ARAB TSB MEMBENARKAN DLM HATI, SINGKAT CERITA TANPA OBAT ALHAMDULILLAH SEMBUH TOTAL.*_
_KEMUDIAN DISEBARKANLAH KEJADIAN YANG TELAH DIALAMI, KATANYA : JANGAN TINGGALKAN *MENGHIRUP AIR KETIKA WUDHU 3X,* YG KEBANYAKAN ORANG2 ISLAM SELALU MENYEPELEKAN AJARAN NABI SAW, MENCEGAH STROKE, DAN STOP  STROKE SEKARANG DAN SEBARKAN SEBAGAI AMAL IBADAH BERANTAI AMIEN._
*_INFO SEHAT KITA:_*
_*```SUNNAH NABI ITU EMANG SUPER```*_
*_1. B.A.B duduk, beresiko tinggi terkena wasir/ambeien._* BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*
*_2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal._* Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*
*_3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna._* 
Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik, makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_4. Makan dan minum berdiri dpt mengganggu pencernaan._* Dengan duduk lebih santun dan menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*
*_5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan._* Dengan duduk di lantai, tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*
*_6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung, karena ada reaksi asam._* Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*
*_7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan, bahkan itu tidurnya syetan._* 
Tidur menghadap kanan lebih menyehatkan, dan yg terpenting itu adalah *SUNNAH.*

*_8. Banyak Rahasia Sunnah yg telah diteliti para pakar, dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan._* Benarlah yg dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika misalnya belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.
*_9. Seorang dokter Eropa berkata: jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur), maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.. masyaa Allah.... Cintailah sunnah Nabi, tidak hanya adab sehari2 tapi seluruh. apa yang telah Rasullah tetapkan dalam Islam .. "Mau yg disukai atau tidak"._*

Selasa, 27 Juli 2021

ALLAH BAYAR SECARA TUNAI



Kisah Nyata :
Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata)
1 hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo,
Seorang sahabat meminta bantuan,
Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin,
Saya belikan kain sarung,
Beli roti,
Dll,
Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal,
Tak usah saya sebut namanya,
Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb,
Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya,
.

Kamis, 22 Juli 2021

Balada Si Belang, Si Botak dan Si Buta



Oleh: Afriza Hanifa
Mereka diuji atas nikmat dan karunia yang diberikan Allah.
Ribuan abad silam di era Bani Israil, hidup tiga orang yang fisiknya tak sempurna. Masyarakat menjauhi mereka karena penyakit yang diderita. Seorang menderita penyakit sopak hingga kulitnya belang-belang.

Seorang lainnya menderita penyakit kulit kepala hingga botak, Sementara, seorang lagi mengidap kebutaan hingga tak mampu melihat apa pun. Belum lagi kemiskinan yang menjerat ketiganya hingga kondisi mereka sangat menyedihkan.

Detik-detik sakaratul Maut Rasulullah SAW

Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surge bersama aku. ” Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. “Rasulullah akan meninggalkan kita semua, ” desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam, ” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya, ” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut, ” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri,tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapa Allah? “Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu, “kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar kabar ini? “Tanya Jibril lagi. “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya, ” kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini. ” Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril? “Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. ” Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal, ” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu. “
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan diwajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku” Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wasalim ‘alaihi.
courtesy : matasalman.worpres.com

Rabu, 21 Juli 2021

Islamnya Bilal bin Rabbah Al Habsyi R.A. dan Penderitaannya



Bilal bin Rabah al Habsyi r.a adalah seorang sahabat Nabi yang terkenal. Dia adalah seorang mu`adzin (juru adzan) di Masjid Nabawi. Sebelumnya ia seorang hamba sahaya milik salah seorang kafir Quraisy, kemudian memeluk islam. Keislamannya telah menyebabkan Bilal r.a mengalami banyak penderitaan dan kesengsaraan akibat perbuatan orang-orang kafir.

Umayah bin Khalaf adalah seorang kafir yang paling keras memusuhi orang Islam, dia telah membaringkan Bilal r.a di atas padang pasir yang panas membakar ketika matahari sedang terik sambil menindihkan batu besar di dadanya, sehingga Bilal r.a tidak dapat menggerakkan badannya sedikitpun. Umayah berkata, “Apakah kamu bersedia mati dalam keadaan seperti ini?ataukah kamu mau terus hidup, dengan syarat kamu tinggalkan agama Islam?” walaupun Bilal r.a disiksa seperti itu, namun dia berkata, “Ahad! Ahad!” (maksudnya, Allah Maha Esa)
Pada malam harinya, Bilal r.a diikat dengan rantai, kemudian dicambuk terus menerus ingga badannya terluka. Pada siang harinya, dia dibaringkan kembali di atas padang pasir yang panas. Tuannya berharap Bilal r.a silih berganti, suatu kali Abu Jahal yang menyiksanya, terkadang Umayah bin Khalaf, bahkan orang lain pun turut menyiksanya juga. mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyiksa Bilal ra dengan siksaan yang lebih berat lagi. Ketika Abu Bakar r.a melihat penderitaan Bilal r.a beliau segera membebaskannya.
Sumbel : Kitab Fadhail A`mal

Senin, 18 Maret 2019

Kisah Sang Rosul

Kisah Sang Rosul
رَاحَتِ الاَطيَارُ تَشدُو فِى لِيَالىِ المَولِدِ
Rohatil athyaru tasydu, fi layaa lil maulidi
(Burung-burung berkicauan teramat bahagia di malam kelahiran Baginda Nabi SAW)
وَبَرِيقُ النُّورِيَبدُو مِن مَعَانِى اَحمَدِ
فِى لَيَالِى المَولِدِ
Wa bariqunnuri yabdu, min ma’aani Ahmadi,
Fi layaa lil maulidi

(Dan kilatan cahaya terpancarkan penuh makna-makna dari Ahmad, yakni Baginda Nabi SAW)
Abdullah nama ayahnya Aminah ibundanya
Abdul Muthallib kakeknya Abu Thalib pamannya
Khadijah istri setia Fathimah putri tercinta
Semua bernasab mulia Dari Quraisy ternama
Inilah kisah Sang Rasul Yang penuh suka duka
Ooh penuh suka duka …

Dua bulan di kandungan Wafat ayahandanya
Tahun Gajah dilahirkan Yatim dengan kakeknya
Sesuai adat yang ada Disusui Halimah
Enam tahun usianya Wafat ibu tercinta

Delapan tahun usia Kakek meninggalkannya
Abu Thalib pun menjaga Paman paling membela
Saat kecil penggembala Dagang saat remaja
Umur dua puluh lima Memperistri Khadijah

Di umur ketiga puluh Mempersatukan bangsa
Saat peletakan batu Hajar Aswad mulia
Genap empat puluh tahun Mendapatkan risalah
Ia pun menjadi Rasul Akhir para Anbiya

Rabu, 28 November 2018

Mana Bukti Cintamu pada Nabi?

Mana Bukti Cintamu pada Nabi?
Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. 22 February 2010 27 Comments
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi akhir zaman, kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Dengan berbagai macam cara seseorang akan mencurahkan usahanya untuk membuktikan cintanya pada kekasihnya. Begitu pula kecintaan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setiap orang pun punya berbagai cara untuk membuktikannya. Namun tidak semua cara tersebut benar, ada di sana cara-cara yang keliru. Itulah yang nanti diangkat pada tulisan kali ini. Semoga Allah memudahkan dan memberikan kepahaman.

Selasa, 27 November 2018

*DETIK-DETIK MENJELANG KELAHIRAN JUNJUNGAN KITA BAGINDA BESAR NABI MUHAMMAD SAW*


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ
*DETIK-DETIK MENJELANG KELAHIRAN JUNJUNGAN KITA BAGINDA BESAR NABI MUHAMMAD SAW*
Telah disebutkan :
"Bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Rabiul Awwal) saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad ﷺ sudah semakin mendekati, ALLAH SWT semakin melimpahkan bermacam anugerahNya kepada Sayyidah Aminah mulai tanggal 1 hingga malam tanggal 12 Rabiul Awwal, malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad ﷺ."
PADA MALAM PERTAMA :
ALLAH SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa sehingga beliau (ibunda Nabi Muhammad ﷺ), Sayyidah Aminah merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
PADA MALAM KEDUA
Datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad ﷺ yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yang luar biasa dari ALLAH SWT.
PADA MALAM KETIGA
Datang seruan memanggil :
“Wahai Aminah… sudah dekat saat engkau melahirkan Nabi yang agung dan mulia, Muhammad Rasulullah yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada ALLAH SWT.”
PADA MALAM KEEMPAT
Sayyidah Aminah mendengar seruan beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan jelas.
PADA MALAM KELIMA :
Sayyidah Aminah bermimpi bertemu dengan Nabi ALLAH Ibrahim AS.
PADA MALAM KEENAM :
Sayyidah Aminah melihat cahaya Nabi Muhammad ﷺ memenuhi alam semesta.
PADA MALAM KETUJUH :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira sehingga kebahagiaan dan kedamaian semakin memuncak.
PADA MALAM KEDELAPAN :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut terdengar dengan jelas mengumandangkan :
“Bahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih ALLAH SWT, Pencipta Alam Semesta.”
PADA MALAM KESEMBILAN :
ALLAH SWT semakin mencurahkan rahmat belas kasih sayang kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah, sakit, dalam jiwa Sayyidah Aminah.
PADA MALAM KESEPULUH :
Sayyidah Aminah melihat tanah Tha’if dan Mina ikut bergembira menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad ﷺ.
PADA MALAM KESEBELAS :
Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Sayyidina Muhammad ﷺ.
MALAM KELAHIRAN NABI BESAR MUHAMMADﷺ.
Pada malam detik-detik kelahiran Rasulullah, tepat tanggal 12 Rabiul Awwal jam 2 pagi, di malam ke-12, langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun.
Saat itu Sayyid Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammadﷺ) sedang bermunajat kepada ALLAH SWT di sekitar Ka’bah. Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorang pun yang menemaninya.
Tiba-tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah dan perlahan-lahan muncul 4 wanita yang sangat anggun, cantik, dan jelita diliputi dengan cahaya yang memancar berkemilau serta semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.
Wanita pertama datang berkata :
”Sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan semesta alam. Beliaulah Nabi Muhammad ﷺ. Kenalilah aku, bahwa aku adalah istri Nabi ALLAH Adam AS, ibunda seluruh umat manusia, aku diperintahkan ALLAH untuk menemanimu.”
Kemudian datanglah wanita kedua yang menyampaikan kabar gembira :
“Aku adalah istri Nabi ALLAH Ibrahim AS, diperintahkan ALLAH SWT untuk menemanimu.”
Begitu pula menghampiri wanita yang ketiga :
”Aku adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan ALLAH untuk menemanimu.”
Datanglah wanita ke empat :
”Aku adalah Maryam, ibunda Isa AS menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah ﷺ.”
Sehingga semakin memuncak rasa kedamaian dan kebahagiaan ibunda Nabi Muhammad ﷺ yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.
Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puji-pujian kepada ALLAH SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda.
Detik berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh beliau bermacam-macam bintang di angkasa yang sangat indah berkilau saling beterbangan.

Detik berikutnya ALLAH SWT Yang Maha Agung memerintahkan kepada Malaikat Ridwan agar mengkomandokan seluruh bidadari syurga agar berdandan cantik dan rapih, memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutra dengan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian syurga yang harum semerbak ke segala arah.
Lalu trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu gembira.

Lalu ALLAH SWT memanggil :
“Yaa Jibril… serukanlah kepada seluruh arwah para Mabi, para Rasul, para Wali agar berkumpul, berbaris rapih, bahwa sesungguhnya Kekasihku cahaya di atas cahaya, agar disambut dengan baik dan suruhlah mereka mnyambut kedatangan Nabi Muhammad ﷺ."
"Yaa Jibril… perintahkanlah kepada Malaikat Malik agar menutup pintu-pintu neraka dan perintahakan kepada Malaikat Ridwan untuk membuka pintu-pintu syurga dan bersoleklah engkau dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasihKu Nabi Muhammad ﷺ."
"Yaa Jibril… bawalah trilyunan malaikat yang ada di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah KekasihKu Muhammad ﷺ telah siap untuk dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhiruzzaman.”
Dan turunlah semua malaikat, maka penuhlah isi bumi ini dengan trilyunan malaikat.
Lalu ibunda Rasulullah ﷺ (Sayyidah Aminah) di bumi, beliau melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi dan memenuhi seluruh jagat raya.
Pada saat itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, dan pada saat itu pula datanglah burung putih berkilau cahaya mendekati Sayyidah Aminah dan mengusapkan sayapnya pada Sayyidah Aminah, maka pada saat itu pula lahirlah junjungan kita Baginda Besar Nabi Muhammad Rasulullah ﷺ, dan tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad ﷺ bersujud kepada ALLAH SWT seraya mengucapkan :
“ALLAHU AKBAR...
ALLAHU AKBAR... 
WALHAMDULILLAHI KATSIRA... WASUBHANALLAHIBUKROTAN WA ASIILAA..."

Semakin memuncaklah kegembiraan seluruh alam dunia dan semesta dan terucaplah..
“YAA NABI SALAM ALAIKA…
YAA RASUL SALAM ALAIKA…
YAA HABIB SALAM ALAIKA…
SHOLAWATULLAH ALAIKA...”

Senyum indah terpancar dari wajahNya dan hancurlah berhala-berhala dan bergembiralah semua alam semesta menyambut kelahiran Nabi yang mulia…
*صلواعلى النبي*
اللهم صل وسلم وبارك وشرف وكرم وعظم على سيدنـاوحبيبنـاو شفيعنـا و قرة أعيننـا و مولانـا محمد وعلى آلـہ وصحبـه وسلم أجمعين
Ya ALLAH.. limpahkanlah shalawat serta salam kepada junjungan kami Nabi Besar Muhammad, sang cahayaMu yang selalu bersinar dan pemberianMu yang tak kunjung putus, dan kumpulkanlah
aku dengan Rasulullah di setiap zaman, serta shalawat untuk keluarganya dan sahabatnya, wahai Sang Cahaya.

(Diriwayatkan dari Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i, dalam kitabnya “Anni’matul-Kubro ’alal-alam").
#Silahkah LIKE & SHARE dengan niat dakwah agar lebih banyak lagi saudara muslim kita yang semakin bertambah cintanya kepada junjungan kita Baginda Besar Nabi Muhammad SAW dan senantiasa bersholawat atasnya di bulan yang mulia ini, yang mana ALLAH SWT mengangkat derajat pada bulan ini dengan kelahiran Beliau SAW dan memuliakan umat ini dengan wujudnya.
MAJLIS SALAF
Media Dakwah INDONESIA

Minggu, 30 September 2018

Antara Ibu dan Pemilik Warung

Seorang anak Bertengkar dengan Ibunya dan Meninggalkan Rumah.
Saat berjalan tanpa tujuan Ia Baru Sadar bahwa Ia sama Sekali tidak Membawa uang.
Ia Lapar sekali, ingin makan.

Acong Pemilik Restoran melihat anak itu Berdiri Cukup lama didepan Restorannya, lalu Bertanya.
"Nak, apakah Engkau ingin Memesan makanan?"
“Ya, tapi aku tidak Punya Uang,"
jawab anak itu dengan malu-malu.

"Tidak Apa-apa, aku Akan Memberi Gratis".
Anak itu Segera Makan. Kemudian air Matanya mulai Berlinang.
“Ada apa Nak?"
tanya Acong Pemilik Warung.

“Tidak apa-apa, Aku Hanya terharu Karena Seorang yang Baru Kukenal Memberi aku makan sedangkan Ibuku telah Mengusirku dari rumah.
Kamu seorang yang Baru Kukenal tapi Begitu Peduli Padaku.
Acong Pemilik warung itu Berkata,
Nak,
mengapa kau Berpikir Begitu ; *Renungkan hal ini,* 
Aku Hanya Memberimu semangkok bakmi & Kau begitu Terharu,
... Sedangkan ...
Ibumu telah Memasak nasi lauk, dll Setiap Hari sampai Kamu Dewasa,
*Harusnya kamu Berterima Kasih Kepadanya ...*

Anak itu Kaget Mendengar Hal tersebut.
Mengapa untuk semangkok bakmi dari *orang yang Baruku Kenal* aku Begitu Berterima Kasih,
... Tapi ...
*Terhadap Ibuku* yang Memasak Untukku selama *Bertahun-tahun* ,
*Aku tak Pernah Berterima Kasih* .

Anak itu Segera Bergegas Pulang
Begitu Sampai di Ambang Pintu rumah,
ia Melihat Ibunya dengan Wajah Cemas.

Ketika Melihat Anaknya,
Kalimat Pertama-tama yang Keluar dari Mulutnya adalah *"Nak.., Kau sudah Pulang, Cepat masuk, Ibu Telah Menyiapkan Makan Malam."*

Mendengar Hal itu,
si anak tidak dapat Menahan Tangisnya dan *Menangis* dihadapan Ibunya .

Sahabatku, 
Kadang Satu Kesalahan, Membuat kita *Begitu Mudah Melupakan Kebaikan* yang Telah kita Nikmati tiap hari.

Sekali Waktu kita Mungkin akan Sangat Berterima Kasih untuk Suatu Pertolongan Kecil yang Kita Terima.
Namun kita *sering tidak Sadar & Lupa Berterima Kasih Akan Kebaikan-kebaikan* dari Orang-orang yang Sangat Dekat Dengan Kita.
Berterimakasih lah Kepada :
*Ayah - Ibu* ... kita
*Istri / Suami* ... kita
Pegawai Rumah Tangga ... kita
Pegawai di kantor ... kita
Office boy di kantor .... kita
Semua Orang orang Terdekat dengan kita

Hidup itu Indah,
*kalau kita Pandai* Berterima Kasih dan Bersyukur ... 
Belajar menerima apa adanya ...

Ketika *GELAP* ,
baru tersadarkan apa arti dari *TERANG* .

Ketika *KEHILANGAN* ,
baru tersadarkan arti dari *MEMILIKI*

Ketika *BERPISAH* ,
baru tersadarkan arti dari *KEBERSAMAAN* .

Kemarin sudah *TIADA* ,
besok belumlah *TIBA* ,
kita hanya punya *1* hari, yaitu *HARI* ini. Jangan sesali yg telah berlalu, itu *perbuatan sia-sia.*

*Syukuri* apa *yang telah dimiliki,* agar kebahagiaan selalu berada disisi kita
Dalam kehidupan *NYATA* ,
kadang kita suka mempermasalahkan hal yang *KECIL* ,
yang tidak *PENTING* , sehingga akhirnya merusak *NILAI* yang *BESAR* .

Persahabatan yang *INDAH* selama puluhan tahun *BERUBAH* menjadi permusuhan yang *HEBAT* , karena *SEPATAH* kata *PEDAS* yang tidak *DISENGAJA* .
Keluarga yang *RUKUN* dan *HARMONIS* pun bisa *HANCUR* hanya karena perdebatan *KECIL* yang tidak *PENTING* .
yang *REMEH* kerap dipermasalahkan,
tetapi yang lebih *PENTING* dan berharga *LUPA* dan *TERABAIKAN* .

Seribu *KEBAIKAN* sering tidak *BERARTI* , *TAPI SETITIK* kekurangan *DIINGAT* seumur hidup.
Mari belajar *MENERIMA* kekurangan apapun yang ada -dalam kehidupan kita-,
Bukankah tak ada yang *SEMPURNA* didunia ini ... ?

*SEHATI* bukan karena saling *MEMBERI* ,
tetapi sehati karena saling *MEMAHAMI* .

*BETAH* bukan karena *MEWAH* , tetapi betah karena saling *MENGALAH*
*INDAH* bukan karena selalu *MUDAH* ,
tetapi *INDAH* karena dihadapi bersama setiap *KESUSAHAN* ... Semoga bermanfaat... Amiin...

Senin, 24 September 2018

KISAH JENAZAH YANG DISHOLAWATI 70 RIBU MALAIKAT

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. : Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup dan kurang bercahaya seperti biasanya.
Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.
Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : "Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?"

"Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya." jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : "Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?"
"Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat." jawab Malaikat Jibril.

Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?"
Kemudian Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu."
"Siapakah dia, wahai Jibril?" tanya Rasulullah SAW.

"Dialah Muawiyah...!!!" jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : "Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan kemuliaan yang sangat luar biasa ini?"

Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca Surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan selalu membaca Surat Al-Ikhlas."
Malaikat Jibril melanjutkan penuturannya : "Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut."

SubhanAllah ..
Walhamdulillah ..
Wala ilaha illallah ..
Wallahu akbar.

Rasulullah SAW bersabda : ''Apakah seorang di antara kalian tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?" Mereka menjawab, "Bagaimana mungkin kami bisa membaca sepertigai Al-Qur'an?" Lalu Nabi SAW bersabda, "Qul huwallahu ahad itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.'' (H.R. Muslim no. 1922)
Subhanallah
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan bermanfaat yang bernilai ibadah lewat tulisan ini dan mengamalkan dalam kehidupan sehari - hari.

Aamiin ya Rabbal'alamin
Semoga bermanfaa

Selasa, 28 Agustus 2018

Fokus


Ada seorang anak yang setiap hari rajin sholat ke masjid, lalu suatu hari ia berkata kepada ayahnya,
"Yah mulai hari ini saya tidak mau ke masjid lagi"
"Lho kenapa?" sahut sang ayah.
"Karena di masjid saya menemukan orang² yang kelihatannya agamis tapi sebenarnya tidak, ada yang sibuk dengan gadgetnya, sementara yang lain membicarakan keburukan orang lain".
Sang ayah pun berpikir sejenak dan berkata, "Baiklah kalau begitu, tapi ada satu syarat yang harus kamu lakukan setelah itu terserah kamu".
"Apa itu?"
"Ambillah air satu gelas penuh, lalu bawa keliling masjid, ingat jangan sampai ada air yang tumpah".
Si anak pun membawa segelas air berkeliling masjid dengan hati², hingga tak ada setetes air pun yang jatuh.
Sesampai di rumah sang ayah bertanya, "Bagaimana sudah kamu bawa air itu keliling masjid?",
"Sudah".
"Apakah ada yang tumpah?"
"Tidak".
"Apakah di masjid tadi ada orang yang sibuk dengan gadgetnya?".
"Wah, saya tidak tahu karena pandangan saya hanya tertuju pada gelas ini", jawab si anak.
"Apakah di masjid tadi ada orang² yang membicarakan kejelekan orang lain?", tanya sang ayah lagi.
"Wah, saya tidak dengar karena saya hanya konsentrasi menjaga air dalam gelas".
Sang ayah pun tersenyum lalu berkata, "Begitulah hidup anakku, jika kamu fokus pada tujuan hidupmu, kamu tidak akan punya waktu untuk menilai kejelekan orang lain. Jangan sampai kesibukanmu menilai kualitas orang lain membuatmu lupa akan kualitas dirimu".
Marilah kita fokus pada diri sendiri dalam beribadah, bekerja dan untuk terus menerus bebenah menjadi positif.
Semoga kita menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat.

Jumat, 24 Agustus 2018

Kubah Nabi, Monumen Peringatan Isra Mi'raj


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari al-Masjidil Haram ke al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya, Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS: al-Israa: 1).
Sebuah peristiwa mahadahsyat terjadi pada 27 Rajab, setahun sebelum umat Islam hijrah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa yang amat luar biasa dan melampaui batas-batas alam materi yang dialami Rasulullah SAW itu dikenal sebagai Isra Mi'raj.

Mengenal Musa bin Nushair, Sang Penakluk Andalusia


REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA  -- Pasukan tentara Islam akhirnya berhasil menguasai sebagian daratan Eropa, dari Jabal Tariq hingga Pegunungan Barans, pada 711 M. Ajaran Islam pun bersemi di benua Eropa. Kotakota di Spanyol, seperti Zaragoza, Barcelona, dan Daniyah, berada dalam genggaman peradaban Islam.
Sejarah Islam lebih banyak menonjolkan sosok Tariq bin Ziyad sebagai pahlawan dalam penaklukan Spanyol. Padahal, selain itu ada pula tokoh lainnya yang tak kalah hebat peranannya dalam proses penaklukan Andalusia. Pahlawan itu bernama Musa bin Nushair.
“Ia dijuluki sebagai Penakluk Andalusia,” ujar Syekh Muhammad Said Mursi dalam bukunya yang bertajuk Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah. Selain dikenal sebagai seorang pemimpin yang adil, Musa bin Nushair pun dikenang sebagai seorang panglima perang yang gagah berani dan dai yang tangguh.

Senin, 20 Agustus 2018

Anak Sulungku Seorang Petani


*_Hari ini, Prof Dr Ravik Karsidi, Rektor UNS, melakukan perjalanan dari Jogya ke Jakarta naik pesawat._*
Karena keberangkatan pesawat ditunda 1 jam beliau menunggu di salah satu lounge bandara Adisucipto dgn sekedar minum kopi.
Di depannya duduk seorang ibu sudah agak tua, memakai pakaian Jawa tradisional kain batik dan kebaya, wajahnya tampak tenang dan keibuan.
Sekedar mengisi waktu, diajaknya ibu itu bercakap.
"mau pergi ke Jkt, bu ?"
"Iya nak, hanya transit di cengkareng terus ke Singapura."
"Kalau boleh bertanya, ada keperluan apa ibu pergi ke Singapura ?"
"Menengok anak saya yang nomor dua nak, istrinya melahirkan di sana terus saya diberi tiket dan diuruskan paspor melalui biro perjalanan. Jadi saya tinggal berangkat tanpa susah mengurus apa²."
"Puteranya kerja di mana, bu ?"
"Anak saya ini insinyur perminyakan, kerja di perusahaan minyak asing, sekarang jadi kepala kantor cabang Singapura."
"Berapa anak ibu semuanya?"
"Anak saya ada 4 nak, 3 laki, 1 perempuan. Yang ini tadi anak nomer 2. Yang nomer 3 juga laki, dosen fakultas ekonomi UGM, sekarang lagi ambil program doktor di Amerika. Yang bungsu perempuan jadi dokter spesialis anak. Suaminya juga dokter, ahli bedah dan dosen di universitas Airlangga Surabaya."
"Kalau anak sulung ?"
"Dia petani, Nak, Tinggal di Godean, menggarap sawah warisan almarhum bapaknya."
Sang Profesor tertegun sejenak lalu dengan hati² bertanya:
_"Tentunya ibu kecewa kepada anak sulung ya bu, Kok tidak sarjana spt adik²nya."_
*"Sama sekali tidak, nak. Malahan kami sekeluarga semuanya hormat kepada dia, karena dari hasil sawahnya dia membiayai hidup kami dan menyekolahkan semua adik²nya sampai selesai jadi sarjana."*
Kembali sang Profesor merenung :
"Ternyata yang penting bukan Apa atau Siapa kita, tetapi apa yang telah kita perbuat.
Allah tidak akan menilai Apa dan Siapa kita tetapi apa *yg Kita lakukan"*

Sebuah pelajaran hidup yg mengajarkan, agar kita melakukan yg terbaik tanpa berharap pujian......
Tanpa terasa air mata profesor mengalir di pipinya...

*LAKUKAN YANG TERBAIK YANG BISA KITA LAKUKAN KARENA MANUSIA YANG MULIA BUKAN TERLETAK PADA KEDUDUKAN ATAU JABATANNYA TETAPI TERLETAK PADA SEBERAPA BESAR DIA BISA BERBUAT YANG TERBAIK BAGI SESAMA*

Minggu, 01 Juli 2018

Pengukuhan Kerasulan Musa AS


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Nabi Musa Alaihissalam (AS) adalah salah seorang Rasul Allah SWT yang memiliki sejumlah keistimewaan (mukjizat). Nabi Musa diberikan mukjizat berupa kitab Taurat, tongkatnya yang bisa berubah menjadi ular, tangannya yang bercahaya, dan bisa berbicara langsung dengan Allah.
Karena itulah, Nabi Musa mendapat gelar sebagai Kalimullah. Selain itu, Nabi Musa juga merupakan satu di antara lima nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi (Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW).
Menurut sejumlah riwayat, Nabi Musa hidup sekitar tahun 1527-1407 Sebelum Masehi (SM). Lihat keterangan lengkapnya dalam buku Athlas Tarikh al-Anbiya wa ar-Rusul (Atlas Sejarah Nabi dan Rasul) karya Sami bin Abdullah Al-Maghluts. Penjelasan serupa juga dikemukakan Harun Yahya dalam bukunya Jejak Bangsa-bangsa Terdahulu.

Selasa, 26 Juni 2018

Sahabat

Suatu hari Umar Bin Khattab Alfaruq mengadu kepada Rasulullah SAW akan sahabatnya Abu Bakar As-Shiddiq yang mengganggu pikirannya.
Umar berkata:
_"Wahai Rasulullah, ijinkan aku mengungkapkan keresahan hatiku akan apa yang telah Abu Bakar lakukan terhadap diriku."_

Dengan lembut Rasulullah menjawab:
_"Damaikan hatimu sahabatku, lalu teruskan maksud hatimu"._

Setelah tenang, Umar kembali berkata:
_"Suatu waktu, Abu Bakar bertemu dengan ku, akan tetapi dia tidak langsung memberi salam kepadaku, dia menunggu aku yg terlebih dahulu mengucapkan salam kepadanya. Aku tidak tahu apa salahku padanya."_

Rasulullah SAW *tidak ingin masalah ini mengganggu persahabatan diantara kedua sahabat yang sangat dicintainya ini.*
Maka Rasulullah pun _meminta Abu Bakar dihadapkan bersama agar dapat menjelaskan perihal yang sebenarnya._
Dan ketika Abu bakar hadir ditempat, maka Rasulullah pun bertanya kepada dirinya akan prasangka kerenggangannya dengan Umar.
Maka Abu bakar pun menjawab dengan _jawaban santun penuh kasih sayang yang membuat tangis seisi ruangan._
Katanya:
*"Wahai Rasulullah, aku pernah mendengar Engkau bersabda:*
*"Bahwasanya orang yg lebih dahulu mengucapkan salam kepada saudaranya, maka Allah akan membangunkan untuknya satu istana di dalam syurga".*

_"Maka aku ingin istana tersebut *menjadi miliknya Umar Bin Khattab* sahabatku tercinta"_
Maka Umar pun menangis mendengar jawabannya dan memeluk erat sahabat mulianya itu.
_Yaa Allah berikanlah kepada kami sahabat seperti mereka wahai dzat yang maha mulia._ Aamiin
*Al-Hasan al-Bashri:*
_"Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pada hari kiamat nanti."_

*Abul Hasan as-Sadzili:*
_"Jika ada musuh yang bisa mendekatkan kamu kepada Allah, maka hal itu lebih baik dari pada teman akrab yang menjauhkan kamu dari Allah."_

*Catatan ini* _kupersembahkan utk sahabat-sahabatku yang tak pernah lelah menebarkan kebaikan.
Semoga kita bisa menjadi sahabat yang *Saling Asih, Saling Asah dan Saling Asuh,* yang nanti saling berjumpa di jannatun-naim.
Semoga menjadi lebih baik dan bermanfaat.
*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Allah terimalah dari kami (amalan kami),

امن يارب