Tampilkan postingan dengan label bekal akhirat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bekal akhirat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Februari 2021

SALAH SATU SISI HAKIKAT DUNIA


    

Manusia diciptakan Allah untuk beribadah, tempat kita beribadah adalah di dunia akan tetapi banyak orang yang lalai dan tertipu oleh dunia. Salah satu sisi hakikat dunia

1. Sebelum mendapatkannya, harus banting tulang untuk mengumpulkannya. Bahkan banyak yang harus melabrak aturan Allah ta’ala.

2. Ketika menikmatinya, harus hati-hati menjaganya, agar tidak cepet rusak atau hilang atau dibegal dst. Atau bahkan harus disembunyikan karena takut dicuri atau kena lain dst.

3. Setelah itu, dia pasti akan sirna dan fana. Dan menyisakan tanggung-jawab di pundak kita, baik di alam kubur maupun di alam akherat kelak.

Jika demikian, pantaskah kita dilalaikan olehnya. Pantaskah kita menggunakan segala cara untuk mendapatkannya.

    Padahal Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah bersabda: “Sungguh seseorang tidaklah akan mati, hingga RIZKINYA disempurnakan, maka bertakwalah kalian kepada Allah, dan carilah cara yang baik dalam mendapatkannya.” (hadits dishohihkan oleh Syeikh Albani)

Baca Juga: SEBAGAIMANA DI LANGIT, TERNYATA DI BUMI JUGA ADA 

  Jika yang menggunakan cara halal dan cara haram sama-sama akan disempurnakan rizkinya, tanpa berkurang dan tanpa bertambah sedikitpun, mengapa memilih cara yang haram?

Ya Allah, lindungilah kami dari godaan setan yang terkutuk. Semoga bermanfaat…

Jumat, 28 Desember 2018

MANFAAT MENGAJI SEHABIS MAGHRIB DAN BA'DA SUBUH

Menurut hasil penelitian ternyata membaca Al-Qur’an
Sehabis Maghrib dan Sesudah Subuh dapat meningkatkan kecerdasan otak
Sampai 80 %,

karena di sana ada
pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke siang hari di samping itu ada tiga aktifitas sekaligus, membaca, melihat dan mendengar.

Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan seseorang kuat ingatan atau hafalannya.
Di antaranya :
- Menyedikitkan makan,
- Membiasakan melaksanakan 
ibadah salat malam,
- Dan membaca Al-Qur’an 
sambil melihat kepada mushaf

Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat 
dan
Memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al-Qur’an.

Dr. Al Qadhi, melalui penelitiannya yang
panjang dan serius di Klinik Besar Florida
Amerika Serikat,

Berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an,
Seorang Muslim, baik mereka yang berbahasa Arab maupun bukan, dapat merasakan perubahan :
• Fisiologis yang sangat besar
• Penurunan depresi, kesedihan,
• Memperoleh ketenangan jiwa,
• Menangkal berbagai macam penyakit

Merupakan pengaruh umum yang dirasakan orang-orang yang menjadi objek penelitiannya.
Penemuan sang dokter ahli jiwa ini tidak serampangan. Penelitiannya ditunjang
dengan bantuan peralatan elektronik terbaru untuk mendeteksi tekanan darah, detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik.

Dari hasil uji cobanya ia berkesimpulan, bacaan Al-Qur’an berpengaruh besar hingga 97% dalam melahirkan ketenangan jiwa dan penyembuhan penyakit.
Dalam laporan sebuah penelitian yang disampaikan dalam Konferensi Kedokteran Islam Amerika Utara pada tahun 1984, disebutkan, Al-Qur’an terbukti mampu mendatangkan ketenangan sampai 97% bagi mereka yang mndengarkannya.
Mari kita mulai luangkan waktu beberapa menit dari 24 jam di hari kita.
Semoga bermanfaat buat kita semua bersama keluarga kita.
Semoga kita kelak menjadi penghuni Surga,
Aamiin x3 Yaa Rabbal Aalamiin .

ORANG YANG TERTIPU DALAM BERIBADAH

Barangsiapa yang mengakui tiga perkara tetapi tidak menyucikan diri dari tiga perkara yang lain maka dia adalah orang yang tertipu;
1. Orang yang mengaku kemanisan berdzikir kepada Allah, tetapi hati dia masih sangat mencintai dunia.
2. Orang yang mengaku cinta ikhlas di dalam beramal, tetapi di dalam hati dia masih ingin mendapatkan sanjungan dari manusia.
3. Orang yang mengaku cinta kepada Allah yang menciptakannya, tetapi tidak berani merendahkan dirinya sebagai hamba.
Baginda Rasulallah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:
"Akan datang waktunya umatku akan mencintai lima, lupa kepada yang lima:

1. Mereka CINTA kepada DUNIA yg sementara TETAPI mereka LUPA kepada AKHIRAT yg kekal.
2. Mereka CINTA kepada harta benda TETAPI 
mereka lupa kepada adanya HISAB.

3. Mereka CINTA kepada makhluk TETAPI mereka LUPA kepada al-Khaliq.
4. Mereka CINTA kepada dosa TETAPI mereka lupa untuk BERTAUBAT.
5. Mereka CINTA kepada mahligai-mahligai mewah dunia TETAPI mereka lupa kepada KUBUR sebagai rumah akhirnya."
(Kitab Mukasyafah Al Qulub karangan IMAM AL-GHAZALI رحمة الله تعالى)

Senin, 30 April 2018

🌷HAKIKAT DUNIA

Sahabat...
Ibnul Qoyyim 
Al-Jauziyah mengatakan

"Dunia itu ibarat bayangan, bila kau kejar, dia akan lari darimu, tapi bila kau palingkan badanmu, dia tak punya pilihan lain kecuali mengikutimu".

Apa yang dikatakan Ibnul Qoyyim selaras dengan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

“Siapa yang obsesi hidupnya akhirat, maka Allah akan menjadikan kekayaan nya berada di dalam hatinya, menyatukan urusannya, dan dunia datang kepadanya dalam keadaan tunduk." 

"Sebaliknya, siapa yang menjadikan dunia sebagai obsesinya, maka Allah akan meletakkan kefaqiran di depan matanya", 

"Dia akan mencerai-beraikan urusannya, sementara dunia tidak mendatanginya kecuali sebatas apa yang telah ditakdirkan baginya.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Begitulah...setiap potongan hidup selalu menyajikan pilihan-pilihannya sendiri. 

Disini kita hanya punya dua pilihan, mengejar bayangan semu atau berbalik menuju kepastian. 

Tak ada pilihan ketiga, sebab kita tak mungkin berhenti, karena dengan berhenti itu artinya kita telah memilih untuk binasa. 

Teruslah melangkah maju sesekali lihatlah bayang itu, karena Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (berupa kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi”
(QS. Al-Qashshash: 77)

Sebagian orang menyangka bahwa maksud ayat ini adalah anjuran untuk menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat. 

Padahal tidak, justru ayat ini menjelaskan agar manusia sepenuhnya mencari karunia akhirat dan menjadikan dunianya sebagai sarana untuk meraih kebahagiaan akhirat. 

Sehingga apapun pekerjaan dunia yang ditekuni seseorang selama itu halal  hendaknya membuat ia semakin bersemangat dalam meraih akhiratnya.

Tataplah akhiratmu, berjalanlah menujunya, namun jangan lupakan duniamu sebagai sarana meraihnya.

Sebab Allah tak memuji mereka yang terus-menerus beribadah dan melupakan dunia, tapi 

Dia memuji mereka yang melakukan pekerjaan dunia namun hati mereka terpaut pada Allah.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
__