Tampilkan postingan dengan label Wasiat Penting Imam Syafi'i Menjelang Kematiannya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wasiat Penting Imam Syafi'i Menjelang Kematiannya. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Februari 2021

WASIAT UNTUK KITA SEMUA



Wasiat untuk kita semua

.                TERUSLAH   

                BERSAHABAT

              SAMPAI ALLAH  

                    BERKATA

                 WAKTUNYA

                     PULANG

Ketika ada kesempatan....., 

Pergilah bersama teman-teman.

Berkumpul- kumpul, bukan sekadar makan, minum dan bersenang, tetapi ingat, waktu hidup kita semakin singkat. Maka dari itu, bangunkanlah PERSAUDARAAN.

Mungkin lain waktu kita tidak akan bertemu lagi.

Mungkin lain waktu kita sudah semakin susah untuk berjalan.

Umur itu seperti es batu, dipakai atau tidak, akan tetap mencair dan berakhir.

Begitu juga dengan umur kita. 

Digunakan atau tidak digunakan, umur kita akan tetap berkurang,  dan akhirnya kembali ke hadirat ILAHI.

Kita akan menjadi tua, sakit, dan meninggal.. 

Jalani hidup ini dengan ceria,  sabar dan santai.

Jangan suka mau menang sendiri,  sementara orang lain selalu salah.

Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat.

Satu keburukan teman, bukan berarti hilang sembilan kebaikannya.

Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman- teman dan saudara-saudara kita.

Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita di akhirat kelak. 

Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati.

Terimalah kekurangan dan kelebihan dari sahabat.

Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya.

Nikmati semua waktu, senda dan tawa. Hargai semua perbedaan. 

Percayakan kemampuan teman kita.

Jaga perasaannya, tutupi aibnya. 

Bantu ketika dia jatuh, sediakan bahu ketika dia menangis.

Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses. 

Sebut namanya dalam doa kita.

Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus. 

Ketika hatimu baik dan tulus, percayalah, Allah juga akan selalu bersamamu.

Teruslah  bersahabat sampai Allah berkata waktunya pulang..

Semoga bermanfaat 🙏🙏🙏

Rabu, 21 Oktober 2020

Wasiat Penting Imam Syafi'i Menjelang Kematiannya



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Imam Syafi'i merupakan salah satu ulama kelahiran Palestina yang memiliki peran penting dalam sejarah pemikiran Islam. Dialah sang peletak dasar mazhab fikih Syafii, salah satu dari empat mazhab yang dianut kalangan ahlus sunnah wa al-jama'ah (Aswaja).

Nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin 'Abbas bin 'Usman bin Syaafi' bin Saaib bin 'Ubaid bin 'Abdu Yazid bin Haasyim bin 'Abdul Mutthalib bin 'Abdul Manaf. Dia dilahirkan di Ghaza pada pada 150 Hijriyah dan meninggal dunia di Fusthat, Mesir, pada 204 Hijriyah atau 819 Masehi. 

Menjelang kematiannya, Imam Syafi'i pun memberikan nasihat penting kepada muridnya, Al-Muzanni. Imam Syafi'i mewasiatkan kepada muridnya agar selalu bertakwa kepada Allah, mengingat akhirat, mengikuti kebenaran, sabar menghadapi musibah, dan berbuat baik. 

Berikut nasihat Imam Syafi'i menjelang kematiannya, seperti dikutip dari buku Biografi Imam Syafi’i: Kisah Perjalanan Hidup Sang Mujtahid karya Tariq Suwaidan.

Imam Syafi'i berkata, "Bertakwalah kepada Allah dan ingatlah selalu akhirat dalam hatimu. Jadikan kematian selalu di matamu dan jangan lupa keadaanmu kelak di hadapan Allah. Jadilah selalu bersama Allah dan jauhi larangan-Nya. Tunaikan kewajiban-Nya dan berjalanlah di jalan keberanan di mana pun kau berada."

Imam Syafi'i melanjutkan, "Jangan kau anggap remeh nikmat Allah kepadamu, walaupun sedikit. Terimalah ia dengan rasa syukur. Jadikan diammu sebagai tafakur, bicaramu sebagai dzikir, dan pandanganmu sebagai usaha mengambil pelajaran. Maafkan orang yang menzalimimu. Jalin silaturahim dengan orang yang memutuskannya, bersikaplah baik kepada orang yang bersikap buruk kepadamu, bersabarlah atas musibah, dan mintalah ampunan Allah dari neraka dengan takwa." 

Al-Muzanni meminta lagi tambahan nasihat dari gurunya itu. Imam Syafi'i pun melanjutkan nasihatnya dengan berkata, "Jadikan kejujuran sebagai lisanmu, menjaga amanat sebagai tiangmu, rahmat sebagai buahmu, syukur sebagai pembersihmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang sebagai hiasanmu, Alquran sebagai kecerdasanmu, ketaatan sebagai hidupmu, keridaan sebagai amanatmu, pemahaman sebagai mata hatimu, harapan sebagai kesabaranmu, dan takut sebagai pakaianmu."

Imam Syafi'i melanjutkan, "Jadikan sedekah sebagai pelindungmu, zakat sebagai bentengmu, rasa malu sebagai pemimpinmu, kesabaran sebagai menterimu, tawakkal sebagai tamengmu, dunia sebagai penjaramu, kemiskinan sebagai tempat tidurmu, kebenaran sebagai penuntunmu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Alquran sebagai temenmu berbicara, dan Allah sebagai penghiburmu. Barangsiapa menjadikan semua ini menjadi sifatnya maka surga akan menjadi tempatnya," ujar Imam Syafi'i.