Tampilkan postingan dengan label Nabi Ayub AS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nabi Ayub AS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2019

Nabi Ayub AS

Nabi Ayub merupakan salah satu utusan Allah SWT di muka bumi. Ia menjadi menjadi salah satu contoh kesabaran yang patut diteladani umat Islam.
Kisah teladan Nabi Ayub dikisahkan dalam beberapa tafsir. Dalam Al Bidayah wa An-Nihaya, dan Tafsir Al-Baghawi, dituliskan bahwa Nabi Ayub dahulu merupakan seseorang yang sangat kaya dengan harta berlimpah.
Mulai dari sapi, unta, kambing, kuda, dan keledai ia miliki di peternakannya. Bahkan, Nabi Ayub juga memiliki area tanah yang luas hingga tak ada orang yang mampu menyaingi.
Nabi Ayub juga dikenal sebagai orang yang baik, bertakwa, dan menyayangi orang miskin. Ia selalu bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepadanya.
Namun, suatu hari datang ujian untuk Nabi Ayub. Ia ditimpa penyakit judzam (kusta atau lepra) serta musibah yang membuat harta serta anaknya hilang.
Akibatnya, semua orang menjauh dari dirinya. Namun, istri Nabi Ayub masih sabar dan menemaninya. Sampai istrinya pun merasa lelah dan mempekerjakan orang lain untuk mengurus Nabi Ayub.
Baca juga: Kisah Sahabat Nabi: Adzan Terakhir Bilal yang Menggetarkan Madinah
Hanya saja, Nabi Ayub selalu berdzikir kepada Allah untuk diberikan keselamatan dan juga kesehatan. Cobaan yang dialaminya tak hanya sebentar melainkan selama 18 tahun lamanya.
Berdasarkan Quran Surat Al-Anbiya ayat 83 yang berbunyi:
Arab: وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ
Latin: wa ayyụba iż nādā rabbahū annī massaniyaḍ-ḍurru wa anta ar-ḥamur-rāḥimīn
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, '(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.'