Kamis, 12 Desember 2024

Berpuasa Ramadhan Tapi Hanya Dapat Lapar dan Dahaga

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Pada Ramadhan umat Islam menjalankan ibadah puasa. Mereka tidak boleh melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan dan minum, berhubungan badan di siang hari.

Namun bagaimana dengan ungkapan para ulama atau ustadz bahwa jangan sampai berpuasa hanya mendapatkan lapar dan haus?

Ungkapan ini pada dasarnya, ada dasarnya. Hadits Rasulullah SAW menyampaikan mengenai hal ini, beliau bersabda: 

Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR An-Nasa’i)

Rabu, 13 November 2024

Amanah Penguasa

 


Oleh AUNUR ROFIQ

Orang yang menerima amanah sebagai penguasa merupakan karunia dari Allah SWT. Segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan. Agar efektif menjadi penguasa, maka hendaknya ada beberapa kewajiban.

Selasa, 29 Oktober 2024

Sejarah Penamaan Rabiul Akhir dan Peristiwa Penting di Dalamnya


Rabiul Akhir atau Rabi‘uts Tsani merupakan bulan ke-4 dalam kalender Hijriah atau penanggalan berbasis bulan (lunar calendar), tepatnya setelah Rabiul Awwal, sebelum Jumadal Ula.

Pada zaman Jahiliyah, bulan Rabiul Akhir ini disebut dengan bulan Wubshan atau Wabshan. Bulan Rabiul Awwal disebut dengan bulan Khawwan atau Khuwwan. Sedangkan bulan Jumadil Ula disebut dengan al-Hanin. (Abu Bakar Muhammad, Jamhartul Lughah, [Beirut: Darul ‘Ilmi] 1987, jilid 3, hal. 1311).

Yang pertama memberi nama bulan Rabiul Akhir menurut satu pendapat adalah buyut kelima Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni Kilab bin Murrah. Penamaan itu tidak terlepas dari peristiwa alam musim rabi‘ atau musim semi yang terjadi di Jazirah Arab. Pada musim itu rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan banyak yang berbuah.

Selasa, 08 Oktober 2024

7 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rabiul Akhir



Mengutip buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya Hamdan Hamedan, bulan Rabiul Akhir atau Rabi'uts Tsani, merupakan bulan keempat dalam kalender Hijriah. Pada zaman jahiliah, bulan ini dikenal sebagai Wubshan atau Wabshan.

Menurut satu riwayat, yang pertama memberi nama bulan Rabiul Akhir adalah buyut kelima Rasulullah SAW yang bernama Kilab bin Murrah. Penamaan itu berkaitan dengan kondisi alam pada musim rabi' atau musim semi di Jazirah Arab.

Dalam bahasa Arab, "rabbi" berarti musim semi, sementara "akhir" menggambarkan penghujung. Oleh karena itu, Rabiul Akhir dapat dimaknai sebagai akhir dari musim semi kedua.

Musim ini ditandai dengan rerumputan yang menghijau dan tanaman yang tumbuh subur, berlangsung sekitar dua bulan. Nama ini pun diberikan untuk menandai kedua bulan tersebut, yang kini dikenal dengan Rabiul Awal dan Rabiul Akhir.

Kamis, 26 September 2024

Keistimewaan Bulan Rabiul Awal: Kenapa Bulan Ini Begitu Penting

Bulan Rabiul Awal banyak dikenal sebagai bulan Maulid, di mana umat Islam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW, sosok yang diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Keistimewaan Bulan Rabiul Awal ini menjadikannya momen penting untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai Keistimewaan Bulan Rabiul Awal

Salah satu keistimewaan Bulan Rabiul Awal yang paling dikenal adalah kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12 Rabiul Awal. Allah SWT berfirman bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi semesta alam (QS. Al-Anbiya: 107). Ayat ini menegaskan pentingnya kehadiran Rasulullah SAW sebagai pembawa rahmat dan petunjuk bagi umat manusia. Keistimewaan Bulan Rabiul Awal ini mendorong umat Islam untuk memperingati Maulid Nabi dengan memperbanyak shalawat, berdoa, dan mengenang ajaran-ajaran beliau.