Oleh AUNUR ROFIQ
Orang yang menerima amanah sebagai penguasa merupakan karunia dari Allah SWT. Segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan. Agar efektif menjadi penguasa, maka hendaknya ada beberapa kewajiban.
Oleh AUNUR ROFIQ
Orang yang menerima amanah sebagai penguasa merupakan karunia dari Allah SWT. Segala perbuatannya akan dipertanggungjawabkan. Agar efektif menjadi penguasa, maka hendaknya ada beberapa kewajiban.
Rabiul Akhir atau Rabi‘uts Tsani merupakan bulan ke-4 dalam kalender Hijriah atau penanggalan berbasis bulan (lunar calendar), tepatnya setelah Rabiul Awwal, sebelum Jumadal Ula.
Pada zaman Jahiliyah, bulan Rabiul Akhir ini disebut dengan bulan Wubshan atau Wabshan. Bulan Rabiul Awwal disebut dengan bulan Khawwan atau Khuwwan. Sedangkan bulan Jumadil Ula disebut dengan al-Hanin. (Abu Bakar Muhammad, Jamhartul Lughah, [Beirut: Darul ‘Ilmi] 1987, jilid 3, hal. 1311).
Yang pertama memberi nama bulan Rabiul Akhir menurut satu pendapat adalah buyut kelima Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni Kilab bin Murrah. Penamaan itu tidak terlepas dari peristiwa alam musim rabi‘ atau musim semi yang terjadi di Jazirah Arab. Pada musim itu rerumputan menghijau, tanaman tumbuh subur, dan pepohonan banyak yang berbuah.
Bulan Rabiul Awal banyak dikenal sebagai bulan Maulid, di mana umat Islam memperingati hari kelahiran Rasulullah SAW, sosok yang diutus oleh Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam. Keistimewaan Bulan Rabiul Awal ini menjadikannya momen penting untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keistimewaan Bulan Rajab ditandai dengan berbagai keistimewaan dan juga pahala bagi umat Muslim yang secara optimal bisa memanfaatkannya.
1. Isra Miraj
Keistimewaan Bulan Rajab jelas terkait dengan terkait dengan peristiwa Isra Miraj, di mana waktu itu peristiwa perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dan juga menembus Arsyi Allah SWT di langit ketujuh.
2. Bulan Kebaikan
Keistimewaan Bulan Rajab disebut juga dengan Al-Ashabb yang memiliki arti mengucur, karena bulan Rajab begitu deras kebaikan yang Allah SWT berikan, maka dari itu, janganlah menyia-nyiakan bulan Rajab tanpa berbuat banyak amal kebajikan.
3. Doa dan Ibadah
Umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualtas ibadah wajib dan ibadah sunah lainnya, doa, dan dzikir selama Bulan Rajab. Momen ini menjadi kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan-amalan kebaikan.
4. Disunahkan untuk Berpuasa
Melaksanakan puasa sunnah di Bulan Rajab juga dianjurkan karena seperti amalan yang bernilai pahala tinggi. Seain itu Puasa juga dimaksudkan dapat mendekatkan diri kepda Allah SWT dan dapat mensucikan diri membersihkan jiwa
5. Permohonan Ampunan
Keistimewaan Bulan Rajab ini dapat membuka pintu dalam taubat dan mohon ampunan (istigfar), dimana hal tersebut bisa membersihkan diri dari dosa dan kesalahan di masa lampau. Selain itu Keistimewaan Bulan Rajab juga menjadi waktu yang tepat untuk bersedekah dan memberikan kontribusi kepada yang membutuhkan.