Kamis, 17 Juni 2021

CARA MENDAPATKAN HATI YANG LEMBUT


 SANTAPAN PAGI

CIRI-CIRI AHLI SYURGA

1. Wajahnya bercahaya.

2. Perkataannya hikmah.

3. Hatinya lembut.

4. Sifatnya dermawan.

5. Akhlaknya mulia.

6. Lisan dan hatinya selalu berdzikir dan bersholawat.

CARA MENDAPATKAN WAJAH BERCAHAYA

1. Menjaga takbiratul ula bersama imam.

2. Menjaga solat tahajjud.

3. Menjaga wudhu.

4. Menjaga pandangan dari yang haram.

CARA MENDAPATKAN PERKATAAN HIKMAH

1. Sering membaca Al-Qur'an.

2. Sering/selalu membicarakan kebesaran dan ke-agungan Allah.

3. Mengamalkan dzikir pagi dan petang.

4. Menghindari perkataan berbohong dan sia-sia.

CARA MENDAPATKAN HATI YANG LEMBUT

1. Sering duduk di majelis ilmu dan selawat.

2. Sering duduk di majlis ta'lim.

3. Sering berkhidmah kepada orang sholeh.

4. Hindari berdebat walaupun benar.

CARA MENDAPATKAN SIFAT DARMAWAN

1. Sering membaca dan merenungi fadhilah sedekah.

2. Sering bergaul dengan orang miskin.

3. Menanamkan sifat qona'ah.

4. Tanamkan keyakinan "jika saya bersedekah

tidak membuat saya miskin dan jika saya tidak

bersedekah tidak membuat saya menjadi kaya."

*Semoga kita yang membaca dan mengamalkannya termasuk orang-orang yang dirindukan Syurganya Allah. 

Aamiin Ya Rabbal'alamiin..

📑 Lakukanlah kebaikan sekecil apapun karena engkau tidak pernah tau km kebaikan apa yang akan membawamu ke Surga.

_( Imam Hasan Al Basri )_

*Semoga bermanfaat...*

Selasa, 15 Juni 2021

KERUGIAN YANG BESAR MANUSIA


🌴🌴🌴

Imam Auza’i rohimahullah berkata,

“Tidaklah waktu demi waktu di dunia ini melainkan akan ditampakkan kepada seorang hamba pada hari kiamat. Hari demi hari, bahkan detik demi detik..

🌴🌴🌴

Dan tidaklah berlalu satu detik saja sedang dia tidak berdzikir mengingat Allah ta’ala, melainkan akan tercabik-cabik

hatinya karena merasa rugi..

🌴🌴🌴

Lalu bagaimana dengan orang yang detik demi detik, hari demi hari, dan malam demi malam berlalu sedang dia tidak berdzikir mengingat Rabbnya..?!”

[Kitab: Hilyatul Auliya’ 6/142]

Diterjemahkan oleh,

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

=======🌴🌴🌴🌴🌴=======

Senin, 14 Juni 2021

🌻 *SPIRIT TAHAJUD*🌻


*Ta'awun Menghadapi Musibah*

✍ Musibah tak lekang dalam cerita hidup setiap insan. Dari luka ringan hingga kesedihan mendalam menjadi warna-warni kehidupan. Namun tidak semua musibah diberikan sebagai ujian keimanan yang dapat meningkatkan derajat serang hamba di sisi-Nya. Ada kalanya, musibah datang berupa azab akibat dosa yang dilakukan hamba. Dari dua jenis ini, mana yang sering kamu alami ?

👉 *1. Musibah Berupa Ujian*

Jika musibah yang dialami seorang hamba sebagaimana yang dialami para nabi dan Rasul, maka musibah tersebut merupakan ujian yang diberikan Allah. Tujuan diberikannya ujian yakni untuk meninggikan derajat, menambah pahala, serta agar seorang hamba dapat bersabar. 

✍ Contoh jenis ujian ini yakni ditimpa penyakit, tidak diberi keturunan, dan sebagainya. Semakin tinggi derajat seorang hamba, semakin berat ujian yang didapatkan. Karena itulah para nabi dan rasul merupakan orang-orang yang paling berat ujiannya. Dari Mush’ab bin Sa’id, dari ayahnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, manusia manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad Darimi, dan Ahmad).☘

👉 *2. Musibah Akibat Dosa*

Musibah tidak hanya datang berupa ujian yang dapat meningkatkan derajat seorang hamba. Ada pula musibah yang datang akibat dosa yang dilakukan hamba. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam Al Qur’an, “Barang siapa yang melakukan keburukan (maksiat). maka dia akan mendapatkan balasan karena keburukan yang telah dilakukannya.” (QS. An Nisa: 123).🌴

👉 Allah juga berfirman, “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).🙏

✍ Dengan diberikannya musibah ini, maka seseorang diharapkan dapat beristighfar dan bertaubat dari dosa-dosanya. Allah memberi peringatan berupa musibah agar seseorang mendekatkan diri, mengakui dan menangisi dosa-dosa yang ia lakukan. Karena itulah saat mendapat musibah, hendaklah segera introspeksi diri, dosa apa yang telah dilakukan, lalu segera bertaubat darinya. Selain datang akibat dosa, musibah jenis ini pula dapat bermakna azab yang disegerakan di dunia.

Dengan musibahnya itu, seseorang mendapat balasan atas dosa-dosanya yang telah dilakukannya di dunia dan bukan di akhirat. Namun hanya orang-orang yang Allah kehendaki saja yang mendapat hal ini. Mereka lah orang-orang pilihan yang dicintai Allah. Rabb Ar Rahim berfirman, “Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. At Tirmidzi).🙏

👉 Dua jenis musibah yang sama-sama menyusahkan, menyakitkan, menimbulkan kesedihan, kegalauan, dan segala macam duka, ternyata dapat bermakna beda. Namun apapun bentuk musibah tersebut, entah itu ujian ataupun azab, entah itu untuk menaikkan derajat ataupun akibat dosa, semua musibah hendaklah disikapi dengan sabar dan mendekatkan diri kepada Allah.🍀

✍ Harapkanlah pahala dari setiap musibah yang dialami. Harapkanlah bantuan Allah untuk melaluinya, serta harapkanlah gugurnya dosa-dosa dari musibah tersebut. Mengingat tidaklah musibah yang menimpa seorang muslim, pasti akan menggugurkan dosa. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran, kesedihan, kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti, sampai duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).🌿

✍ Musibah yang melanda bangsa kita akhir-akhir ini, menyadarkan banyak pihak akan kebesaran Sang Maha Kuasa, Dia yang mampu menyadarkan semua elemen warga negara akan pentingnya solidaritas terhadap sesama, serta selalu waspada akan datangnya suatu bencana.🌴

✍ Salah satu bentuk solidaritas adalah menyalurkan bantuan materi berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan lainnya, maupun non materi, berupa jasa konseling untuk menghilangkan trauma, bahkan dukungan berupa doa agar para korban diberikan kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi semuanya.

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺲ ﻋﻦ ﻣﺆﻣﻦ كربة من كرب اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻧﻔﺲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ كربة من كرب ﻳﻮﻡ اﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻭﻣﻦ ﺳﺘﺮ ﻣﺴﻠﻤﺎ ﺳﺘﺮﻩ اﻟﻠﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻵﺧﺮﺓ ﻭﻣﻦ ﻳﺴﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﻌﺴﺮ ﻳﺴﺮ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭاﻵﺧﺮﺓ ﻭاﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﻋﻮﻥ اﻟﻌﺒﺪ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ اﻟﻌﺒﺪ ﻓﻲ ﻋﻮﻥ ﺃﺧﻴﻪ. رواه مسلم

*Artinya*: Diriwayatkan dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang meringankan kesusahan orang mukmin dalam urusan dunia maka Allah akan meringankan kesusahan Akhirat bagi dirinya. Barangsiapa menutupi aib orang lain, maka akan ditutupi aibnya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang sedang dilanda kesusahan maka akan dimudahkan urusannya diakhirat. Dan pertolongan Allah akan selalu turun selagi seorang hamba menolong saudaranya.💐

✍ Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa Allah akan selalu menolong seorang hamba selagi ia mau membantu saudaranya yang membutuhkan. Orang yang suka menolong dan memudahkan kesulitan orang lain akan dimudahkan urusannya di akhirat kelak oleh Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial akan mendekatkan diri kepada Tuhan, serta akan menumbuhkan tali persaudaraan.🌷


👉 Adanya Musibah wabah covid 19 ini, maupun yang lainnya sebagai ajang evaluasi bersama semua kalangan, pejabat maupun rakyat, kyai maupun santri, akan arti pentingnya kepedulian sekitar kita, terutama faktor politik yang mulai memanas jangan sampai menjadi pemicu dalam memecah belah bangsa ini.🙏

Minggu, 13 Juni 2021

TULISLAH SESUATU YANG DENGANNYA ENGKAU AKAN BAHAGIA DI AKHIRAT


Mungkin tulisan-tulisan kita akan tetap bertahan di dunia maya. 

Dibaca oleh orang  yang terlahir di masa berikutnya. 

Meninggalkan sejarah dan jejak dari kehidupan kita sebelumnya.

💎SAAT KITA TIADA, 

kita tidak tahu amalan apa yang akan menyelamatkan kita kelak. 

Kita tidak tahu amalan apa yang telah kita perbuat dan tetap mengalir pahalanya meskipun kita telah berada di dunia yang berbeda.

Jangan pernah anggap remeh perbuatan baik meskipun hanya sedikit.

💎NASEHAT LUQMAN KPD ANAKNYA : 

Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, 

niscaya Allah akan mendatangkannya membalasinya. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui

 (QS. Luqman: 16).

💎TULISLAH SESUATU YANG BERMANFAAT, 

baik untuk diri kita sendiri maupun bagi orang yang membacanya. 

Sesuatu yang tidak menimbulkan kemudharatan bagi pribadi atau orang lainnya. 

💎SEMUA PENULIS AKAN MENINGGAL.

hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. 

MAKA TULISLAH...

sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti

(Ali bin Abi Thalib)

💎TULISLAH SESUATU YANG AKAN KAU SYUKURI 

dan tidak akan kau sesali di masa yang akan datang. 

💎SAMPAIKAN KEBENARAN 

yang ada meskipun tidak banyak yang bisa  kalian sampaikan. 

Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat

 🕳(HR. Bukhari)🕳

💎TULISLAH SESUATU YANG KALIAN TAHU 

Agar menjadi pelajaran bagi mereka yang ingin mengetahuinya.

💎“KAMI AKAN MEMASANG TIMBANGAN

 yang tepat pada hari kiamat, 

maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.

 Dan jika Amalan itu hanya seberat biji sawi pun

 pasti Kami mendatangkan pahalanya. 

Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan

🕳(QS. Al Anbiya’: 47).🕳

🕳BERHENTILAH... 

UNTUK menjadi seorang pembenci..

MENEROR dan MENCACI 

seseorang yang belum tentu kalian kenali.

💍 SETIAP PERKATAAN yang kalian ucapkan.

💍 SETIAP TULISAN yang kalian ketikkan.

💍 SESUATU yang mungkin kalian telah lupa bahwa kalian pernah lakukan. 

💎SESUNGGUHNYA ITU SEMUA 

Akan diminta pertanggung jawabannya.

JANGAN SAMPAI 

kita menjadi pribadi yang paling menyesal terhadap 

setiap lisan yang terlontar tanpa dipikirkan.

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja Tanpa pertanggung jawaban...???

🕳(QS. Qiyamah: 36)🕳

✍️ Oleh : Rajaman Sulaiman Al-baqiah

Sabtu, 12 Juni 2021

BULAN YANG DIANAK-TIRIKAN


Ia adalah bulan mulia…

Bulan ibadah…

Bulan yang memiliki 2 gelar:

1. Bulan Haji

ALLAH ta’ala berfirman:

ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzul Qa’dah, 10 hari pertama Dzul Hijjah).”

(Al Baqarah: 197)

2. Bulan Haram

Bulan dimana DOSA dilipatgandakan, sebagaimana PAHALA setiap tetesan keringat dan langkah kebajikan dilipatgandakan.

🌴🌴🌴

ALLAH ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمٰوٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram/mulia (Dzul Qa’dah, Dzul hijjah, Al Muharram, dan Rajab).” (At Taubah: 36)

🌴🌴🌴

Namun…

Bulan ini cenderung dilupakan.

Jarang terlihat penyambutan dan jamuan.

Jangankan menyambut kedatangannya, banyak dari kita tidak sadar bahwa ia telah bertamu dalam kehidupan kita.

🌴🌴🌴

Saudaraku,

Kita telah berada di bulan Dzul Qa’dah .

Lumbung dari pahala dan mimpi buruk bagi setiap dosa.

Maksimalkanlah…

Perlakukanlah dia dengan semestinya dan jangan sampai kita “menganak-tirikan”-nya.

(Tafsir Ath Thabari dan Tafsir Ibnu Katsir Surat Al Baqarah: 197 dan Surat At Taubah: 36)

Ditulis oleh,

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,


 =======🌴🌴🌴🌴🌴=======