Jumat, 01 Mei 2020

Tradisi yang Hilang di Ramadhan 2020

Ramadhan yang kita lalui di Indonesia, memiliki berbagai macam tradisi baik dalam menyambut kedatangannya maupun dalam pelaksanaan bulan Ramadhan itu. Seperti kita ketahui saat ini tepatnya Ramadhan tahun 2020 bertepatan dengan tahun 1441 H, di mana telah terjadi wabah yang tidak pernah kita duga sebelumnya, yakni Covid-19.


Oleh karena adanya penyebaran virus Covid-19 tersebut, maka tradisi yang ada di Indonesia dalam memeriahkan dan menyemarakkan bulan Ramadhan tersebut, akan berkurang bahkan bisa saja hilang dan tidak lagi dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia.

Tradisi boleh saja terbatas dan dibatasi oleh Covid-19, namun Ramadhan tahun ini hendaknya semangat kita jangan sampai kurang. Karena Ramadhan sekali setahun yang kita temui, tidak akan bermakna apa-apa jika hanya dilewatkan begitu saja.

Berikut beberapa tradisi memeriahkan Ramadhan yang bakal hilang di Indonesia pada tahun ini :

1. Tradisi membangunkan orang sahur

Tradisi yang Bakal Hilang di Ramadhan 2020
gambar by : sepenggal info

Selama ini kita mengetahui, bahwa tradisi masih berjalan di Indonesia dalam menjalani Ramadhan adalah membangunkan orang sahur, tradisi membangunkan masyarakat sahur disebut dengan bermacam-macam sebutan, tergantung pada daerah masing.

Di Jawa Timur disebut Tektekan, di  Cirebon menyebutnya dengan Obrok-burok, di Semarang disebut dengan Dekdukan, sedangkan orang Riau menyebutnya dengan gerakan dan tentunya masih banyak lagi istilah lain dari derah di Indonesia.

Terkait dengan adanya wabah saat ini, dapat dipastikan kegiatan ini akan berkurang dan bahkan dilarang oleh pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Karena itu, tradisi membangunkan masyarakat sahur akan hilang pada tahun ini.

2. Ngabuburit

Tradisi yang Bakal Hilang di Ramadhan 2020
gambar by : kapanlagi.com

Ngabuburit istilah anak muda sekarang adalah kegiatan menghabiskan waktu keliling kota atau kampung, menunggu datangnya waktu berbuka puasa. Semua kamu tentu pernah merasakan ngabuburit seperti berkumpul bersama teman-teman dalam menunggu waktu berbuka puasa.

Tahun ini, mungkin kamu harus menunda dulu untuk melaksanakan ngabuburit, karena adanya PSBB di sebagian besar wilayah Indonesia.


Tradisi yang Bakal Hilang di Ramadhan 2020
Gambar by bounce

Buka bersama keluarga sih sah-sah saja, namun yang akan hilang tradisi buka bersama teman-teman di luar, di tempat yang sudah kamu rencanakan sebelumnya. Maka, tahun ini tradisi bukber dengan teman-temanmu harus diurung dahulu, karena lagi-lagi kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, akan dilarang oleh pemerintah demi kesehatan dan keamanan kita juga.

4. Tarawih dan Tadarusan di Mesjid

Tradisi yang Bakal Hilang di Ramadhan 2020

Sudah sama kita ketahui, kegiatan tarawih dan tadarus bersama-sama di masjid dan mushalla dianjurkan oleh Majelis Ulama Indonesia untuk ditiadakan dahulu, karena masih dalam rangka merebaknya virus corona/covid-19. Oleh sebab itu, apalagi jika kita berada di zona merah, maka meniadakan pelaksanaan shalat tarawih dan tadarus di masjid lebih baik, karena pencegahan adalah salah satu cara pemerintah dalam meminimalisir terjadinya korban lebih banyak.
Demikianlah artikel mengenai Tradisi yang Bakal Hilang di Ramadhan 2020, semoga bermanfaat ya sobat 

Selasa, 28 April 2020

Ramadhan dan Kebangkitan Umat


REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Iu Rusliana
Puji syukur kita panjatkan, masih berkesempatan melaksanakan ibadah shaum hari keenam. Situasi yang baru, dalam kondisi memprihatinkan. Wabah sedang melanda dunia dan tak boleh ada aktivitas beragama yang dapat dilakukan bersama di masjid atau mushalla.  
Pandemi corona memberikan pelajaran bahwa tuna-ilmu pengetahuan dan teknologi adalah keterbelakangan. Itulah mengapa, Islam menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Kebangkitan umat hanya mungkin, ketika ilmu pengetahuan menjadi pegangan. Dalam ilmu pengetahuan dan teknologi ada kekuatan, tidak hanya politik, tapi juga bisnis, ekonomi, militer, sosial dan budaya. 
Inilah makna dari pesan Tuhan, bahwa manusia beriman, beramal saleh dan berilmu diangkat derajatnya lebih tinggi (QS al-Mujadalah:11). Ramadhan adalah bulan ilmu pengetahuan. Mari jadikan momentum menempa sumber daya insani. Menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi kekuatan tak tertandingi, sebagaimana sejarah bangsa-bangsa yang berkuasa dan saat ini. 
Begitu pentingnya ilmu pengetahuan, sampai disebutkan kewajibannya sejak dari awal hingga helaan terakhir napas kehidupan. Wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW mendorong manusia untuk membaca (iqra) dengan menyebut nama Tuhan yang menciptakan. Tidak perlu lagi memisahkan antara ilmu agama dan ilmu umum. Ayat qauliyyah harus dikaji, didalami, bahkan dengan menggunakan ilmu pengetahuan (tafsir bil ‘ilmi). 
Ayat kauniyyah juga harus dikaji, karena ciptaan-Nya, berbagai petunjuk diberikan kepada mereka yang berakal dan berpikir. Apapun yang memberikan manfaat dan kemajuan bagi manusia dalam tugasnya sebagai khalifah, dalam konteks ibadah, imarah dan imamah harus dipelajari dan dikembangkan.
Ketidaktahuan pada virus corona membuat umat manusia gagap, kejumawaan ilmu pengetahuan runtuh seketika. Siapa yang menjadi korban, pasti mayoritasnya umat Islam yang secara ekonomi masih banyak yang berkesusahan.
Jadilah pembelajar, karena lorong gelap kehidupan, disrupsi yang terjadi akan dapat diikuti dengan bekal ilmu pengetahuan. Gelombang perubahan tak dapat dielakkan. Kukuh dengan keimanan, terus menebar amal saleh, tak mudah terbawa arus ketidakpastian, namun sanggup menari dalam perubahan, hanya mungkin jika cukup ilmu pengetahuan. “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan,” (QS Taha: 114).
Manusia pertama, Nabi Adam AS, ketika hendak diutus ke dunia dibekali ilmu pengetahuan.  “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi. “Mereka berkata, “Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman: “Sungguh, aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama benda semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua benda ini, jika kamu yang benar!” (QS al-Baqarah: 30-31). 
Wallaahu a'lam.

Senin, 20 April 2020

Umat Muslim Sambut Ramadhan


Sumber :

Pandemi virus corona akan mengubah perayaan bulan Ramadan bagi 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia.
Ramadan tahun ini diperkirakan akan dimulai Jumat besok, 24 April, karena masih menunggu tanggal pastinya.
Konsep Ramadan yang identik dengan kegiatan sosial, seperti buka puasa dan shalat tarawih, tidaklah mungkin dilakukan bersama-sama, saat banyak negara sedang menerapkan pembatasan aktivitas warganya.

Untuk tetap menjalankan tradisi Ramadan tanpa melanggar imbauan 'lockdown', umat Muslim harus beralih ke jalur online.