Rabu, 11 Juli 2018

Lelaki yang Memiliki 4 Orang Istri

* ISTRI ke-1 : Tua dan biasa saja, biasanya tidak diperhatikan.
* Istri ke-2 : Agak cakep, agak diperhatikan.
* Istri ke-3 : Lumayan cakep dan cukup diperhatikan.
* Istri ke-4: Sangat cakep, sangat diperhatikan dan disanjung-sanjung serta diutamakan!
Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki (suami) tersebut mau meninggal, lalu dipanggilah empat orang istrinya
Dipanggilah istri ke-4 yang paling cakep dan ditanya, “Maukah ikut menemaniku ke alam kubur?”
Si istri menjawab., “Maaf, cukup sampai di sini saja saya ikut denganmu.”
Saat dipanggil istri ke-3 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab, “Maaf, saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka.”
Kemudian dipanggil istri ke-2 dan ditanya hal yang sama, maka dia pun menjawab, “Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu selamat tinggal.”
Si Suami sungguh kecewa mendengar semua itu. Tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian.
Lalu dipanggil lah istri ke-1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya, “Saya akan menemani ke manapun kamu pergi dan akan selalu mendampingimu…”
Mau tahu apa dan siapa istri ke-1 sampai ke-4 itu?
Istri ke-4 adalah “harta dan kekayaan”. Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.
Istri ke-3 adalah “teman-teman” kita. Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di saat disemayamkan.
Istri ke-2 adalah “keluarga”. Saudara dan teman dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.
Istri ke-1 adalah “tindakan dan perbuatan” kita selama hidup di dunia. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
Berbuatlah banyak kebaikan selama kita masih hidup di dunia ini agar nantinya kita dapat memiliki bekal yang dapat dibawa apabila sudah waktunya nanti. []
Selamat pagi ... tetap

Seru nya Nobar Fiala Dunia dan Timnas Indonesia Bersama Warga Cimulang












Kamis, 05 Juli 2018

*BERNIAT BENAR SAJA* *SUDAH MENDAPAT PAHALA,* *WALAUPUN TIDAK MELAKUKANNYA*

 *Assalaamu'alaikum wm. wb.*

Berniat melakukan suatu kebaikan (karena Allah) dan kemudian melakukan kebaikan itu, maka Allah pasti memberikan pahala bagi pelaku kebaikan itu. Terus, *bagaimana berniat melakukan suatu kebaikan, namun tidak melakukan kebaikan itu ?* Tentu, Allah akan tetap memberikan pahala kepada yang berniat untuk melakukan suatu kebaikan itu. *Bagaimana nilai pahalanya ?* Nilai pahalanya tergantung kepada seberapa jauh tekadnya untuk melakukan kebaikan itu dan ia memang tidak mungkin melakukan kebaikan itu, karena keadaannya, seperti uzur, sakit dan keadaan tertentu lainnya. Apabila niat dan tekadnya besar untuk melakukan kebaikan itu dan keadaannya benar-benar tidak mungkin melakukan kebaikan itu, maka (insyaa Allah), Allah akan memberikan pahala sama besarnya dengan orang yang melakukan kebaikan itu tanpa menguranginya, sebagai kisah perang Tabuk, bahwa ada yang orang berniat dan bertekad ikut perang Tabuk, namun tidak dapat mengikuti perang itu, karena uzur. Namun, mendapat pahala semisal orang yang ikut berperang, sebagaimana riwayat, dari *Anas ra.* yang berkata :
"Kita kembali dari perang Tabuk bersama Nabi Saw. lalu beliau bersabda :
"Sesungguh ada beberapa kaum yang kita tinggalkan di Madinah. Kita tidak melintasi lereng maupun lembah, melainkan mereka itu (dianggap) bersama-sama dengan kita. Mereka terhalang oleh suatu uzur." *(HR. Bukhari).*

*Marilah selalulah berniat untuk melakukan suatu kebaikan !*
Mudah-mudahan bermanfaat, dari berbagai referensi dan silakan share.
Wassalam,
*Lembaga Surau.*

*INILAH MANFAATNYA SHALAT DHUHA*

Banyak Orang Yang belum tahu apa manfaatnya yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.
Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.
Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya.
*Pertama*
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

*Kedua*
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

*SEBUAH ANEKDOT YG SANGAT MENYEDIHKAN*

Suatu ketika dua orang yahudi sedang berdiskusi
A : Saya Ingin menulis buku tentang rahasia yahudi dapat menguasai dunia.
B : Saya tidak setuju, 
"Jangan kau tuliskan rahasia keberhasilan kita jadi sebuah buku, jika umat Islam membacanya bisa-bisa mereka berhasil dan mengancam posisi kita"
A : Jangan khawatir "Tidak mengapa kita menulis buku tentang rahasia sukses yahudi, jika dicetakpun orang Islam tidak akan membacanya. Karena mereka tidak suka membaca"

B : Kalo mereka membaca ?
A : Jangan kuatir ! "Jika mereka membacapun, kita tidak perlu khawatir, karena mereka tidak suka berfikir …".

B : "Tapi bagaimana jika ada diantara mereka yang membaca dan mau memikirkannya ?"…
A : "Tenang saja dan tidak perlu khawatir … meski mereka membaca dan memikirkannya, tidak akan menjadi apa apa juga, karena mereka tidak akan mau mengerjakannya"

B : Diam sejenak sambil menarik napas. Lalu bertanya kepada A "Mengapa kamu begitu yakin ?".
*Dengan tenang A Menjawab, "Lihat saja apa yg mereka lakukan terhadap Kitab Suci mereka, mereka hanya jadikan pajangan, mainan, perlombaan, dan maskawin. Kalau saja mereka Membaca , Memikirkan dan Mengerjakannya … tentu Mereka (Umat Islam) SUDAH MENGUASAI DUNIA LEBIH DULU "*