Rabu, 18 Oktober 2017

*ALLAH BAYAR SECARA TUNAI*

Cerita dari negeri jiran kami terjemahkan ulang dalam bahasa Indonesia_ Semoga mudah dipahami.
_(Wajib baca kalau anda seorang anak manusia)_

Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata) ..
Satu hari saya pergi ke satu *Rumah Panti Jompo*. Seorang sahabat meminta bantuan agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin.
Saya belikan kain sarung, beli roti, dll, saya pun pergi ke Panti Jompo yg saya kenal, tak usah saya sebut namanya.
Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, tiba-tiba ada seorang *ibu tua* berlari dari asrama (panti) mebdekati saya.
_"Ye..ye.. Anak aku datang, anak aku datang, senangnya anak aku datang.."_
Saya tak mengenal beliau siapa, ibu itu memeluk saya, dia cium saya.
Orang tua itu berkata..
_"Nak.. Kenapa tinggalkan ibu disini nak, ibu mau pulang.. Ibu rindu rumah kita.."_
Saya waktu itu.. hampir tak bisa berkata-kata, Ya Allah.. Saya coba mengucapkan kata..
_"Bu.....'_
Saya pegang tanganya, saya lihat mukanya, dia bilang..
_"Sampai hati nak, kau tak mengaku aku ni ibu kau.."_
Bisa saya bayangkan, bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya, saya coba berpura-pura, seolah-olah saya anaknya, saya berkata..
_"Bu.. Maafkan saya ya.."_
Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi, saya ambil roti, dan saya suapkan ke mulutnya. Tak terasa menetes air mata dipipi.
Mencoba bayangkan, hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya, bila kita anaknya, mengambilkan sepotong roti, kita suapkan kemulutnya, bagaimana perasaan beliau? Bagaimana perasan kita?
Saya coba usap air matanya yg meleleh dipipi, dia pegang tangan saya, _Subhana Allah_.. Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yg begitu rindu kepada anaknya.
Saat saya hendak pulang, dia pegang kaki saya sambil berkata..
_"Nak.. Jangan tinggalkan ibu nak, ibu mau balik, ibu mau pulang.."_
Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ. _Melihat data beliau_ ternyata *anaknya ada 5 orang*. Yang paling besar bergelar *Tan Sri*, orangnya memang kaya, punya nama besar, dan hebat orangnya.
Waktu saya izin pulang, dia pegang baju saya, dia bilang mau ikut saya pulang, saya bilang "di mobil ada banyak barang", "tak apa kata ibu itu, saya duduk sama barang-barang, itu"..
Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja.
Pulang ke rumah saya, Sholat Subuh saya jadi *Imam* dia makmum di belakang, saya baca doa, saya tengok air mata beliau jatuh. Selesai doa saya salami beliau, saya cium tangannya, saya bilang..
_"Bu.. Maafkan saya ya.."_
Waktu itu, saya tak membayangkan kalau ibu saya sudah meninggal, tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, sebab dia rindu pada anak-anakny.
Di *hari ketiga* di rumah saya, waktu Sholat Isya', selesai doa saya salami beliau, dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya, dia salam.
Saya bilang..
_"Bu.. Kenapa ibu lapisi tangan ibu?, dua hari yg lalu ibu salam, ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya. Kenapa hari ini ibu lapisi tangan?"_
Dia bilang..
"Ustaz.. Kau bukan anak saya kan.."_
_Subhanaallah_.. Tiba-tiba dia sebut nama saya *"Ustaz"*. Saya bilang..
_"Kenapa ibu panggil saya ustaz? Saya anak ibu.."_
Dia berkata..
_"Bukan.. Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, kalau anak saya dia tak akan jadi *imam* saya, kalau anak saya dia *tak akan suap* saya makan.."_ ðŸ˜¢
Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini, spontan saya pegang dia, saya peluk dia, saya menangis, saya bilang..
_"Bu.. Walaupun bukan ibu saya tapi saya sayang ibu seperti ibu saya.."_.
Saya pegang tangan ibu ini.. Walaupun bukan ibu saya tapi saya tahu *hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya*, waktu itu saya pandang wajahnya, saya bilang..
_"Bu.. Walaupun ibu saya telah tiada, tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, ibu duduklah di sini.."_.
Saat makan, saya suapkan nasi ke mulutnya, dia muntahkan balik makan dari mulutnya,
saya tanya..
_"Kenapa bu?"_
Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat, saya angkat dia, panggil ambulan antar ke rumah sakit.
Waktu di RS, saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, dia pegang tangan saya dia berkata..
_"Ustaz.. Kalau saya mati, tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, kalau saya sudah mati, jangan beritahu mereka di mana makam saya, kalau mereka tau di mana kubur saya, jangan izinkan dia pegang batu nisan saya.."_.
saya pegang beliau saya berkata..
_"Bu.. Jangan ngomong seperti itu, bu.."_.
Isteri saya menangis di sebelah, anak saya menangis di sebelah memegang dia. Kami pegang dia..
_"Bu.. Jangan ngomong seperti itu, bu.."_.
Dia geleng kepala, rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya, akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu.
Dia meninggal dalam pelukan saya, saya doakan *Ibu Hajjah Khalijah* ini ruhnya mudah-mudahan bersama _Salafusoleh_.
Sahabat, bila kita masih ada ibu tolonglah *taat* pada ibu kita, *jangan durhaka* pada ibu kita, *jangan tinggalkan dia* di Pnati Jompo, saat ibu kita sakit kita *jaga* dia, *pijat-pijat kepala dan kaki* ibu kita..
sahabat-sahabat coba tanya ibu kita..
_"Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu? Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu?"_.
Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian.. Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, karena itu sahabat-sahabat *suapkanlah makanan* pada ibu kita..
Sahabat-sahabat semua.. Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, anak dia terus telefon saya..
Apa anaknya bilang pada saya..
_"Saya akan bawa anda ke pengadilan, Saya akan tuntut anda *telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo*"_..
3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, dia tak pergi lihat, sebab itu ibunya rindu *hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya*..
Akhirnya saya tunggu, tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih. Saya pergi ceramah di *Masjid di daerah pecinaan*, selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya.
Menangis dalam masjid, orang dalam masjid herab, ada apa ini, saya tanya pada dia..
_"Pak, ada apa ini? Ada masalah apa..?"_.
Dia berkata dalam keadaan menangis..
_"Ustaz.. Tolong kasi tahu di mana makam ibu saya ustaz? Tolong kasi tahu di mana kubur ibu saya?"_..
Saya bilang..
_"Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu?"_..
Dia bilang..
_"Tolonglah ustaz.. Saya mau jumpa ibu saya ustaz, sayalah orang yang bergelar *Tan Sri* yang mau menuntut ustaz saat itu.. Saya sekarang ini *sudah bangkrut* ustaz, *isteri saya mati* kecelakaan, *rumah disita* bank, *mobi mewah* saya *semua dah disita bank*, tinggal satu saja, motor tua itu.."_.
Saya berkata..
_"Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, tapi dengan *satu syarat*, kamu *jangan pegang batu nisan* ibu kamu.."_.
Sampai di pemakaman, tak sempat saya turun dari mobil, dia turun duluan, *saya lihat didepan mata saya sendiri* dia _*jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, mulutnya tertarik sebelah*_ yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja, sambil memanggil-manggil..
_"Ibu.. Ibuuu... Ibuuuu.."_.
Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya _*belum sampai ke kubur ibunya, dia dah hembuskan nafas terakhir*_ disamping makam ibunya..
_Allahu Akbarrrrrrrrrrrrr..._
Mengucap panjang saya.. Allah SWT tunjukkan kepada saya, dikehidupan ini *balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya*.
Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, ambillah *iktibar* dari kisah di atas.
_"Dan apabila *mata ibumu sudah tertutup* maka *hilanglah satu keberkatan disisi Allah*, yaitu doa seorang ibu"_
C&P.. (diterjemahkan kembali:Melwin)

Berumah tangga itu ibarat ngopi ☕

Takarannya gak melulu pas. Kadang manisnya lebih terasa, suatu waktu pahitnya pun dominan. Jangan kau hindari. Nikmati saja hingga suatu saat kau terbiasa.
Ketika rumah tanggamu sudah jadi candu bagimu, maka percayalah bahwa gak ada regukan yg lebih nikmat di luar sana.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Harga kopi di kafe tentu beda dengan harga kopi di warung, meski rasanya sama.
Karena yg dibeli sebenarnya bukan semata-mata kopinya, melainkan suasananya.
Karena itu mahalkanlah suasana rumah tanggamu. Buatlah berkualitas setiap waktu kebersamaanmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jika kau hanya mau manisnya saja, jangan ngopi, tapi minumlah sirup.
Sirup adalah rasa manis yg dinikmati oleh mereka yg memutuskan pilihan hidup single. Gak ada pilihan lain selain manis. Memang manis, tapi tentu saja gak senikmat kopi.
Demikian pula jika kau hanya menikmati sensasi pahitnya saja. Jangan ngopi, tapi minumlah jamu. Nah itulah jomblo.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Para pengopi adalah orang-orang yg terlatih dalam menakar hidup. Istri pemasak airnya, suami baristanya. Dibutuhkan kerja sama yg cermat mulai dari proses hingga hasil.
Orang-orang hanya boleh melihat asap yg mengepul dan aroma yg wangi, tanpa perlu tau gimana berantakannya dapurmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Soal rasa yg utama. Nikmatnya ada di permukaan, ampasnya cukup kau sembunyikan, jika perlu endapkan hingga ke dasar terdalam gelasmu. Jangan kau umbar pada siapapun bahkan ke orang-orang terdekatmu.
Jika rumah tanggamu ibarat kafe besar, tentu saja konyol membagi rahasia racikanmu.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kadangkala ada pihak ke tiga yg mencampuri, otomatis menambah gurih, tapi bisa pula sebaliknya. Taruhlah seperti krimer atau susu. Jika krimer atau susunya kebanyakan, maka berpotensi mengurangi kenikmatan.
Krimer itu bisa berwujud saudara atau ipar-ipar, sementara susu itu anggap saja mertua.
Campuran lain yg mematikan adalah sianida. Kalo yg ini sudah pasti mantan. Maka buang jauh-jauh. Pastikan gelasnya bersih sebelum menuang kopi yg baru.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kau tentu gak sudi jika ada yg mencoba mengaduk kopi di gelas istrimu. Tapi sebaiknya kembalikan juga pada dirimu, apa kau yakin gak pernah menikmati adukan kopi yg lain ?
Demikianlah cemburu. Akarnya adalah ketidaknyamanan.
Jangan sepelekan selingkuh-selingkuh kecil, karena ia adalah awal pengkhianatan terhadap kasih sayang.

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Jangan berharap kesempurnaan pada segelas kopi yg murahan.
Jangan menuntut berlebihan, jika kau sendiri main belakang.
Kau tanamkan pada istrimu definisi setia, sementara kau sibuk menjempol foto profil wanita.
Jika bersama, kau bermanja-manja, oh my wife.. Oh my wife..
Tapi jika ia gak ada, kau berasyik masyuk dengan bigo live.
Lalu kesetiaan mana yg kau maksud ?

Berumah tangga itu ibarat ngopi.
Kebanyakan ngopi di kafe, niscaya akan membuatmu merasa hambar pada kopi di rumah.
Kebanyakan urusan di luar, biasanya akan membuatmu gak peka pada masalah internal.
Jika istrimu bermuka masam, cari tau jangan hanya diam. Mungkin ia lelah, mungkin pula kau ada salah.
Sekali-sekali, rengkuhlah ia dari belakang, belai rambutnya, dan bisikkan lembut di telinganya:
"Sayang.. Postingan tas yg waktu itu kau jempol di olshop, sekarang sudah pre order loh. Mau aku transferin ?"

Happy International Coffee Day.
Happy family every day.
Kopi boleh pahit, rumah tanggamu jangan...

Simpenan-Simpenan itu akan ada hisabnya di hari kemudian

Kemarin Habis dengar ceramah pak ustad..
Katanya simpenan-simpenan itu akan ada hisabnya di hari kemudian...😱

Astaghfirullah....
*Waduuh..!!!*
*Tepok jidaat...!!!*🤦‍♀

Misalnya simpanan Mukena yg gak ke pakai,..baju2, celana, yg beli banyak terus gak ke pakai..
Simpenan yang lain....Ho hooooo....
Ada blus cantik yang saya Jahit tapi tak pernah dipakai....
ada rok selusin gak ke pakai..,
ada puluhan jilbab entah kapan di pakai....😵,
Ada banyak pasmina yang hanya sesekali dipakai...

Ada kaos kaki satu lusin persediaan kalau susah nyari kaos kaki....
Ada sepatu sampe selusin
Ada sendal selemari,
ada tas segudang...😤😰

Ada perabot yang tersimpan apik dikardusnya, masih segelan, tak pernah dipakai dan tak ada rencana dipakai....
ada gamis2 1 lemari
ada baju pesta yg entah kapan dipakai....!!!

Ada....Tupperware 2 etalase gak ke pakai..😱
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
Ada.........
(Masih panjang listnya)

*Yang kita pakai dan kita sedehkahkan itulah yang bermanfaat..!!!*
yg simpanan atau koleksi2 yg gak kepakai kelak akan di Hisab..😥
dan akan menyusahkan diri kita sendiri..!!!

*karena semua yg di beli berawal dari Nafsu..!!!*
Nafsu ingin mempunyai ini..itu..,
liat punya orang...🤔
Pengen beli juga...
*walau gak berguna bagi diri kita...,😪*

Duuh...ternyata saya masih termasuk golongan orang yang menumpuk2 barang...😪
Dan semua itu ada hisabnya 
( perhitungannya ) kelak di akhirat....😰

Astaghfirullah..😥
Astaghfirullah..😰

*Rasulullah bersabda* : 
"Wahai segenap wanita, bersedekahlah, 
dan perbanyaklah istighfar, sebab aku melihat kalian sebagai mayoritas penghuni neraka."

Perlu diingatkan...!
bahwa sedekah menghapus dosa, sebagaimana air mematikan api.

*QS.At- Taubah 35* ðŸ“–
~(ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahanam,
~Lalu dengan itu disetrika dahu, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka,
“inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri..,
~Maka rasakanlah 
(akibat dari) apa yang kamu simpan itu.

*QS.Al-baqarah195* ðŸ“–
~Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah,
~dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah,
~Karna sesungguh nya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Senin, 02 Oktober 2017

Jejak Dagang Rasulullah SAW


REPUBLIKA.CO.ID, -- Sang uswatun khasanah, Rasulullah SAW, merupakan seorang pedagang ulung. Hidup di tengah keluarga pedagang membuatnya terlibat dalam perdagangan sejak usia belia. 


Shafiyyur-Rahman al-Mubarakfurry dalam Sirah Nabawiyyah menyebutkan, saat itu usia Nabi SAW baru bekisar 12 tahun. Dia turut serta dalam perjalanan dagang pamannya, Abu Thalib. 



Inilah perjalanan dagang pertama Muhammad SAW. Pada perjalanan inilah terjadi sebuah pertemuan nabi dengan rahib Nasrani yang mengenalinya sebagai bakal utusan Allah yang terakhir.



Bisnis dagang Rasulullah SAW secara mandiri baru dimulai ketika dia mencapai usia remaja. Rasulullah SAW berdagang bersama As-Saib bin Abus-Saib yang merupakan rekanan terbaik, tidak pernah saling curang dan saling berselisih.