Selasa, 30 Agustus 2016

Khasiat Janggut Terhadap Hubungan Intim Suami Istri

Dream - Penelitian tersebut menemukan bahwa janggut pria mengandung hormon testosteron yang sangat diperlukan bagi kesuburan wanita. Ia mampu menstabilkan siklus haid dan mendorong pertumbuhan sel telur wanita.
Hal tentang janggut ini juga dianjurkan oleh Dr Jamnul Azhar Mulkan, seorang dokter medis, pemilik jaringan klinik juga seorang pendakwah asal Malaysia, dalam satu ceramah.
" Kepada sesiapa yang belum memiliki anak karena ada masalah kesuburan, atau jarang anak dan ingin menambah lagi, mintalah suami memelihara janggut, dan belailah selalu janggut suamimu itu.

Ini sekaligus jadi bukti tentang apa yang dianjurkan oleh Islam sejak zaman silam. Janggut dapat dibuktikan mengandung hikmah dan kelebihan secara ilmiah. Janggut merupakan faktor kesuburan untuk mendapatkan zuriat (anak). Dari segi ilmiah, janggut berfungsi mengeluarkan hormon-hormon tertentu yang dapat meningkatkan kesuburan wanita.
Untuk para istri, coba cara ini. Buka mata dari tidur jangan langsung bangun. Tengok muka suami, usap janggutnya dari dagu sampai ke ujung." (Sah)
Dengan memelihara janggut pria tampil lebih maskulin dan gagah. Mereka yang sudah paham, memelihara janggut adalah sebagian dari sunnah Rasulullah SAW.

Rasulullah bersabda tentang memelihara janggut dalam sebuah hadis yang artinya: "Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah janggut" (Hadis Riwayat Muslim no. 625).
Ternyata di balik dari sunnah Rasulullah itu ada rahasia tentang memelihara janggut. Disebutkan bahwa memelihara janggut akan membantu memberi kesuburan pada istri.
Ini dibuktikan dalam satu penelitian yang dibuat oleh ilmuwan Massachusetts Institute of Technology, Amerika Serikat yang ditulis dalam 'The Amazing Fact of Human Body'.

Ternyata ZOMBIE Adalah Pahlawan Islam di BRAZIL

ISLAMSEJATI- Apa yang terlintas dalam pikiran Anda jika disebutkan “Zombie”? Jika yang muncul adalah sosok mayat hidup yang berlumuran darah dan mengejar manusia untuk digigit dan dijadikan mayat hidup berikutnya, berarti ghazwul fikri yang dilancarkan Barat telah berhasil 100%.

Barat melahirkan istilah “zombie” untuk menggambarkan mayat hidup yang tidak memiliki pikiran dan bernafsu memangsa manusia normal. Melalui serangkaian cara mulai dari novel, film hingga game, zombie digambarkan sebagai makhluk jahat yang harus dilawan. Ia mayat hidup yang tidak memiliki kebaikan sama sekali.

Namun, benarkah Zombie dalam dunia nyata seperti itu? Ternyata Zombie adalah nama salah seorang pahlawan Islam di Brazil.

Pada abad ke-XVI, tepatnya sekitar tahun 1550 Masehi, Islam mulai masuk ke Brazil. Saat itu, orang-orang Portugis memasukkan budak-budak Afrika ke Brazil sebagai tenaga pekerja di kebun tebu. Mayoritas budak-budak Afrika ini beragama Islam sehingga sejak saat itu ada banyak muslim di Brazil.

Tahun demi tahun, jumlah muslim di Brazil semakin banyak. Selain para pendatang, penduduk asli juga mulai ada yang masuk Islam, menjadi mualaf. Posisi kaum muslimin pun semakin kuat, bukan hanya para pekerja tebu.

Ketika posisi Islam di Brazil menguat, Pasukan Salibis menghabisi mereka. Pasukan Salibis berusaha menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya. Dan mereka menganggap program mereka berhasil. Islam telah dilumatkan.

Di saat seperti itu, pada tahun 1643, tiba-tiba muncul seorang pahlawan Islam. Dengan gagah berani ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brazil setelah sebelumnya bergerak mendakwahkan Islam ke berbagai penjuru Brazil dan mengajak para tokoh dan pimpinan di wilayah itu untuk masuk Islam. Nama pahlawan itu adalah Zombie.

Salibis yang mengira Islam di Brazil telah mati tersentak. Rupanya Islam belum mati. Zombie telah menghidupkan Islam kembali di bumi Brazil. Dan karenanya, pasukan Salibis pun segera menjadikan Zombie sebagai target. Dan rupanya, Zombie tidak hanya dimusuhi di waktu itu. Namanya pun dihancurkan di abad modern ini.



Sumber:http://www.tarbiyah.net/2015/06/ternyata-zombie-adalah-pahlawan-islam.html

*```Untuk segenap orang tua```*

Mungkin juga bisa menjadi wejangan untuk anak-menantu dalam mendidik anaknya...
*Refleksi Luar Biasa* dr ```Mas Agus Purwanto, DSc```.(dosen fisika ITS penulis buku Ayat Semesta dan Nalar Ayat Semesta,...Penggagas Trensains→ Sragen, →Jombang--Tebu Ireng-- dan →Yogja sekaligus pemilik Hak Cipta-nya)
Bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan 👇
*Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini*:
*Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.*
*Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.*
*Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah itu.*
*Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga itu akan banyak masalah.*
*Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan makin nakal.*
*Prinsip inti siklusnya* sebenarnya masih pada orang tua...yakni: 👇
*Ridla Allah...berada pada ridlanya orang tua.*
*Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.*
Maka *strategi* paling *efisien* untuk memutus rangkaian siklus itu...Insya Allah ada *pada bagian awal*...yakni *mencegah orang tua murka*... *Bila orang tua segera menghadapi anaknya...dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan* ...maka *orang tua itu...menunjukkan kepada Allah...bahwa mereka berdua ridla kepada anaknya...Tentu bukan ridla terhadap kenakalannya.. melainkan ridla kepada diri anaknya.*
Dengan memastikan ridla kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:
*1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.*
*2. Segera menemui...berdialog dan turut mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya.*
*3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan tidak mengungkit-ungkitn

Rabu, 24 Agustus 2016

Dulu Suara Ini Sangat Dicintai Sahabat Nabi, Sekarang Banyak yang Benci

Betapa jauhnya zaman kita dengan zaman sahabat Nabi. Bukan hanya rentang waktu antara keduanya, namun lebih dari itu, perbedaan karakter penghuni zamannya.

Ada banyak hal yang dulu dijauhi para sahabat Nabi, kini justru didekati. Tidak sedikit pula hal yang dulu dicintai para sahabat Nabi, saat ini justru banyak yang benci. Di antara contoh hal yang terakhir disebutkan ini adalah adzan Subuh.

Dulu, para sahabat Nabi segera bergegas ketika mendengar suara adzan, khususnya adzan Subuh. Laksana panggilan kekasih yang begitu syahdu untuk dilewatkan, para sahabat segera menuju masjid ketika adzan berkumandang.

Senin, 22 Agustus 2016

Dosa Tidak Menutup Aurat Tidak Bisa Dihapus Dengan Pahala Apapun!

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar kaum wanita menyangka jika tidak memakai jilbab “hanyalah” dosa kecil yang tertutup dengan pahala yang banyak dari shalat, puasa, zakat dan haji yang mereka lakukan. Ini adalah cara berpikir yang salah harus diluruskan.

Kaum wanita yang tak memakai jilbab, tidak saja telah berdosa besar kepada Allah, tetapi telah hapus seluruh pahala amal ibadahnya sebagai bunyi surat Al-Maidah ayat 5 baris terakhir yang artinya: “Barang siapa yang mengingkari hukum-hukum syariat Islam sesudah beriman, maka hapuslah pahala amalnya bahkan di akhirat dia termasuk orang-orang yang merugi.”
 
Sebagaimana kita ketahui, memakai jilbab bagi kaum wanita adalah hukum wajib