Pukul 4.05, alert di hpku membangunkan. Ia ikut bangun.
Padahal, aku tahu baru pukul 23.30, ia bisa tidur setelah berjibaku
dengan kerjanya, kerja rumah tangga, urusan dua anakku, dan mengurusi
aku sebagai suami. Belum lagi, pukul 01.15 terbangun untuk sebuah
interupsi.
Ups, rupanya ia lupa menyetrika baju kantorku. Aku mandi, shalat lail
dan shalat subuh. ia selesai pula menyelesaikan itu. Plus, satu stel
pakaian kerjaku telah siap.
Aku siap berangkat. Ah, ada yang tertinggal rupanya. AKu lupa memandangi wajahnya pagi ini. “Nda, kamu cantik sekali hari ini,” kataku memuji.
Aku siap berangkat. Ah, ada yang tertinggal rupanya. AKu lupa memandangi wajahnya pagi ini. “Nda, kamu cantik sekali hari ini,” kataku memuji.















