Minggu, 25 September 2011

Sebab Mekarmu Hanya Sekali

Ketika Angin jaman Menerpamu

Diatas cadas ataupun lumpur cemar

Teruslah Mewangi wahai kuntumku

Tetaplah indah di padang liar

Hingga kau-lah yang akan dipetik

Sebab Mekarmu hanya sekali

♥♥

Ilalang yang terhampar

Desau angin dan dengung kumbang-kumbang

Angin zaman memang telah berubah arah

Sampai waktu milikmu akan tiba

jangan pernah hilang wangimu tersia-sia

♥♥

Cahaya cinta yang diberkati

Dibalut kepak sayap bidadari

Inilah hari yang dinanti

ketika madu suci temukan kumbang sejati

menjaga dan memiliki wangimu dengan namanya

♥♥

Kamis, 22 September 2011

Janganlah bangga!

Jangan bangga berkulit putih kerana kulit terakhir kita = TANAH LIAT
Jangan bangga dgn rumah bagus dan besar kerana rumah terakhir kita = KUBUR
Jangan bangga dgn baju bagus kerana baju terakhir kita = KAIN KAFAN
Jangan bangga dgn kereta & mtor bsr, krn kenderaan kita yg terakhir = KERANDA

Aku menunggumu karena Allah

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata
seperti ini? Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan dan
karenanya aku butuh seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku
yang tegas dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijinNya...

Aku tahu terlalu banyak yang harus aku perbaiki karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku aku menunggumu untuk
lebih membimbingku dengan tulusmu untuk lebih mengajariku dengan
sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan
ijinNya disetiap harinya... untuk selama-lamanya Aamiin ...

Khairy Athaa Mufid

PENDERITAAN KHABBAB BIN AL ARAT R.A

Khabbbab adalah seorang sahabat Nabi yang tubuhnya penuh dengan keberkahan karena telah mengalami berbagai ujian dan cobaan. Dia orang kelima atau keenam yang memeluk Islam ketika Islam mulai berkembang, karena itu penderitaan yang dialaminya pun agak lama. Dia pernah dipaksa mengenakan baju besi dan dibaringkan di atas pasir yang panas, sehingga kulitnya mengelupas terkena sinar matahari yang terik. Khabab adalah hamba sahaya milik seorang perempuan. Ketika tuannya mengetahui bahwa dia sering mengunjungi Nabi saw. Kepalanya diselar dengan besi panas yang merah menyala.

Hampir.....

Madrasah Diniyah Al-Barkah menyisakan satu wakilnya pada seleksi Madrasah se-Kecamatan Cimanggu untuk melaju ke tingkat kabupaten Cilacap.

Madin Al-Barkah mengikuti semua kategori seleksi, Pildacil (ikwan-akwat), Tilawah(ikhwan-akhwat), Adzan(ikhwan) , dan menggambar(ikhwan-Akhwat). Namun sayang, dari 7 (tujuh) santri yang dikirim untuk mengikuti seleksi, hanya 2 (dua) yang dipesilahkan mengikuti seleksi, yaitu Ana Nisa Aulia (Lomba menggambar) dan Muhammad Nezatullah Siddiq(Lomba Adzan). kategori menggambar berhasil meraih juara pertama, dan berhak melanjutkan ke tingkat kabupaten, sedangkan kategori adzan hanya mampu meraih juara tiga. Sedangkan yang lainnya terkendala masalah umur.