Kamis, 31 Maret 2011

Kajian Mingguan - Adzab atau cobaah?

Adzab ataukah cobaan??
"Ini Wabah Ulat Bulu Terparah dalam Sejarah"
Ribuan pohon dipangkas untuk mengendalikan wabah ulat bulu di Purbolinggo.
Rabu, 30 Maret 2011, 15:20 WIB
Elin Yunita Kristanti
Wabah ulat bulu menyerang warga tujuh desa di Probolinggo, Jawa Timur. Tak hanya ribuan, jutaan ulat bulu yang membuat gatal bergelantungan di pepohonan, dan terancam masuk ke rumah-rumah warga.

"Tidur saya tidak tenang, jumlah ulat terlalu banyak, tidak karuan," kata salah satu warga Desa Clarak, yang diserang ulat bulu, seperti ditayangkan tvOne, Rabu 30 Maret 2011. Ditambahkan dia, kegiatan warga sehari-hari juga berkurang drastis, mereka sibuk membersihkan ulat-ulat itu.
Courtesy : vivanews.com
Assalamu`alaikum….
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rosulullah Muhammad SAW.
Subhanallah, akhir-akhir ini memang sangat banyak kejadian-kejadian yang sangat memilukan, baru saja terjadi gempa dan Tsunami di Jepang, kini ada berita aneh dan menghebohkan, yaitu serangan ulat bulu di empat kecamatan (Purbolinggo- Jawa Timur)
Tidak bisa dielakkan memang bumi sudahlah tua, dan bisa dibilang sudah tidak lama lagi umurnya. Tapi kadang kita tidak menyadari dan seringkali selalu saja terperangkap hal-hal yang berbau duniawi. Semua kejadian di atas bisa kita cermati, tapi yang menjadi pertanyaan apakah itu sebuah cobaan dari Allah, atau justru Adzab??
Firman Allah;

065. Katakanlah: "Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya). (QS. Al-An`am : 65)
Semoga artikel ini bermanfaat dan mudah-mudahan kita tetap dalam lindungan-Nya. Amin.
Salam…

Rabu, 30 Maret 2011

Ayah

Tahu kenapa setiap kita jauh dari orangtua,kangennya selalu sama ibu, mungkin ibu karena sering menanyakan kabar kita, tapi tahu tidak itu ayah yang selalu mengingatkan ibu untuk telepon kita, waktu kecil ayah ngajarin kita naik sepeda, ibu khawatir tapi ayah yakin kita psti bisa. karena dimata ayah kita bisa melakukan hal yang ga kita yakini. saat kita mulai kenal dengan yang namanya pacaran sebenarnya ayah melarang kita karena ayah cemburu. ayah ga mau saat kita remaja kita menghabiskan waktu dengan orang selain ayah, ayah masih pengin jaga kita.saat kita wisuda ayah lah orang pertama yg tepuk tangan untuk kita karena ayah bangga memiliki kita, saat ayah larang kita minta sesuatu sebenarnya hatinya ga tega tapi ayah harus tegas dihadapan kita, saat kita punya keluarga ayah adalah orang yg pertama menangis dalam hati & berkata "selesai sudah tugasku menjagamu"

Senin, 28 Maret 2011

WASIAT ORANG TUA KEPADA PUTRINYA YANG AKAN MENIKAH

Orang Tua Yang Baik akan memberikan Wasiat atau Nasihat kepada Putrinya yang akan menikah sebagai berikut:
1. Khusyuklah kamu kepada Suamimu dengan Qana’ah (sikap menerima ) dan ketaatan yang baik.
2.Jagalah Pandangan dan Penciuman Suamimu, Jangan sampai matanya melihat
sesuatu yang buruk pada dirimu, dan jangan sampai Hidungnya mencium
darimu kecuali Bau terharum.
3. Jagalah waktu istirahat dan
makan Suamimu, karena kelaparan bisa menimbulkan emosi dan terganggunya
tidur bisa memicu kemarahan.
4. Jagalah Harta Suamimu dan
peliharalah kerabat dan keluarganya. Kuncinya adalah penghargaan yang
baik pada Harta dan pengaturan yang bagus pada keluarga.
5.janganlah menyelisihi perintah Suamimu, jangan membeberkan rahasianya.
Karena jika kamu menyelisihi perintahnya niscaya kamu menjadikan
Dadanya sempit dan jika kamu membeberkan rahasianya, maka kamu tidak
aman dari penghianatannya.
6. Kemudian janganlah kamu
bergembira di hadapan Suamimu, sementara Dia bersedih. Sebaliknya
jangan kamu bersedih di hadapanya, sementara Dia bergembira.
Sungguh! Itu adalah Nasihat yang benar-benar mengandung Nilai Luhur di dalamnya.
Sekarang
saya menghadiahkan Nasihat ini kepada Ibu-ibu yang mengharapkan
kebahagiaan dan ketenangan bagi Putri-putri mereka yang akan memasuki
gerbong pernikahan.
Kata mutiara:
Besarnya amal seseorang tergantung pada besarnya ujian seseorang,
dan Jika Allah mencintai suatu kaum, niscaya Dia menguji mereka.

Sabtu, 19 Maret 2011

Seekor Burung dan Sakaratul Maut

Diposkan oleh kang tris
Sebuah pesantren di daerah Jawa Tengah memberikan cerita hikmah untuk kita semua. Ceritanya dimulai beberapa tahun yang lalu saat pengurus pesantren tersebut tepatnya pemilik pondokan (sebutan sebuah pesantren) memelihara seekor burung beo.

Beo merupakan jenis burung yang paling cerdas menirukan... suara-suara manusia selain burung kakak tua. Bertahun-tahun Kiai mengajarkan sebuah kalimat kepada beo itu. Kalimat yang sering kita baca dalam sholat. kalimat tauhid, ”Laillahaillallah Muhammadarrasulullah” terus diajarkan kepada beo. Hingga begitu lancarnya di lafadzkan oleh burung beo.

Selama beberapa lama pondokan diramaikan kalimat tauhid Yang di ucapkan si burung beo. Memberikan suasana dzikir para santri semakin berwarna. Ada kebanggaaan sendiri melihat seekor burung bersuara kalimat tauhid.

Capek berdo'a

oleh kang tris

Pagi - pagi, terlihat Badrun nongkrong di tempat Kang Soleh. Wajahnya terlihat sedikit memerah. Sementara diluar angin pagi berhembus semilir, meniup daun di pepohonan dengan lembut. Sinar mataharipun mulai terlihat di ufuk timur, seolah tanpa lelah menunaikan tugasnya.

”Drun, kamu kenapa ? pagi – pagi gini sudah pasang muka serem ... ” ledek Kang Soleh.

”Saya sudah capek berdo’a kang....”, kata Badrun tiba – tiba......

Mendengar ungkapan Badrun, wajah Kang Soleh terlihat memerah, sambil berkata, ”istighfar kamu Drun...... istighfar......”.

Suasana kemudian menjadi sepi, Kang Soleh terlihat seperti mendengar suara halilintar yang menyambar – nyambar. Sementara Badrun terlihat bersungut – sungut.

Setelah agak lama, terlihat Kang Soleh meminum segelas air putih.

”Kamu menjadi begini, asalnya kenapa ?”

”Saya sudah lama berdo’a, tapi kok lama sekali ga dikabulkan sama gusti Alloh.” jawab Badrun.

Sejenak Kang Soleh mengambil nafas panjang, kemudian perlahan – lahan senyum khas Kang Soleh mulai menebar.

”Drun, barangkali kamu lupa... waktu kita sama – sama ngaji ke kyai Ilyas ya...”

”Lupa..... apanya kang ?”

”Rasulullah SAW pernah bersabda, “Seseorang dari kalian akan terkabul (do’anya) selama ia tidak tergesa-gesa mengucapkan kalimat, ‘Sungguh, aku telah memohon kepada-Mu wahai Rabbi, namun belum juga terkabul’

”Astaghfirullohal ’adzim.....” terdengar lirih suara Badrun.

Sejenak wajah kang Soleh sedikit menunduk. Kemudian berkata :

” Drun, ingat.... do’a kita mungkin bunyinya sudah bagus, munajat kita sangat indah .... namun barangkali hati kita tidak beradab ketika berdo’a.”

”Do’a kita tidak lebih memaksa Alloh untuk menuruti selera kita, memanfaatkan suasana terjepit kita, bahkan tak lebih dari protes kita kepada – Nya”

”Hilangkan semua itu ..... berdoalah sebagai wujud kehambaan kita yang sangat butuh, sangat lemah, sangat hina dan tak berdaya.

”Ingatlah.... do’a lebih utama dibanding terkabulnya do’a, karena dalam do’a ada munajat komunikatif dan interaktif dengan Allah SWT.”


Wallahu ’alam.