Kamis, 27 Februari 2020

6 Persiapan Menyambut Ramadhan




Ramadhan adalah tamu agung yang kedatangannya selalu dinanti-nantikan tanpa mengharap untuk ditinggalkan. Itulah mengapa ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menyambut kedatangannya.
Layaknya sebuah persiapan seremonial akbar menyambut tamu kehormatan, maka berbagai persiapan harus dilakukan agar ibadah di bulan Ramadhan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Saw. Persiapan yang dilaksanakan adalah bentuk upaya menyambut kemuliaan dan keistimewaan amal shalih yang dihadirkan oleh Ramadhan.
Berikut adalah 6 hal yang harus dipersiapkan dalam rangka menyambut Ramadhan, antara lain: 
1. Mempersiapkan Iman
Memperkuat dan mempertajam iman adalah modal utama dalam melandasi semua pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan. Iman yang kuat mampu membuat penyambutan hingga pelaksanaan ramadhan akan mendapatkan landasan dan suntikan spirit yang luar biasa. Iman pulalah yang diseru Allah kepada umat yang akan menjalankan ibadah Ramadhan.
2. Meningkatkan Pemahaman tentang Amaliah di Bulan Ramadhan
Peningkatan pemahaman mengenai amaliah Ramadhan dilaksanakan dengan memahami dan menguasai petunjuk-petunjuk Al-Qur'an dan As-Sunah serta pedoman amaliah Ramadhan baik dari segi lahiriyah dan bathiniyah.
3. Bertaubat kepada Allah dan Ishlah kepada Sesama Manusia
Sebab bulan Ramadhan adalah bulan berkah, yang keberkahannya akan hadir bagi pribadi yang suci dari dosa kepada Allah dan kepada sesama. Maka penting bagi kita untuk bertaubat kepada Allah dan meminta maaf pada sesama manusia.
4. Persiapan Manajemen Amal
Memelihara bibit amal shalih yang akan disiram,dirawat dan dibesarkan di bulan Ramadhan. Misalnya, memperbanyak shaum di bulan sya'ban dan lain-lain. Memiliki harapan dan target amal shalih yang akan dilatih dan ditingkatkan saat Ramadhan, seperti khatam Qur'an, berazam untuk mengikuti pengajian rutin, meningkatkan sedekah, memperluas silaturahim dan lain sebagainya.
5. Persiapan Doa 
Bulan Ramadhan adalah bulan qabulnya doa. Akan lebih utama jika saat menyambutnya kita mempersiapkan doa dan permohonan yang akan disampaikan khususnya saat ramadhan. Memahami kaidah dan adab berdoa yang disyariatkan sehingga doa yang dihantarkan berpeluang besar mendapatkan balasan dari Allah Swt.
6. Mempersiapkan Rezeki yang halal dan thoyib.
Hal ini dilakukan agar di bulan Ramadhan kita bisa menjalankan amaliah dengan lebih maksimal khususnya bisa menunaikan zakat dan sedekah sesuai ketentuan.
Enam hal persiapan diatas ialah sedikit dari sekian banyak persiapan lainnya yang dapat kita lakukan dalam rangka menyambut kedatangan tamu yang agung dan mulia bernama Ramadhan. Mari kita sambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keimanan, dan keikhlasan. Semoga kita dapat meraih berbagai  keutamaan yang dibawa oleh Ramadhan dengan memperbanyak melakukan berbagai amal shalih dan ibadah secara optimal. Aamiin YRA.
Pengirim: Widya Fauzi, Pengajar, Founder Komunitas Muslimah Menjahit dan Bandung Storytelling Club
Sumber : 

Pengaspalan Gang Jalan Masjid II, RT Cimulang (01/06)

















AKHLAK YANG TERPUJI


(Bagian 23 : Enam Ciri Orang yang Iklas)
Sebagaimana kita ketahui bersama
Allah SWT berfirman:
اِلَّا الَّذِيْنَ تَا بُوْا وَاَ صْلَحُوْا وَا عْتَصَمُوْا بِا للّٰهِ وَاَ خْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُ ولٰٓئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ وَسَوْفَ يُـؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا
"kecuali orang-orang yang bertobat memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang yang beriman."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 146)

Ikhlas adalah bentuk ibadah yang hanya bisa dilakukan oleh hati dan tidak bisa terlihat. Ikhlas dalah perbuatan shaleh yang semata-mata untuk mendapatkan keridhoan Allah dan bukan untuk mendapatkan pujian.
Imam Syafi’i berkata: “Semua manusia mati kecuali mereka yang memiliki pengetahuan. Dan semua orang yang memiliki pengetahuan akan tertidur, kecuali mereka yang melakukan beramal shaleh. Dan mereka yang beramal shaleh akan ditipu, kecuali mereka yang ikhlas. Dan mereka yang ikhlas akan selalu merasa khawatir.”
Pamer (Riya) adalah salah satu tanda utama hilangnya keihkhlasan. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Yang paling kutakutkan untukmu adalah syirik kecil, yaitu ar-riya’. Allah akan mengatakan pada hari penghakiman ketika dia menghadiahi orang-orang untuk tindakan mereka: Pergi ke orang-orang yang kamu lakukan riya ‘untuk di dunia, kemudian lihat apakah kamu menemukan pahala dengan mereka.” (HR Ahmad)
Merilis dari Islam pos .com dengan sedikit perubahan sedikitnya ada enam ciri orang yang ikhlas yaitu :
*1.Menyempurnakan ibadahnya meskipun dalam keadaan sendiri*
Orang yang ikhlas beribadah kepada Allah secara pribadi akan sama dengan ibadah yang ia lakukan ketika di depan orang. Bahkan, ia beribadah lebih khusyu ketika sendirian sehingga ia melakukan yang terbaik untuk mendapatkan ridha Allah.
*2.Tidak Suka Dipuji*
Karena hubungannya kuat dengan Allah, dia takut dipuji, jangan sampai membuat Allah tidak senang atau jangan sampai dia menjadi sombong.
*3.Mendengarkan Nasihat*
Orang-orang yang ikhlas tidak pernah mengabaikan nasihat, tidak peduli siapa yang memberikan nasihat. Orang yang ikhlas akan mengambil setiap kesempatan untuk belajar memperbaiki diri.
*4.Tidak berambisi menjadi pemimpin*
Anda akan selalu menemukan orang yang tulus tenang dan pendiam. Dia lebih suka dipilih, daripada mencalonkan dirinya untuk posisi tertinggi.
*5.Dia Selalu Mengingat Kelemahan-kelemahannya*
Orang yang tulus selalu sibuk memikirkan bagaimana memperbaiki diri dan berhenti melakukan dosa. Dia selalu melihat kebaikan dalam diri orang lain dan selalu memberikan nasihat yang baik. Bahkan, dia selalu menganggap orang lain lebih baik daripada dirinya.
“Jika seseorang bijak, perhatiannya atas dosa-dosanya sendiri akan mengalihkan perhatiannya dari melihat kesalahan orang lain” (Imam Syafi’i)
*6.Dia Lebih suka Memberikan Amal Secara Rahasia*
Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Tujuh orang-orang yang akan mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat ketika tidak akan ada lagi naungan selain naungan-Nya: Seorang penguasa yang adil, seorang pemuda yang rajin beibadah kepada Allah, seseorang yang hatinya melekat pada masjid, dua orang yang mencintai dan saling bertemu dan berangkat satu sama lain demi Allah, seorang pria yang digoda wanita cantik (untuk hubungan terlarang) tetapi dia (menolak tawaran ini dengan mengatakan): “Aku takut kepada Allah,” seseorang yang memberi sedekah dan menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya, dan seseorang yang beribadah Allah sendirian hingga meneteskan air mata.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). []
Semoga kita semua memiliki enam curi orang yang ikhlas sehingga dimudahkan dapat berkumpul bersama keluarga di Jannah. Aamiin

DUA PENYESALAN PADA HARI KIAMAT



Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda :
ما من أحد يموتُ إلا ندمٌ قالوا وما ندامته يارسول الله ؟ قال إن كان محسنا ندم أن لا يكون أزدادٌ وإن كان مسيِئاً ندمٌ أن لا يكونَ نزْعٌ.
"Tidaklah seorang meninggal dunia, kecuali ia akan menyesal." Para sahabat bertanya, "Apa yang akan ia sesalkan, wahai Rasulullah ?" Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila ia adalah (seorang yang) baik, maka ia menyesal mengapa tidak menambah kebaikannya. Dan apabila ia adalah (seorang yang) jelek, maka ia menyesal mengapa ia tidak (bertaubat sebelum waktu) sakaratul maut (datang)".
(HR. Tirmidzi 4 : 2403)

Jumat, 21 Februari 2020