Selasa, 28 Desember 2010

Haramnya Natal Bersama

Sekarang ini Natal bukan hanya urusannya umat Kristen tetapi telah menjadi urusan umat Islam pula. Kenapa ? Tidak banyak yang menyadari bahwa semakin mewabah dimana-mana umat Islam telah sengaja diprovokasi, dijebak dan dijerumuskan untuk terlibat dalam Natalan. Berikut adalah pernyataan mereka di Majalah Kristen Bahana, Januari 2008 "Gereja bertekad bahwa kebahagiaan Natal haruslah dirayakan dan dibagikan ke sesama, tanpa peduli agama, ras dan suku”Maka Istilah Natal bersama bukan lagi sekedar bermakna kebersamaan perayaan Natal antara umat Kristen Katolik dengan umat Kristen Protestan atau dengan umat Kristen dari aliran/ sekte yang lain, tetapi juga melibatkan umat Islam atau umat non Kristen lainnya.Permasalahannya adalah Natal meskipun sepintas yang tampak adalah kebahagiaan, hakekatnya adalah malapetaka akherat. Natal semarak dengan aneka dosa yang bisa mengundang murka Allah. Mau tahu sebabnya ? Baca tuntas tulisan ini Aneka dosa yang melekat pada natal tentulah sudah disadari elite-elite Kristen. Gereja kalau memang komit pada kebenaran, kenapa justru menikmati dan terus menghidup-hidupkan natal ? membiarkan umatnya menangguk dosa Untuk apa Gereja bertekad (bernafsu) merayakan natal bersama umat agama lain (Islam dll) ? Apa mereka tidak tahu bahwa MUI (Majelis Ulama Indonesia)

Kamis, 23 Desember 2010

Perbedaan antara Pemenang dan Pecundang

Sebuah terjemahan dari artikel berbahasa inggris.

Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi
Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah

Pemenang selalu memiliki program atau rancangan
Pecundang selalu memiliki alasan ( pernyataan maaf )

Pemenang berkata “Biarkan saya yang melakukannya untuk anda”
Pecundang berkata “Itu bukan pekerjaan saya”

Pemenang selalu berusaha mencari jawaban dari setiap masalah
Pecundang melihat masalah dalan setiap jawaban

Pemenang berkata “Ini mungkin susah tapi memungkinkan untuk dilakukan”
Pecundang berkata “Ini mungkin dilakukan tapi terlalu susah untuk dilakukan”

Ketika pemenang melakukan sebuah kesalahan, ia akan berkata “Saya melakukan kesalahan”
Ketika pecundang melakukan sebuah kesalahan, i akan berkata “Itu bukan kesalahan saya”

Pemenang membuat komitmen-komitmen
Pecundang membuat janji-janji

Pemenang memiliki mimpi
Pecundang memiliki rencana kotor

Pemenang berkata “Saya harus melakukan sesuatu”
Pecundang berkata “Sesuatu seharusnya terkerjakan”

Pemenang adalah bagian dari tim
Pecundang terpisah dari tim

Pemenang melihat keuntungan
Pecundang melihat penyakit

Pemenang melihat kemungkinan
Pecundang melihat masalah

Pemenang meyakini win-win solution
Pecundang meyakini mereka harus success orang laen harus gagal

Pemenang melihat prospek
Pecundang melihat masa lalu

Pemenang seperti alat pengatur panas
Pecundang seperti alat pengukur panas

Pemenang memilih seperti yang ia ingin lakukan
Pecundang memilih sesuai pilihan orang banyak

Pemenang mengutarakan argumen yang kuat tetapi kata yang lembut
Pecundang mengutarakan argumen yang lemah tapi kata yang kuat ( memaksa )

Pemenang menggunakan filsofi :”Jangan melakukan sesuatu yang tidak ingin orang lakukan terhadap dirinya”
Pecundang menjalani hidup dengan filosofi “Lakukan ke orang lain sebelum orang lain melakukannya ke diri sendiri”

Pemenang membuat sesuatu terjadi
Pecundang membiarkan sesuatu terjadi

Pemenang merencanakan dan mempersiapkan kemenangan
Kata kuncinyanya adalah persiapan

10 tips pribadi yang disukai

  1. Seringlah memuji lawan bicara Anda : orang pada umumnya suka dipuji. usahakan memuji dengan tulus dan sewajarnya. Memuji bukan berarti menjilat.
  2. Buat orang lain merasa dirinya penting : hargai orang lain dalam semua hal. contohnya ketika anda terlambat datang, maka minta maaflah. menepati janji juga termasuk cara menghargai orang lain.
  3. Jadilah pendengar yang baik : kalau bicara itu perak maka diam adalah emas. Sebuah pepatah yang sungguh mendalam. Berilah kesempatan bagi lawan bicara untuk mengutarakan pendapatnya.
  4. Usahakan untuk selalu menyebut nama orang dengan benar : jangan sampai salah melafal nama orang, karena nama orang merupakan milik yang berharga bagi seseorang. Jika anda tidak yakin, maka anda bisa menanyakan ke orang tersebut bagaimana pelafalannya.
  5. Bersikap Ramah : keramah tamahan penduduk indonesia sudah terbukti mampu mendatangkan banyak turis manca negara.
  6. Bermurah hati : sama seperti berbuat baik atau amal kepada orang lain. bantulah orang yang kesusahaan.
  7. Hindari kebiasaan mengkritik, mencela atau menganggap remeh : orang tidak suka jika kelemahannya diketahui apalagi disinggung.
  8. Bersifat asertif : memiliki perbedaan pendapat adalah biasa, namun jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain.
  9. Bayangkan apa yang orang lain inginkan dari Anda untuk dilakukan : mendahulukan kepentingan orang lain kdang memberikan efek yang baik bagi pergaulan Anda. walaupun tidak harus selalu begitu.
  10. Cintailah diri sendiri : jelas jika anda bisa mencintai diri sendiri maka Anda pun seharusnya mengerti mengapa orang lain ingin dicintai.

Rabu, 22 Desember 2010

cerita membangun (Walt Disney)

Walt Disney dipecat dari jabatannya sebagai editor di sebuah koran, sebab dianggap “tidak punya imajinasi dan tak punya ide bagus.” Dia bangkrut beberapa kali sebelum membangun Disneyland. Faktanya, taman bermain itu ditolak oleh kota Anaheim dengan alasan hanya akan mengundang manusia sampah dan gelandangan.

Cerita Membangun (Albert Einstein)

Albert Einstein tidak bisa bicara sampai berusia 4 tahun dan tidak bisa membaca sampai usia 7 tahun. Orangtuanya beranggapan bahwa dia abnormal. Salah satu gurunya mendeskripsikan Einstein dengan, “mentalnya terlalu lemot, tidak sosial, dan terus bertualang dalam impian bodoh.” Dia dikeluarkan dari sekolah dan ditolak masuk ke sekolah politeknik Zurich. Einstein sangat sedikit belajar bicara dan menulis. Ia bahkan sedikit sekali belajar matematika.